Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Liburan


__ADS_3

Keesokan harinya


Tiara sudah bangun dari pagi dan sedang duduk menikmati udara pagi yang begitu sejuk sendiri. Bagas suaminya belum bangun sedangkan ibu dan Vera juga belum bangun.


"bi Inah, apa ada yang bisa aku bantu..?"


"kamu sok sok an mau bantu, bawa badan kamu sendiri aja susah. mending duduk aja deh, dari pada pingsan di dapur,!" tiba-tiba ibu keluar dan langsung bicara ketus


"gk ada ko mba, bibi sudah mau selesai. mba Tiara bangunin mas Bagas aja untuk sarapan.!" jawab bi Inah.


"baiklah,,!" Tiara masuk ke kamar nya. Bi Inah memandangi Tiara dengan rasa kasian begitu mendengar ibu mas Bagas begitu meremehkan nya, tapi Tiara sama sekali cuek dan diam seperti sudah kebal.


"ibu sudah bangun.. semalam nyampe jam berapa,,?" tanya Inah basa basi


"hampir tengah malam."


"selamat pagi Tante,,?" suara Vera terdengar


"pagi Vera, sini sini,!"


"siapa dia Bu,,?" tanya bi Inah


"kenalin bi, ini Vera teman sekantor nya Bagas, dan akan jadi istrinya Bagas juga." kata ibu santai


"Hah,,,!!! ibu gila ya. ko bisa sih sengaja bawa perempuan lain di depan mba Tiara. apa gak mikir perasaan nya mba Tiara,,?" Inah kaget


"Inah, yang saya pikirin itu hidupnya Bagas, kalau hidupnya Tiara ngapain di pikirin dia itu lagi sakit parah bi dan umur nya juga gak lama."


"tapi kenyataan nya mba Tiara masih baik-baik aja bu."


"udah-udah kamu diam aja lah,!"


"tega amat deh,"


Setelah semua makanan tersaji diatas meja, ibu dan Vera juga sudah menunggu Bagas dan Tiara keluar kamar.


"Bagas,,ayo sarapan...!!" teriak ibu


"mas bangun, ayo sarapan ibu udah manggil tuh.!" ucap Tiara


"iya iya,, kamu ke depan duluan. aku mandi dulu."


Tiara keluar kamar menuju meja makan. "pagi Bu, pagi Vera,!" sapa nya


"pagi mba Tiara,!"


"mana Bagas,,?"


"mas Bagas lagi mandi dulu Bu.!"


"eh Tiara, kamu sengaja kan gak ngajak ibu liburan sama kalian. pasti ini ulah kamu kan.?" tuduh ibu


"sampai kapan ibu nuduh Tiara terus,!" suara berat terdengar mendekat meja makan

__ADS_1


"Bagas,,!"


"sudah ayo sarapan,!"


"mas biar aku ambilkan ya,,?' Tiara dan Vera berdiri bersamaan


"Vera duduk, ambil saja untuk dirimu sendiri.!" jawab Bagas


"iya sayang, tolong ambilkan ya.!" jawab Bagas lembut ke Tiara


Bi Inah dan mang Ujang yang melihat dari kejauhan nampak begitu aneh dengan kening berkerut. "si ibu tega pisah ya, bisa-bisa nya bawa perempuan lain buat godain mas Bagas.!"


"iya, tapi tenang aja Nah, mas Bagas laki-laki yang sangat mencintai istrinya." jawab mang Ujang


"iya sih, yah semoga aja pendirian dan hati mas Bagas gak goyah.!"


"sayang hari ini kamu jadi kan mau lihat kebun teh,,?" tanya Bagas


"jadi mas, tapi jangan yang jauh ya. yang dekat Villa aja.!"


"kalau jauh ya kita pakai mobil lah.!"


"Vera kamu juga sekalian ikutan ya,! mumpung disini kamu bisa refreshing kan." kata ibu


"iya Vera kamu ikut aja, menikmati udara pagi.!"


"kalau mba Tiara gak keberatan aku ikut deh.!"


Bagas keluar mamanaskan mobil.


"eh Vera, buktikan ini kesempatan kamu.! rebut hati nya Bagas, oke!" bisik ibu


"oke Tante.!"


