
Jangan lupa like dan vote ya...
Happy Reading 😘
**__**
"kamu gak pa pa kan Lin?"
"gak pa pa Bu" Alin membawa kopernya
Mereka sampai di hotel tempat mereka akan menginap, Tiara memesan tiga kamar.
"Kalian tidur sekarang bertiga gak pa pa kan?"
"gak pa pa Bu, malah seneng."
"Bagas kamu sendiri ya,"
"hemm."
Ketika Tiara sedang chekin, Alex melihat Alin berdiri diantara rombong. "jadi itu cewek nginep disini juga. haduh alamat sial ini mah." batinnya. Alex berhenti dan menunggu sampai rombongan itu pergi barulah dia checkin.
"aku gak akan buka koper ini sampai koperku dikembalikan." batin Alin.
"kak Alin gak mandi?"
"duluan aja, masih gerah."
***
Sementara di kamar lain Alex pun menaruh koper nya diatas kasur, karena ingin segera mandi Alex membuka koper itu, meski awalnya ragu tapi akirnya dibuka juga. Kini koper itu terbuka dengan isi yang membuat Alex melotot.
"aduh,, harusnya tadi gak gue buka paksa ini koper. bener aja kan bukan punya gue!" gumamnya.
Alex mendesah ketika dia ingat kembali saat berusaha membuka koper dengan kode sandi yang selalu salah akhirnya karena kesal dia pun memanggil jasa servis hotel untuk membawakan palu, dan beginilah penampakan koper sudah terbuka dan itu bukan miliknya.
Prakkkk!!! suara benda di adu antara palu dan gembok koper.
Alex melihat ada bulatan cekung yang menonjol didalam sana dan itu seperti benda milik wanita. Seketika Alex menepuk jidatnya.
"Oh my God...Alex Lo dodol amat sih!" marah nya pada diri sendiri.
Dia keluar dari kamar hotel menuju resepsionis "mbak mau tanya dong rombongan yang tadi datang itu kamarnya dimana ya?"
__ADS_1
"rombongan yang mana mas ganteng?" jawab resepsionis yang kebetulan centil.
"rombongan enam orang sepasang orang tua dan empat anak remaja lah."
"oooohh mereka menyewa tiga kamar disini, mas ganteng mau tau yang mana?"
Huft Alex mendesah dan berfikir "mereka sewa tiga kamar, berati satu untuk suami istri, satu untuk yang cowok, dan yang satu pasti mereka cewek itu sama dua temannya".
"kamar yang ditempati tiga perempuan mbak?"
"oooohh itu sebentar," resepsionis melihat buku catatan nya "kamar 205 atas nama mbak Alin. Mas ganteng pacarnya salah satu dari mereka yah..!" ledek mbak resepsionis.
"kepo amat sih mbak. makasih ya!" jawab Alex lalu berjalan mencari nomor yang didengarnya tadi.
"pantes aja tadi dia ngaku koper itu miliknya karena ada huruf A ternyata namanya Alin."
Alex ada didepan pintu kamar 205 berdiri bingung.
Tok Tok Tokk
"kak Alin denger gak ada yang ketok tuh. coba kakak liat siapa?"
"paling di Bagas, mau ngapain sih!" jawab Alin berdiri mendekat pintu.
"he-he-he mbak saya mau ambil koper saya,!"
"ni cowok, emang gak punya tata krama kali ya. Udah datang ke kamar orang bukannya basa-basi apa kek, minta maaf kek, langsung aja minta koper dia. Bener kan salah. tapi tunggu kalau dia tau dia salah ambil koper, berati koper gue udah dia buka dong. Wah pelanggaran..!!"
"bukannya koper kamu udah kamu bawa ya?!" jawab Alin ketus tanpa ekspresi.
"he-he-he itu bukan punya saya ternyata, itu punya mbak nya, soalnya ada yang bulet bulet gitu mbak nongol."
"bener kan dia udah buka koper gue,, kurang ajar nih cowok."
"ko bisa kebuka emang sandinya tepat?"
"saya buka paksa pakai palu mbak, he-he-he"
"astaga,, dia rusak koper gue. dan sampai detik ini dia gak ngomong maaf. perlu gue didik kaya nya nih anak."
Segera wajah Alin berubah dari kesal menjadi marah, dari putih menjadi merah, dengan napas memburu tapi berusaha tetap sabar dan tenang. Bersamaan dengan itu Lia dan Tuti muncul.
"ada apa kak?" tanya mereka bersamaan
__ADS_1
"kamu tanya aja cowok sok tau dan gak punya etika ini."
Alex jadi kesal dibilang sok tau dan gak punya etika tapi dia diam karena ini memang salahnya.
"kamu kan yang rebutan koper sama kak Alin waktu di bandara kan, ngapain kesini?" tanya Lia
"itu saya mau ambil koper saya,!" jawab Alex
"bukannya koper kamu udah kamu bawa, kenapa nyari koper lagi. eeeiiittt tunggu berati kamu udah buka dong koper nya kak Alin, makanya kamu nyari kita buat ambil koper kamu. Terus mana koper kak Alin, berati ini tindakan kriminal, Ayo kak kita laporin cowok ini ke satpam." ucap Tuti
"eeeehhh,, enak aja main laporin saya kan cuma mau ambil koper saya. gitu aja ko ribet sih. tinggal kita tukeran lagi aja kopernya."
"kamu itu punya kepala tapi kosong ya, jelas-jelas kamu salah tapi gak ada ucapan maaf yang keluar dari mulut kamu. malah sibuk minta koper kamu balik." jawab Alin
"eh,, lagian kan kamu sendiri yang ngaku kalau koper itu koper kamu, ya udah kamu pakai aja isi yang ada didalam koper itu. gitu aja ko repot." Lia ikut menimpali.
"heh, kalian yang bener aja dong itu pakaian perempuan tau, masa gue harus pakai pakaian perempuan.!" serunya.
Bersamaan dengan itu dari kejauhan ada wanita dan pria berhenti karena mendengan suara ribut dan menoleh.
"astaga itukan Alex pah,, liat deh itu si Alex ngapain dia ribut-ribut di kamar orang, ayo pah kita kesana. Anak itu selalu bikin masalah." ucap wanita yang ternyata mama Alex kesal.
"ALEX..!!!" panggil suara wanita.
Alex menoleh dan syok mama dan papanya sudah sampai si Bali juga. "mama, papa, udah sampe ya."
"ada apa ini?!" tanya mama lagi.
Alex diam menunduk.
"Begini Tante, cowok ini waktu di bandara rebutan koper sama temen saya, karena kebetulan koper mereka mirip banget, karena kak Alin gak mau ribut waktu itu dia biarin koper itu diambil sama cowok ini. tapi gak lama koper yang sama persis keluar lagi ya udah deh cowok ini langsung ambil koper yang keluar terakhir. Tapi tau-tau dia datang ke kamar kita dan minta kopernya." jelas Lia.
Mama Alex dan papanya mengerti apa yang diceritakan Lia, "Alex apa yang sudah kamu lakukan dengan koper yang kamu pilih?"
"itu mah, Alex buka pakai palu. soalnya Alex puter sandi gemboknya gak kebuka, karena penasaran ya udah Alex buka paksa." jawabnya pelan.
"apakah anak saya sudah minta maaf pada kalian?" tanya mama Alex
"boro-boro Tante. gak ada tuh ucapan maaf dari dia." jawab Tuti.
Mama Alex menatap Alin yang diam dari tadi, seperti mengingat ingat lalu tersenyum.
**
__ADS_1