Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Diam-diam


__ADS_3

"sayang kamu bicara apa sih, aku gak suka ya kamu ngomong gitu.!" bentak Bagas


"aku bicara kenyataan nya mas,,!"


"kenyataan apa,, kamu mau mendahului takdir Allah, dengan sok sok an tahu kapan kamu akan mati Hah,,!!" suara Bagas berubah marah


"aku gak mau kalau aku gak ada nanti, kamu belum punya pendamping,?"


"Tiara dengerin aku, please jangan pernah ngomong soal kematian lagi ya, karena rezeki, jodoh, dan maut itu rahasia Allah. kita gak pernah ada yang tahu kapan,,?" ucap Bagas lembut


"maafin aku mas, aku merasa sebagai wanita dan istri yang gak berguna buat kamu mas,,!"


"gak sayang, kamu adalah satu-satunya wanita dan istri yang sangat aku cintai.!" jawab Bagas lagi


"tapi mas,,,!"


"ssstttt,,, gak ada tapi tapi lagi. biarin aja ibu mau berbuat apa, menjodohkan aku dengan siapapun, kamu gak boleh mikirin itu, kamu cukup ingat kata-kata ku karena selama kamu masih bernafas istriku hanya kamu.!"


Di balik pintu Vera melihat betapa Bagas begitu perhatian, begitu cinta, begitu lembut, begitu sayang, kepada Tiara.


"mas Bagas memang laki-laki idaman banget deh, aku jadi makin penasaran,,!" gumam Vera


"Veraaa,,,!!!!" panggil ibu Bagas


Vera berbalik menghampiri ibu Bagas, "iya Tante ada apa,,?"


"kamu itu minum lama banget sih, minum nya dimana,,?"


"he-he-he,,, iya Tante lupa,,!"


"kamu habis dari kamar Bagas,,?"


"iya Bu, tadi Vera liat dari luar, kalau mba Tiara bilang umur dia gak akan lama lagi, emang mba Tiara sakit apa sih Tante,,,?"


"mana Tante tahu, Tante gak pernah nanya dan juga gak pernah mau tahu apa sakit nya si Tiara itu. lagian ya bagus dong kalau umur dia gak lama lagi, jadi kamu bisa segera masuk kan,,!" jawab ibu Bagas


"gitu ya Tante,,!" oiya Tante Vera mau pulang ya Tante, udah sore juga.!"


"biar dianter Bagas ya,,!"


"gak usah Tante, Vera pulang sendiri aja.!"


****


Di rumah..


"sayang kamu lagi santai di luar ya,!" Bagas yang memarkirkan mobil nya di garasi melihat Tiara duduk di teras.


"iya mas, lagi mau menikmati udara sore aja, sambil nungguin kamu mas,!"


"uuuhhh,,, so sweet deh. yuk masuk!"


Berjalan mereka berdua kedalam dengan mesra.


"Bagas,, kamu udah pulang.!"


"ibu mau kemana, ko rapi banget,,?"


"ibu ada pertemuan arisan, ibu pergi ya,,!"

__ADS_1


Di kamar...


"sayang kalau aku ajak kamu liburan kamu mau gak,,?" tanya Bagas


"liburan kemana,, ya pasti mau lah,,! kenapa pake nanya sih,!"


"ya kan, aku gak mau kejadian dulu terulang lagi, aku yang niat nya bikin kejutan malah bikin kamu marah-marah," kenang Bagas


"iya mas, maaf ya. aku pernah bicara kasar sama kamu.!" perasaan bersalah


"sebenarnya waktu itu kamu kenapa sih, sampai marah seperti itu,?"


"aku waktu itu hanya bingung mas gimana caranya buat kamu benci sama aku, aku gak mau kalau aku tiba-tiba pergi ninggalin kamu, kamu bisa mandiri. maaf ya mas,,!"


"iya,, ya udah gak usah bahas soal yang dulu, sekarang kamu mau liburan kemana,,?"


"aku mau ke tempat yang sejuk, damai, dan juga tenang mas.!"


"puncak dong,!"


"iya puncak, jarak nya juga gak terlalu jauh, disana juga gak terlalu banyak kegiatan dan keramaian.!"


"oke kalau itu mau kamu, besok kita berangkat ya.!"


