
Alin menarik tangannya dan berjalan ke mobil Putra lalu masuk, dan mobil pun pergi meninggalkan Bagas yang masih bengong.
"kemana si Alin malah pergi dan pulang di anter sama si Putra sih,,?"
Putri berlari ke pagar "Bagas, ayo masuk kedalam yuk. aku mau tutup acaranya nih" ajak Putri
"oiya Put, nanti kamu mau gak anterin aku pulang?"
"tapi kamu yang bawa mobil ya, bisa kan?"
"ehhmmmm...." Putri masuk kedalam meninggalkan Bagas untuk membubarkan acara.
"lah belum juga beres ngomong udah kedalam aja dia." Bagas pun kedalam untuk berpamitan kepada kedua orang tua Putri.
"om Tante makasih undangan nya. makanannya juga enak banget." ucap Bagas
"iya sama-sama, sering-sering main ya." jawab mama Putri.
Bagas mengangguk dan pamit pulang.
***
Didalam mobil Alin masih kesal ternyata Bagas gak mengejarnya seperti di sinetron setelah sedetik kemudian dia ketawa gimana mau ngejar aku diakan gak bawa motor hi-hi-hi.
"kamu kenapa ketawa?"
"ehh, gak pa pa cuma lagi inget yang lucu aja."
"ini ngomong-ngomong kamu tau kan alamat kost kamu,?"
"ya tau lah, sebentar nih tolong anter kealamat ini ya!" Alin memberikan kartu nama toko tempat dia bekerja.
"kamu tidur di toko?"
'ya gak, kost ku dibelakang toko itu."
"oh oke.." Putra melajukan mobilnya dengan lumayan cepat.
***
"nih kuncinya Gas, ayo katanya mau pulang!"
"oke," Bagas menerima kunci mobil Putri dan bingung masih berdiri di luar.
"hei ko diem, masuk!"
"itu Put, gue gak bisa bawa mobil, kalau motor gue bisa." jawab Bagas nyengir malu
"yah,, kirain bisa. ya udah aku yang bawa deh, ayo nanti aku pulangnya kemaleman." Putri keluar dan memutar mengambil kunci ditangan Bagas dan masuk lagi.
Bagas pun segera masuk begitu mesin mobil di nyalakan.
"mau dianterin kemana, aku belum tau rumah kamu Lo Gas?"
__ADS_1
"iya nanti gue kasih tau. jalan aja dulu."
"makasih ya kamu udah mau datang ke acara aku"
"hemm, ya gue datang lah, kan Lo ngundang. dan gue harap Lo jangan terlalu ngarep sama gue ya. gue itu sama sekali gak ada perasaan sama Lo."
"kenapa sih Gas, emang aku kurang apa? kamu suka yang tipe seperti apa, aku bersedia ko berubah demi kamu."
kamu gak usah berubah jadi apa pun, karena ini masalah hati dan itu gak bisa di paksain. ngerti kan!"
"Bagas, jawab jujur apa kamu udah punya pacar? atau kamu lagi suka sama cewek lain?"
"sebenarnya gue emang lagi suka sama seorang cewek, tapi kita belum jadian karena gue takut kalau nanti malah bikin dia ninggalin gue."
"siapa cewek itu? apa cewek yang tadi kamu bawa ke acara aku?"
"iya betul dia orang yang sedang ada di hati aku."
"kenapa kamu gak kasih aku kesempatan sih Gas. toh kamu juga belum jadian sama cewek itu. kenapa aku gak boleh berusaha dapetin hati kamu, apa salah nya?"
Bagas diam, ada benar nya juga apa yang di katakan Putri, kenapa dia jadi egois menutup hatinya untuk orang lain padahal orang yang dia suka juga gak ada perkembangan apa-apa.
"kamu yakin mau berjuang dapetin gue. kalau pada akhirnya gue tetep gak bisa nerima kamu gimana?"
