
Setelah berhari-hari Tiara tidak ada kabar dan tidak mengabari, membuat Bagas gelisah di kamar ketika bangun hendak mandi gak sengaja dia menyenggol foto mereka yang ada di samping nakas kasur.
"ada apa ya,,?" Bagas mengambil foto itu memandangi wajah istrinya.
"kamu kemana aja sih sayang,, ko gak ada kabar nya,?"
Bagas sedih berjalan gontai menuju kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian Bagas menuju meja makan, ibu nya sudah asik di dapur sementara Vera sudah ada disana hilir mudik membawa makanan yang sudah matang.
"Vera,, kamu ngapain disini?"
"ibu yang manggil buat bantu ibu,, kenapa kamu keberatan,,?" suara ibu terdengar dari dalam dapur
"bukan nya gitu Bu, gak enak kalau tetangga lihat, Tiara sedang tidak di rumah Bu, masa ibu sengaja membawa wanita lain ke rumah, kurang pantas Bu.!"
"udah ngapain juga kamu mikirin Tiara. dia juga pasti sedang senang-senang sama selingkuhan nya.!"
"Bu,, Tiara bukan wanita seperti itu..!"
"Tante,, mas Bagas udah ya. jangan ribut masih pagi. lebih baik kita sarapan aja, lalu berangkat.!"
Bagas diam mulai memakan sarapan nya, sementara Vera menyiapkan bekal Bagas.
"Vera, Tante yakin deh laki-laki yang jadi suami kamu pasti bahagia, mendapatkan istri cantik dan perhatian.!"
'tante bisa aja deh,,!" tersenyum malu
"Bu, Bagas berangkat ya.!" berdiri cium tangan tanpa menunggu ucapan ibu.
"iya eee Vera nya sekalian diajak bareng.!"
"Vera cepet sana kerja berangkat bareng Bagas.!"
"iya Tante,,!" Vera berlari menyusul Bagas keluar.
"pemandangan yang indah, Bagas yang tampan memiliki istri yang cantik.!". batin ibu
"mas Bagas, aku bareng ya.?"
"ya udah masuk,!"
Dalam perjalanan
"mas Bagas maaf ya, sebenarnya Vera juga gak mau mas terus-menerus datang ke rumah mas Bagas, tapi ibu nya mas Bagas memaksa meminta supaya datang.!" Vera sedih
"bukan salah kamu ko Ver, ibu memang agak keras sifat nya. apa yang jadi kemauan nya memang agak sulit menentang.!"
"kedepannya Vera, gak akan menggangu mas Bagas lagi ko.!" ucap lagi merasa bersalah
"sudah sudah,,!"
****
Kini Tiara sudah terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Bu Tiara kenapa sampai hari ini belum ada keluarga yang datang menengok,,?" tanya suster yang sedang memeriksa
"iya sus, mungkin sedang sibuk.!"
__ADS_1
"emang suami Bu Tiara kemana,,?"
"dia sedang tugas ke luar kota sus,,!"
"kasian amat sih Bu Tiara, berjuang sendiri di rumah sakit melawan sakit nya.! tapi ko seperti nya ada sesuatu yang sengaja di sembunyikan ya,,!" pikir suster
****
"Tiara,, kamu dimana sih sayang.!" Bagas mencoba menelepon kantor Tiara
"halo selamat pagi, saya Bagas suaminya Tiara. saya mau tanya apa benar Tiara mendapatkan tugas ke Surabaya,,?"
"Surabaya,,,? gak ko pak, kita gak ada kantor di Surabaya.!" jawab suara seseorang ditempat lain
"oke baik kalau begitu terimakasih,,!" Bagas dengan lesu di campur kesal menutup telepon.
"Tiara kenapa dia berbohong pada ku.?" batin Bagas
"sebenarnya dia kemana,, tidak juga tidak mengabari ku. apa yang kamu sembunyikan sayang, jangan membuatku gelisah seperti ini.!"
****
Siangnya...
Saat Bagas sedang menikmati bekal makan siang nya, suara dering ponsel mengganggu makan siangnya.