****


Keesokan harinya pukul 5 pagi kami sudah pergi, semalam kamu sempat debat mengenai ibu, mas Bagas kekeh gak mau ajak ibu, karena ingin berdua saja, akhirnya aku menyerah. Waktu perjalanan kami tidak terlalu lama, meski jalanan ramai tapi tidak macet.


Sementara di rumah.


"ko tumben rumah sepi amat ya,, masa sih belum bangun ini kan masih hari Jumat, harusnya Bagas masih kerja.!"


Ibu berjalan ke kamar Bagas, mengetuk pintu "Gas,, Bagas,, kamu belum bangun ya,, emang kamu gak kerja ya,,?" panggil ibu dari luar


Tak ada jawaban


"Bagas udah berangkat kerja kali ya,,!"


"Tiara,,, Ra,,, kamu masih tidur ya,, suami kamu udah berangkat kerja cari uang, kamu malah enak-enakan tidur,, Tiara,,!!!" teriak ibu


masih tak ada jawaban


"ko Tiara gak jawab panggilan aku sih,,?" ibu mencoba membuka handle pintu, dikunci.


"tumben di kunci, apa mereka pergi, dari kapan semalam masih ada. ko mereka pergi gak bilang-bilang sih,,?"


"ini pasti karena si Tiara itu yang gak mau aku ikut deh pasti, emang ya Tiara itu keterlaluan.!"


"aku coba tanya Vera aja deh,,!" ibu mengeluarkan ponselnya mencari kontak Vera dan menghubungi nya.


"halo, Vera kamu di kantor gak..?"


"iya Tante ada apa,,?


"Bagas ada di kamu gak,,?"


"Vera belum liat tuh Tante, biasanya jam segini sih udah datang.!"


"berati mereka beneran pergi, ya udah deh Vera, kamu selamat beraktifitas ya.!"

__ADS_1


"oke tante, bye,,!"


****


Ting Tong


"siang Tante,,!" sapa Vera yang sudah berdiri di depan pintu


"Vera, untung kamu datang, kalau gak Tante bisa mati bosan sendirian di rumah."


"jadi mereka belum menghubungi Tante,?"


"belum,!"


"coba Tante telepon mas Bagas deh,!"


"udah, tapi gak diangkat,!"


"ya udah, kita tunggu bentar lagi aja Tante, ngomong-ngomong Tante udah makan apa belum, ini kan udah siang.!"


"belum, kamu pesen makanan online aja deh, Tante gak punya aplikasi nya.!"


"oke, Tante mau makan apa,,?"


"ayam geprek aja,!"


****


Sementara yang sedang di perjalanan mulai memasuki jalanan kampung menuju villa.


"sayang udaranya dingin dan sejuk banget ya,!"


"iya,, sykurlah kalau kamu suka.!"


"ya Allah,, terimakasih aku masih di kasih kesempatan menikmati sejuknya udara puncak, melihat kebun teh yang hijau, apakah ini akan jadi liburan ku yang terakhir ya Allah..!" batin Tiara


"aku sudah ikhlas ya Allah, jika Kau akan mengambil ku, akan menghentikan nafasku di dunia ini, aku sudah ikhlas ya Allah."


"Tiara,,!! sayang,,!!" panggil Bagas


"eehh,, iya sayang kenapa,,!"


"kamu bengong deh,, ngelamunin apaan,,?"


"gak ko mas,,lagi menikmati sejuknya udara aja.!"


Mobil berbelok masuk ke komplek yang terdapat beberapa villa di sana, mobil terus berjalan menuju villa berwarna putih paling ujung dan berhenti di garasi nya. Terlihat mang Ujang dan bi Inah sudah stanbay di depan villa menyambut kedatangan mereka.


"mas Bagas, mba Tiara Alhamdulillah sampai juga dengan selamat,!" ucap bi Inah


"iya bi, Alhamdulillah jalanan gak macet, cuma tadi kami mampir sana sini jadi lebih lama nyampe nya.!" jawab Bagas


"gak pa pa mas, yang penting kan udah sampe.!" balas mang Ujang


"silahkan masuk mas Bagas mba Tiara,,biar mang Ujang yang bawa koper nya.!"


"iya ayo masuk, bibi sudah siapkan makan siang menjelang sore he-he-he,,, yang spesial.!"


Kami masuk kedalam, aku memang lelah tapi rasa lapar terlalu mengoyak perut ku.

__ADS_1


"mas aku lapar, kita makan yuk,,!" ajak ku.


__ADS_2