Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Direktur Alex


__ADS_3

Like nya jangan lupa ya...


***___***


Selesai membersihkan lantai 4, Alin turun kembali ke lobby menuju ruangan atasannya Bu Siska, membuka pintu dan Alin sudah melihat beberapa rekan kerjanya banyak berkumpul.


"permisi" ucap Alin setelah mengetuk pintu dan masuk.


"Alin ayo masuk, bagus kalian semua sudah berkumpul. Saya ada informasi penting, sekarang baru jam 8, masih ada satu jam sebelum metting dimulai. Karena akan ada petinggi penting yang akan hadir disini. Jadi kalian harus membersihkan dan menyiapkan makanan untuk metting pagi ini."


"Alin dan Ulan dibantu Riko kalian membersihkan ruang metting, untuk yang lainnya silahkan bersihkan lobby."


"baik Bu" jawab kami bersamaan


Mereka keluar dengan membawa alat bersih-bersih.


"kira-kira siapa sih petinggi penting itu,?" tanya Ulan.


"gak tau deh."


"kalau filling gue sih, pak Alex deh yang bakal datang. Soalnya dari gosip yang beredar kalau pak Alex bakalan kembali kerja lagi di kantor ini menggantikan Bu Linda, yang akan memimpin perusahaan baru." jelas Riko


"oooh pantesan si Lusi ngancem aku, ternyata si Alex bakalan kerja disini lagi, takut kalau aku cari perhatian sama Alex. hee"


"kamu kenapa ketawa Lin?" tanya Ulan.


"gak cuma inget kejadian tadi pagi aja, mbak Lusi ngancem aku supaya jangan deket-deket sama pak Alex, kan lucu ya." cerita Alin


"Hah,,,masa sih Lin. Dia sampai segitu nya."


"gitu deh kalau naksir anak bos, dan takut bersaing sama orang lain lebih milih nindas dari pada bersaing sportif." timpal Riko.


"udahlah biarin aja, oiya setuju gak kalau aku nyapu, mas Riko ngepel, kamu Lan siapkan Snack?" tanya Alin.


"boleh tuh, kita bagi tugas biar cepet selesai."


Alin mulai menyapu, Riko ke toilet mengisi ember dengan air dan pewangi, sementara Ulan ke pantry bawah menyajikan hidangan yang sudah disiapkan dan membawa lagi naik ke atas.

__ADS_1


Tepat pukul 9, suara riuh terdengar di lobby. Seorang pria tampan berjas memasuki lobby dengan cool dan elegan. Berjalan dengan kepala mendongak menatap ke depan berjalan menuju lift.


"eh itu pak Alex apa bukan sih? ko beda ya penampilan nya?" bisik resepsionis yang di lobby.


"iya ko lama gak muncul di kantor jadi cakep banget gitu ya?" bisik yang lain.


Pria itu naik ke lantai meeting diikuti Bu Linda dan juga suaminya dan beberapa direksi dan kepala Manager berserta sekertaris mereka.


"Lin,, tadi aku liat calon bos baru kita ganteng banget tau, tinggi tegap unyu gitu." puji Ulan


"Alex udah datang? dia balik lagi kerja di sini?"


"namanya juga bos ya wajar dong cakep, kalau kita tuh baru gak cocok." timpal Riko


"jangan gitu dong mas, kita kan gak pernah tau nasib orang. Siapa tau sekarang kita di bawah besok tiba-tiba kita naik ke atas. Roda itu kan muter mas, sama kaya kehidupan." ucap Alin


"iya tuh Alin bener mas, yang penting kita jangan pesimis." timpal Ulan


Sementara di ruang rapat.


"Selamat pagi semuanya, hari ini mendadak saya sebagai Direktur sekaligus pendiri perusahaan ini mengumpulkan kalian semua, karena saya ingin mengumumkan kembali bahwasanya anak laki-laki saya yang bernama Alex yang duduk di sebelah saya ini akan kembali menjabat sebagai Direktur di sini mengganti kan saya yang sedang menangani pembukaan perusahaan baru di daerah Semarang." ucap Bu Linda.