****


"hati-hati ya,,!" teriak ibu


Bagas menjalankan mobilnya keluar garasi menuju kebun teh yang tak jauh dari villa, Bagas tetap membawa mobil karena tak ingin membuat Tiara cape. Mereka turun dari mobil, Bagas menggandeng lengan Tiara memeluk nya dengan lembut.


Vera yang melihat mulai merasa iri seperti obat nyamuk, dan sedetik berikut nya dia merasa menyesal sudah ikut.


"mas Bagas, mba Tiara kita duduk di saung itu yuk, dari sana pemandangan nya kelihatan.!" ajak Vera


"oiya kamu benar, ayo mas kita kesana.!" Tiara menunjuk saung yang lumayan agak jauh dari parkir mobil


"sayang saung nya jauh, nanti kamu cape kalau memaksa kesana,!"


"iya juga sih, lumayan jauh.!"


"udah kita duduk di kedai ini aja, bisa sambil ngopi juga.!" jawab Bagas


"sial, gagal deh gue bikin Tiara kelelahan.!" batin Vera

__ADS_1


Bagas masih menggandeng Tiara masuk ke dalam kedai, diikuti Vera di belakang nya. Memesan teh manis hangat dan kopi. Tiara mencecap teh nya dan memakan tempe goreng tepung nya dengan sesekali menghirup udara segar khas puncak yang semakin menusuk hidung dan kulit.


"mas, aku mau beli itu deh, kesana yuk!" ajak Tiara


"eh,, mas Bagas aku juga mau, beliin ya.!" ucap Vera


"beli aja sendiri,,!" jawab Bagas


Bagas dan Tiara keluar menuju bapak penjual kerupuk udang yang ada di pinggir jalan, Tiara membeli nya. Sementara Bagas melihat ada sebuah toko yang menjual souvernir khas puncak.


"sayang kita ke sana yuk,,!" Bagas menunjuk toko itu, pandangan Tiara mengikuti telunjuk Bagas.


"wah,, ayo mas,,!" seru Tiara senang.


Vera yang tak pernah lepas memandangi mereka, diliputi rasa aneh antara malu, iri, nyerah. "*kenapa mas Bagas tak sedikit pun menoleh padaku, kurang apa aku.?"


"aku sudah jauh-jauh berbuat ini, tapi aku hanya dapat ke sia-sia an*,". batin Vera sedih


Sementara di dalam toko..


Mereka membeli kaos couple warna putih, juga membeli aksesoris lain, dan membeli beberapa daster untuk ibu.


"sayang kamu beli daster sampai banyak gitu buat kamu,,?"


"bukan mas, ini buat ibu. yah kalau ibu mau, kalau gak mau ya aku pakai sendiri aja.!"


"mba Tiara , mas Bagas aku cari kalian ternyata disini. ko gak ngajak sih.?" Vera tiba-tiba muncul


"oiya Vera, ini juga gak sengaja ko. ya udah kamu pilih aja nanti sekalian di bayar sama mas Bagas,, iya kan mas,,?"


"terserah kamu aja sayang,,!" jawab Bagas lembut


Vera risih melihat kemesraan mereka, dan menjauh memilih barang yang dia inginkan. Setelah puas Bagas membayar mereka kembali ke kedai untuk pulang.


"kita mau kemana lagi mas,,?" tanya Vera


"pulang,!"


"yah,, kita gak mampir ke Cimory ya,,?"


"gak, kalau mau kesana pergi sendiri aja.!"


"mba Tiara gak mau beli Cimory,,?"


"gak Vera, aku gak begitu suka, lagi pula aku sudah lelah.!"


Vera hanya bisa menghembuskan nafas, dan semakin nelangsa begitu mobil melewati tempat bertuliskan Cimory tapi tidak berhenti., dan berhenti di pinggir jalan.


"cepat turun kalau mau beli, jangan pake lama.!" ucap Bagas karena dia juga ingat kalau ibu suka sekali dengan Cimory.


"hah,, makasih mas,, tunggu y." suara senang Vera terdengar dan dia segera turun.


Tak lama kembali ke mobil dan lanjut ke villa.

__ADS_1


__ADS_2