Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 11 Kembali bertemu


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah di sebuah kota yg lumayan sibuk, karena Mentari sudah mualai menampakan diri 'nya, hingga sinarnya menembus ke dalam ruangan sebuah kamar.


Seorang Ibu yg sangat menyayangi putri satu - satunya tengah berjalan hendak memasuki kamar putrinya.


Tok tok tok!!!, suara ketukan sang Bunda yang bergema, namun tidak menyadarkan si empunya kamar yang tengah berbaring, ia tertidur pulas seakan tak bergerak layaknya benda mati. "Ross, Ross, Rosdiana sayang,, ayo bangun!".ucap Anjani seusai mengetuk pintu.


Namun jangankan pintu terbuka,bahkan sambutan suara dari dalam pun tak terdengar olenya. Merasa tak ada respon Anjani pun membuka pintu lalu masuk ke kamar Putri 'nya.


"Ross ,ayo bangun sayang!" ujar Anjani, tanganny ia elus-eluskan ke kepala putrinya.


Tak berapa lama tubuh Ross menggeliat lalu kedua tangan 'nya mengusap-usap ke dua mata 'nya.


"Mamaaa, emang ini udah jam berapa sih?" tanyanya dengan suara sedikit mendayu dan setengah sadar, bibir 'nya manyun ke kiri seakan kesal.


"Ross, Mama tuh capek dengan sifat kamu yg selalu seperti ini, kata 'kan Mama harus gimana sih supaya kamu tuh berubah?" ucap Anjani lembut, matanya sendu seakan lelah dengan tingkah putrinya.


"Ma, kenapa sih jadi lebay kyak gini?, emang Ross Power rangger apa bisa berubah, mau berubah seperti apapun putri Mama ini akan tetep cantik Ma." ucap Ross dengan polosnya.


"Astagfirullah, maksud Mama bukan begitu Nak, cobalah kamu mulai memperbaiki diri, minimal dari sholat 'mu aja dulu." ucap Anjani terjeda kemudian melanjutkan kalimatnya. "Ayo!, sekarang kamu mandi habis itu khodho sholat subuh 'mu itu." timpal Anjani sambil tangannya menarik tangan Ross. Tak mau omelan Bunda 'nya terus berlanjut, akhirnya Ross berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi, namun ketika tangannya hendak membuka pintu, ia menoleh ke arah Bunda 'nya.


"Ma, tapi aku gak bisa sholat khodho Ma." cicitnya dengan nada manja 'nya.


"Ya Allah Riss, bukannya Mama udah ngajarin ke kamu tata caranya?" ucap Anjani menjelaskan.


"Iya Ma, tapi Ross lupa." ucap 'nya manja dengan bibir yang cengengesan, sambil tangannya mengaruk kepala yang tak gatal.


"Ya sudah kamu mandi aja, habis itu nanti Mama ajariin caranya." jawab Anjani dengan lembut. Riss pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Anjani seorang Ibu yang kini mengenakan hijab berwarna ungu itu, tengah mebereskan tempat tidur putrinya yang seprainya aut-autan sudah tak berbentuk.


Usai mandi Riss sgera mengenakan mukenanya dan lekas membentangkan sajadahnya, dan mulai melakukan Takbir..namun, ia di kagetkan dengan suara Bunda 'nya.


"Tunggu!," ucap Anjani yang sedari tadi tetap di kamar putrinya, ia khawatir putrinya tidak melakukan sholat shubuh meski sudah kesiangan.


"Emang  kamu udah bisa usholinya?" lanjut Anjani menegaskan.

__ADS_1


"Udah dong Mah, putri Mama kan pinter." ucap 'nya ke PD an. Ternyata di saat mandi tadi ia berusaha untuk mengingt pelajaran sholat khodo yang pernah Bunda 'nya ajarkan.


"Coba ucap 'kan!!, Mama pengen denger." titah Anjani melanjutkan.


"Usholi fardhol shubhi rok'ataini mustakbilal kiblati khodoal lilahi ta'aala,, gitu kan Mah?" tanya 'nya pada sang Bunda.


"Ya begitu, ya sudah lanjutkan kamu sholatnya. Tapi inget jangan kamu ulangi sholat subuh kesiangan,, krna salah satu sarat khodo itu adalah, sholat yang tertinggal secara tidak sengaja atau lupa. Ngarti kan kamu?" ujar Anjani menjelaskan.


"Iya iya Ngerti ngerti Ma." jawab Ross sedikit kesal.