Para anggota direksi manggut-manggut, sementara sekertaris mereka tetap memandang wajah Alex.


"Nah Alex, sekertaris kamu nanti adalah Lusi, dia yang akan membantu kamu menangani semua jadwal kamu." ucap Bu Linda


"bisa kan kalau aku menempatkan seorang asisten pria untuk ku?" tanya Alex.


Alex melihat kearah Lusi, yang dilihat senyum menggoda.


"silahkan kalau kamu memiliki kandidat nya."


"baiklah rapat singkat ini saya tutup, kalian bisa mulai bekerja kembali." ucap Bu Linda


Semua berdiri dan bergiliran menyalami Alex.


"selamat datang kembali pak Alex"

__ADS_1


"selamat bergabung kembali pak Alex."


"pak Alex, senang melihat bapak kembali lagi kesini" Lusi pun menyalami Alex dan menaruh satu tangannya ke dada Alex.


Alex paham situasi seperti ini, di mulut manis di hati busuk. "selama aku gak ada, sudah berapa banyak kalian meraup keuntungan dari perusahaan ini, akan aku cek semuanya." batin Alex.


Sebenarnya Alex itu memang calon pemimpin yang tegas dan teliti, sempat memimpin perusahaan sebulan dia bisa melihat salah seorang karyawan mencoba bermain kotor di perusahaan nya. Menangkap satu bandit kecil tugas mudah bagi Alex, hanya saja dia masih belum bisa menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya, sifat slebor dan cueknya dan kebiasaannya bangun pagi agak sulit dihilangkan.


Perdebatan yang panjang dengan orang tua nya sampai pada tantangan mama yang akan menarik fasilitas mewah dari nya membuatnya kesal tak bisa menangani klien hingga berujung pertemuan dan pertemanan nya dengan Alin. Dan entah kenapa sejak fasilitas di tarik mama nya juga melepaskan tanggung jawab perusahaan yang di pegang Alex, dan mengizinkan Alex bekerja sesuai kemauannya menjadi penyanyi cafe.


Kini Alex hidup dengan keterbatasan finansial hanya mengandalkan gaji dari cafe dan kerja sampingan lainnya ditambah ceramah Alin setiap hari membuat Alex kini sadar dan mandiri. Dia berhasil melunasi cicilan motor dengan hasil jerih payahnya sendiri. Alin terus memantau dan memberikan info pada mama Linda.


Melihat kegigihan Alex, akhirnya mama pun menawari kembali untuk memegang jabatan direktur di perusahaan lagi.


Flashback beberapa hari yang lalu


"Lin, gimana nih mama nyuruh aku kerja lagi di kantor, direktur?" tanya Alex suatu hari.


"ya udah ini kesempatan buat kamu buktiin ke mama, kalau kamu itu mampu."


"jadi aku harus terima nih?"


"kamu sanggup gak sih ngelola perusahaan itu menjadi semakin baik, semakin jaya dan berkembang? jangan-jangan dipegang kamu malah ancur lebur jadi tempe lagi!"


"yeee,, jangan ngeledek dong. Aku tuh pinter tau jangan sembarang ngomong. waktu itu aja aku berhasil bongkar kecurangan karyawan yang coba korupsi."


"nah bagus dong, siapa tau setelah kamu tinggalin itu perusahaan ada lagi kecurangan didalam nya. Perlu kamu selidiki tuh?"


"Menurut kamu aku bisa?"


"aku yakin kamu pasti bisa? kalau gak, mana mungkin mama ngasih kesempatan lagi ke kamu?"


"maaf ya Lex, sebenarnya mama minta Aku yang mengelola perusahaan, tapi aku gak mau karena aku belum yakin dengan kemampuan ku. makanya aku menyuruh mama menawarkan padamu." batin Alin.


"ya udah oke deh, akan ku buktikan sama kamu, sama mama juga."


"bagus,,, semangat!!"

__ADS_1


Flashback off


***__***


__ADS_2