Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Alhamdulillah


__ADS_3

Sebulan kemudian...


"selamat pagi pak Diki,,!" ucap Tiara di depan pintu ruangan bos nya


"Tiara, kamu sudah datang ya. mari silahkan masuk,!"


Tiara masuk kedalam.


"jadi bagaimana Tiara apa kamu bersedia bekerja lagi di Perusahaan saya.?!"


"iya pak, terimakasih saya bersedia. sekali lagi terimakasih pak bapak begitu baik kepada saya.!"


"syukurlah kalau mau bersedia kerja lagi, saya tahu sekarang ini kamu sangat butuh pekerjaan untuk biaya hidup mu dan ibu mertua mu, jadi seperti yang dulu pernah ku bilang kamu bisa kembali kerja jika memang sudah sembuh.!"


"terimakasih pak,!"


"besok kamu sudah bisa kerja ya.!"


Tiara mengangguk "kalau begitu saya permisi ya pak, terimakasih.!" Tiara keluar.


****


Di rumah


"assalamualaikum Bu,,!"


"Tiara kamu sudah pulang nak, bagaimana apa kamu bisa kerja lagi?"


"Alhamdulillah Bu, besok aku sudah bisa mulai kerja.!"


"sykurlah,"


"oiya Bu, apa ibu sudah dapat pengasuh bayi nya,,?"


"ibu udah tanya sama tetangga sebelah, dia bilang saudaranya di kampung ada yang mau kerja ngurus bayi. kita gak langsung adopsi dua anak langsung kan,,?"


"ya gak lah Bu, kita adopsi satu dulu, kalau sudah besar baru kita adopsi lagi.!"


"ya sudah ibu gak sabar rumah ini pasti akan ramai dan berisik pasti. ibu mau anak laki-laki Ra."


"iya Bu, kapan yang mau ngasuh itu datang Bu,,?


"lah kamu mau nya kapan, dia mah kapan aja bisa, di kampung udah gak ngapa-ngapain katanya."


"oh gitu, ya udah Bu nanti kalau bayi nya udah ada kita langsung panggil dia, Tiara mau hubungi yayasan panti asuhan dulu.!"


"okey,,"


****


Malam harinya


"assalamualaikum dengan yayasan panti asuhan sejahtera bahagia, ada yang bisa kamu bantu,,?"


"waalaikumsalam saya Tiara Bu. maksud saya nelepon ibu, saya ingin mengadopsi bayi laki-lak, bagaimana caranya..?"


"bagaimana kalau Bu Tiara besok datang aja ke yayasan, biar saya jelaskan detail nya.!"


"okey, Bu besok habis pulang kerja saya akan mampir ke yayasan.!"


"baik saya tunggu,!"

__ADS_1


"assalamualaikum Bu!"


"waalaikumsalam,,!"


****


Keesokan harinya


Hari pertama dalam hidup Tiara dia mulai melakukan aktivitas nya lagi, bangun pagi kali ini sangat bersemangat, menyiapakan sarapan, tak lama ibu pun muncul.


"Tiara kamu sudah rapih nak,,?"


"iya Bu, ini kan hari pertama Tiara kerja lagi, oiya Bu nanti sepulang kerja Tiara mau mampir ke yayasan karena semalam Tiara sudah janji buat ngebahas soal adopsi dengan ibu panti.!"


"oke,, semoga lancar ya nak,!"


"aamiin Bu, kalau gitu Tiara berangkat kerja dulu ya,!"


****


Yayasan Panti Asuhan Sejahtera Bahagia


"assalamualaikum, permisi,,!" panggil Tiara


"waalaikumsalam, mau cari siapa ya.?"


"saya Tiara semalam menelepon ingin mengadopsi anak.!"


"oooh Bu eh mba Tiara, mari masuk. silahkan duduk saya panggilkan ibu panti nya.!"


Tiara masuk kedalam dan duduk menunggu di sofa.


"assalamualaikum Bu Tiara ya,,?!"


"jadi begini Bu. sebelumnya apa ibu sudah menikah..?!"


"iya saya sudah menikah, dan juga sudah cerai mati bu, suami saya kecelakaan.!"


"astaghfirullah turut berdukacita ya Bu,!"


"iya Bu Terimakasih,!"