"ya gak pa pa seenggaknya aku udah pernah mencoba, jadi aku punya cerita, gimana susahnya dapetin hati kamu."
"terserah kamu deh."
*****
"makasih ya sudah nganterin pulang."
"sama-sama, ya udah aku pulang ya. sebenarnya sih pengen mampir masih pengen ngobrol tapi udah malem. gak enak kalau dilihat orang."
"iya udah malem, kenapa tadi gak mampir aja di tukang nasi goreng dulu gitu kalau masih mau ngobrol. tapi ya udah lah, gampang lain kali masih ada waktu."
Seketika wajah Putra sumringah "kamu beneran mau kalau aku ajak keluar lagi?"
"emang kenapa kalau tujuan nya jelas ya mau aja!"
"kalau keluar ngajak makan atau nonton itu jelas kan tujuannya?" tanya Putra ragu
"boleh aja. ya udah aku masuk ya. sekali lagi makasih."
"oke."
Alin berjalan mengurusi gang samping tokonya dan Putra masuk ke mobil dan pulang.
****
"Alin pasti balik ke kost an deh! ya udah biarin aja lah."
"nanti depan lampu merah ke kiri ya, nanti belok kanan pertama." ucap Bagas
__ADS_1
"okey" Putri membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.
"ngomong-ngomong kita pulang gak bawa apapun ke mama kamu, gak pa pa?" tanya Putri
"gak pa pa, ibu juga pasti udah makan."
Mobil berbelok ke kanan. "lurus aja sampai mentok paling ujung rumah ku." kata Bagas lagi
Mobil parkir di rumah paling ujung, Putri mematikan mesin mobilnya dan turun mengikuti Bagas.
"assalamualaikum,, Bu?!" panggil nya
"waalaikumsalam,, Bagas kamu udah pulang! loh mana Alin? kamu sama siapa? Alin mana?" ibu bertanya banyak.
"nanyanya satu-satu kali Bu, kenalin Bu ini Putri temen Bagas yang ulang tahun."
"Putri" mengulurkan tangan
"oh iya saya Tiara ibunya Bagas!" menerima uluran tangan Putri.
"terus mana si Alin, tadi kan kamu pergi sama dia, kenapa pulang jadi ganti cewek?"
"Alin diantar sama kakak saya Bu, soalnya tadi mama sama papa masih asik ngobrol sama Bagas, dan Alin pengen pulang gitu." jawab Putri
Tiara menatap Putri lalu berganti ke Bagas. "oh gitu sebentar ya." Tiara kedalam mengambil ponselnya menelepon Alin.
""assalamualaikum Alin!"
"waalaikumsalam Bu,, ada apa?"
"kamu dimana?"
"Alin udah ada di kost an Bu, maaf Bu baju ibu nanti biar Alin laundry dulu ya Bu."
"oh syukurlah kamu sudah di kost, ya udah istirahat ya"
"iya makasih." Telepon dimatikan.
"oke,, Alin sudah ada di kost nya. dan kamu Putri terimakasih sudah mengantar Bagas, karena ini sudah malam kamu juga sebaiknya pulang ya." ucap Tiara
"oh iya Tante. pamit ya" mencium tangan Tiara dan pulang dengan diantar Bagas ke teras depan.
Begitu Bagas sudah kembali ke ruang tamu, ibu sudah duduk menunggu disana.
"bakal panjang nih urusannya"
"Bagas ada masalah apa disana?"
"gak ada masalah apa-apa ko Bu,"
"kalau gak ada masalah kenapa Alin gak pulang sama kamu, kenapa kalian malah pulang sendiri-sendiri."
"jadi tadi itu Bagas di panggil sama orang tua nya Putri untuk ngobrol di ruang keluarga gitu, jadi tadi Bagas ninggalin Alin. terus Alin udah ngobrol sama kakaknya Putri pas Bagas cari." cerita Bagas.
__ADS_1
***
Minta like nya ya Readersss sayang....