"Ya sudah Mama mau nyiapin sarapan sama si Mbo, sehabis kamu sholat, Mama tunggu di meja makan." ucap Anjani kembali.


Selesai melakukan sholat,Ross bergegas mengenakan baju hendak berangkat kuliah.


Kini di depan cermin ia sedang momoles bibirnya dengan lipstik ber merck yang cukup mahal. Namun ia di kagetkan dengan suara ketukan pintu, tidak terlalu keras namun membuat jantungnya hampir copot, lantaran konsentrasinya buyar ketika berfokus pada bibir dan lipstiknya.


Tok,,tok,,tok!!


"astaga" ujar Ross mulutnya menganga karena shock.


Lima detik kemudian si Mbo memberanikan diri membuka pintu.


sambil tersenyum menahan tawa si Mbo lantas berkata.


"Waduh Non Ross ma'afin si Mbo ya kalu bikin Non kaget." ujarnya, bibir 'nya tersenyum masih menahan tawa karena melihat lipstik yang di kenakan Ross memanjang hingga ke pipi.


"Ih si mbo bikin kesel aja deh, jadi harus ngulang lagi kan." gumam 'nya dengan nada kesal.


Usai merapikan semuanya Khai pun lekas turun ke lantai dasar ikut sarapan dengan kedua orang tua 'nya.


Selesai dari sarapannya, ia segera pamit, berjalan keluar setelah sebelumnya cupika cupiki dengan Ibu dan Ayah 'nya.


Di kampus di sebuah kantin, di meja no 8 yang selalu kosong ksrena tidak ada yang berani menempatinya, kecuali Rosd dan kedua sahabat baik 'nya.

__ADS_1


"Halo Ayah." ucap Rita menjawab telpon. Salah satu sahabat Ross yang selalu nengenakan hijab.


"Apa, ibu jatuh di kamar Mandi?" ujar Rita kembali dengan wajah terkejut 'nya.


"Ya sudah, Aku lansung nyusul ke sana aja Yah" jawab Rita stelah mendengar perkataan Ayahnya, bahwa ibunya akan di bawa ke Abah Dul seorang ahli urut alternatif yang cukup terkenal.


"Kenapa dengan Ibu lo Riit?" tanya Ross dan Nataly kompak.


"Ibu 'ku jatuh di kamar mandi, dan sekarang mau di bawa ke pengobatan alternatif, karena terjadi sesuatu dengan tulangnya. Aku takut Ross, Nat." ucap Rita dengan mata yang sendu, namun sedikit panik.


"Lo yang sabar Rit, jangan panik. Ya udah, lo mau langsung nyusul ke tempat nyokap lo berobat kan?" tanya Ross memperjelas.


"Iya, tapi kayaknya ongkos 'nya kurang kalau buat nyewa taksi, soalnya jaraknya lumayan jauh." timpal Rita dengan nada sedih. Sementara cairan putih dudah mulai mengalir dari sudut mata 'nya.


"Haduuuh, malah nangis, ini - ni kalau udah berlinang mana ada gue tega." ucap Ross dengan maksud menghibur sahabatnya.


"Trus gimana Ross?, kebetulan hari ini gue lagi gak bawa mobil." tanya Nataly pandangannya mengarah pada Ross.


"Udah jangan bnyak cincong, ikut kalian semua." ucap Ross. Lekas ia menarik kedua tangan sahabatnya untuk menuju parkiran.


Brugh!!!,pintu mobil pun di tutup.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil Ross, ia duduk di kursi kemudi, sedang Rita di samping kiri 'nya sementara Natsly tentu di belakang mreka.


"Lu tau kan alamatnya?" tanya Ross kemudian.


"In sha Allah tau Ross, aku pernah jenguk tetangga aku sewaktu dia di rawat di sana." jawab Rita, ia mulai sedikit tenang.


mereka pun berangkat ke tempat Abah Dul. Seorang ahli urut yang cukup terkenal di kota itu.


Kurang lebih satu jam perjalan mereka pun sampai di tempat tujuan. Mreka pun turun bersama menuju pendaftaran. Namun mata Ross sedikit menerawang karena melihat sosok yang selama ini menggangu ingatan 'nya.


Di sudut kiri tempat pengobatan itu, terlihat seorang pemuda tampan sedang berwudu di pinggiran mushola kecil.

__ADS_1


Ya dialah Zain, rupanya  ia sedang menjenguk sepupu 'nya yang tempo hari ia hajar ketiaknya sampai menyebabkan sendi pundaknya bermasalah.


Next,,, part 12


__ADS_2