"oke, jadi begini Bu ada beberapa syarat Sebelum mengadopsi anak, Adapun syarat tersebut, di antaranya:


Sehat jasmani dan rohani


Berusia paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 50 tahun


Beragama yang sama dengan agama calon anak angkat


Terbukti berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan


Telah menikah minimal selama 5 tahun


Bukan merupakan pasangan sesama jenis


Tidak atau belum memiliki keturunan atau hanya memiliki satu anak saja


Memiliki keadaan ekonomi dan sosial yang mampu


Mendapat persetujuan anak dan izin tertulis dari orangtua atau wali anak

__ADS_1


Membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak dilakukan demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan, dan perlindungannya


"jadi begtu Bu syarat nya,,!" jelas ibu panti


"dari beberapa syarat yang ibu jelaskan ada dua poin yang tidak sesuai, saat ini usia saya baru 28 tahun.!" jawab Tiara sedih


"sebelumnya saya tanya, apa alasan ibu ingin adopsi anak atau bayi..?"


"saya ingin adopsi bayi laki-laki, sebenarnya dulu saya pernah sakit gagal ginjal, dan di vonis dokter tidak akan berumur panjang jika tidak mendapatkan donor ginjal. sampai hari ulang tahun saya yang sekitar 2 bulan lalu suami saya kecelakaan saat pulang kerja, dan dia mendonorkan ginjal nya untuk saya sampai akhirnya saya sembuh. kini saya hanya tinggal berdua dengan ibu mertua saya. saya ingin adopsi bayi karena ini keinginan saya dan ibu mertua saya.!"


"saya juga gak mau nikah lagi Bu, jadi saya mau merawat anak-anak yang kurang beruntung dengan kasih sayang dan materi yang saya punya. karena itu akan menjadi penyemangat hidup saya.!"


"saya terharu mendengar nya, suami ibu begitu mencintai ibu. bahkan meski raga nya telah mati tapi suami ibu tetap hidup bersama ibu.!" jawab ibu panti


"jadi bagaimana Bu apakah saya bisa,,?"


"insyaallah bisa Bu, mari saya antar ke kamar bayi, agar ibu bisa lihat dan merasa jatuh cinta dengan bayi yang mana.!"


Tiara mengangguk dan mengikuti ibu panti kedalam sebuah kamar, disana ada beberapa buah ranjang bayi yang diisi bayi laki-laki dan perempuan yang lucu dan menggemaskan.


"aduh lucu nya,,!" ucap Tiara spontan


Pandangan Tiara tak bisa lepas ke sebuah ranjang bayi berwarna biru, Tiara berjalan kesana.


"bayi laki-laki itu sungguh tampan mempesona, putih, bersih, pipinya montok seperti bakpao lagi. aduh aku pengen peluk dan gendong deh.!" batin Tiara.



"Bu,, bayi yang ini seperti nya lebih mungil dari yang lain,,?"


"iya, dia bayi baru penghuni panti ini. usianya sekitar baru 40 hari, dan belum saya beri nama, karena dia baru ada di panti ini dua hari yang lalu, ada yang menaruh nya di depan pintu panti.!" cerita ibu panti


"saya cinta Bu sama bayi ini, seperti nya bayi ibu jodoh saya, karena dua hari yang lalu juga saya menelepon ibu kan bersamaan dengan bayi ini ada di depan pintu panti, mungkin ini takdir Allah Bu.!" jawab Tiara


"iya seperti nya begitu jalan nya Bu, baiklah kalau memang ibu cinta dengan bayi mungil ini mari kita urus administrasi legal nya agar sah di mata hukum dan negara.!" balas ibu panti


"mari kita ke ruangan saya, mengurus administrasi dan ada beberapa benda yang pernah ada di dalam bedong bayi itu, sebagai asal si bayi. karena biar bagaimanapun suatu hari nanti kita sebagai orang tua adopsi pasti harus memberitahu kebenaran siapa mereka.!" ucap ibu panti lagi


****


Setelah mengurus proses adopsi bayi berhari-hari, melakukan aktivitas seperti biasa, bolak balik ke panti dan ke beberapa tempat agar adopsi nya legal dan sah di mata hukum dan negara.


Akhirnya penantian nya terbayarkan sudah hari ini Tiara bisa membawa si bayi laki-laki lucu itu pulang kerumah.


Bayi mungil itu kini ada di rumah, semua kebutuhan bayi lengkap tersedia, memanggil pak ustadz untuk melakukan pengajian dan pemberian nama.


Nama bayi mungil itu Bagas Tanuwijaya.


***********


*********


*******


*****


***


**


*

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2