"nomor tak dikenal,,?! siapa ya,," batin Bagas
"ya halo,, ini siapa.?!" akhirnya Bagas mengangkat telepon itu setelah diabaikan beberapa saat.
"Hah rumah sakit,,, ah iya dok Terimakasih informasi nya, saya segera kesana.!"
Sambungan telepon terputus. Diluar pintu Vera yang memang ingin keruangan Bagas harus terhenti dan mencuri dengar.
"jadi Tiara ada di rumah sakit,,?" gumamnya pelan
"aku harus kasih tau ibunya Bagas nih,,!" Vera buru-buru pergi dari sana kembali ke ruangan nya.
Mengambil ponselnya menelepon seseorang "halo Tante, ini Vera. Tante barusan Vera dengar kalau ternyata Tiara sekarang ada di rumah sakit, dan Bagas mau kesana Tante.!"
"oiya,, rumah sakit mana,, ngapain dia di rumah sakit,,? kita juga harus kesana.!"
"kalau gak salah tadi itu nama rumah sakitnya Pelita Sehat, iya Tante kita juga harus kesana, aku jemput Tante di rumah ya.!"
"oke, Tante tunggu di rumah ya.!"
"oke aku otw Tante.!"
****
"selamat siang mba,, saya mau tanya pasien atas nama Tiara Lestari ada di kamar berapa,,?" Bagas begitu kalut
"sebentar pak, biar saya periksa dulu.!"
"ada di kamar Melati nomor 3 pak,!"
"terimakasih sus,,!" Bagas segera berlari mencari kamar Tiara
__ADS_1
Kamar Melati no.3
"ini dia,,!" gumamnya seraya membuka pintu
Terlihat seorang wanita sedang terbaring lemah dengan selang infus di tangan nya, sedang tertidur, pelan tapi pasti Bagas berjalan masuk kedalam.
"Tiara,,!" tanpa bisa melanjutkan kata-katanya hanya air mata yang mengalir di pipinya, seketika memegang tangan istrinya.
Tak lama dokter pun masuk.
"maaf permisi apa anda suami Bu Tiara,,?"
"iya dok,, istri saya kenapa..?"
"suster periksa Bu Tiara ya,,, bapak bisa ikut saya sebentar ada yang ingin saya sampaikan.!"
"iya dok,,!" Bagas mengikuti dokter keluar menuju ruangan nya.
"silahkan duduk pak,,!"
"terimakasih dok,,!" jawab Bagas lesu
"jadi begini pak,,,??"
"saya Bagas dok,,!"
"oke pak Bagas, jadi istri anda menderita penyakit gagal ginjal kronis, dan istri anda sudah ada disini selama beberapa hari.!"
"gagal ginjal kronis,,!"
"ya pak, awalnya saya curiga kenapa setiap Bu Tiara periksa tidak pernah di dampingi suami,!"
"saya sama sekali gak tau dokter, istri saya gak pernah cerita. dia hanya cerita kalau dia hanya kelelahan, dan saya gak tau kalau istri saya selalu cek up.!"
"ya sudah mungkin istri anda punya alasan sendiri. sementara ini kita hanya bisa melakukan cuci darah, tapi itu tidak bisa menyembuhkan hanya bisa meringankan rasa sakit dan membantu nya hidup setiap hari nya. karena yang utama adalah harus menemukan donor ginjal dan melakukan pencangkokan ginjal.!"
"iya dok, tolong dibantu mengusahakan untuk donor ginjal itu ya dok.!"
"saya akan berusaha, tapi saya tidak bisa berjanji ya pak.!"
"iya dok, saya mau menemani isteri saya dok,,!"
"silahkan pak,!"
Bagas keluar dan kembali ke kamar Tiara.
"Tiara sayang,,,!" panggil Bagas karena melihat Tiara sudah bangun
Menoleh "mas Bagas, kamu ada disini,,?!" suara Tiara terdengar lemah dan merasa bersalah.
Bagas duduk disamping Tiara memegang tangan nya, tak lama masuklah seseorang.
"Bagas, Tiara ,,!!" suara ibu masuk kedalam diikuti Vera
"ibu,,!"
"Tiara,,Tiara,, kamu ini jangankan ngasih anak ternyata kamu malah sakit.!"
__ADS_1