Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 31 Derry Kena Mental


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah telah menyampa penduduk bumi di salah satu sudut kota, tak terkceuali dengan dua insan yang tengah berada di perjalanan. Ya mereka adalah Derry dan Fatma yang hendak ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan, salah satu pasangan suami istri itu begitu antusias untuk memeriksa kandunagnnya tapi tidak dengan Sang Suami, Rupanya benih cinta Derry untuk Fatma belum juga tumbuh di hatinya hingga kabar kehamilan Sang Istri membuatnya tak senang.


"Gue harap lo gak hamil," ujar Derry sambil mengemudikan mobilnya, semantara Fatma


Sang Istri duduk di sebelah kirinya.


"Kenapa Mas bicara seperti itu?," tanya Fatma kemudian.


"Kita menikah bukan karena cinta, jadi jangam harap gue bisa nerima kehamilan lo." jawab Derry tanpa memikirkan perasaan Istrinya.


"Terserah Mas saja, yang jelas aku harus memeriksa ke dokter kandungan karena aku sudah telat dua minggu Mas." jawab Fatma dengan perasaan sendu, gadis berhijab itu kemudian memalingkan pandangannya ke samping kiri seakan enggan menatap suaminya.


"Selamat untuk Nyonya Derry, dari hasil pemeriksaan saya bisa memastikan kalau sudah ada janin di rahim anda, dan usia janin itu sudah sekitar satu minggu." ujar Sang Dokter usai memberikan selamat dengan berjabat tangan.


"Benarkah Dokter?," tanya Fatma dengan raut sumringah seakan bahagia dengan kabar itu.


"Jika masih kurang yakin silahkan periksa melalu alat pendeteksi kehamilan yaitu Taspack. Dani ini alatnya, anda bisa memeriksa ulang dengan alat ini di rumah." ujar Dokter seraya memberikan alat pendeteksi kehamilan.


Usi keluar dari ruang pemeriksaan Fatma berjalan sendirian untuk menuju Mushola rumah sakit. Rupanya ia hendak melaksanakan sholat sunnah Duha yang sudah biasa ia lakukukan bila waktu menjelang pukul 10 pagi.


("Mas aku ke Mushola dulu"), sebuah pesan di kirim oleh Fatma pada no suaminya melalui aplikasi hijau.


("Tunggu saja di situ nanti gue nyusul"), balasan Derry untuk istrinya.


"Ini mbak," ujar Derry pada pelayan wanita di sebuah kantin seraya membarikan selembar uang kertas. Rupanya ia pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli dua buah minuman kaleng dan beberapa makanan ringan dalam kemasan plastik.


Usai menerima kembalian Derry lekas menuju Mushola untuk menemui istrinya.


Sekitar sepuluh menit Derry menunggu di depan teras Mushola tak lama Fatma keluat dari dalam Mushola.


"Ini, minumlah," ucap Derry seraya memberikan satu buah minuman dingan dalam kemasan kaleng kecil.


"Mas gak sholat?," tanya Fatma setelah ia menerima satu minuman dalam kemasan kaleng kecil. Lalu ia duduk di sebelah suaminya di depann teras Mushola.

__ADS_1


"Itu urusan gue, lo gak ada hak ngurusin masalah ibadah gue," ujar Derry dengan nada datar namun terkesan dingin.


"Aku cuma nanya Mas, sekedar mengingatkan." jawab Fatma lembut.


"Gimana hasilnya, lo gak jadi hamil kan?," tanya Derry tampa menghiraukan perasaan istrinya.


"Apa gak ada pembahasan yang lebih enak di utarakan Mas?, ketimbang masalah kehamilanku." jawab Fatma setelah ia meneguk bebetapa tegukan minuman yang ada di tangan kanannya.


"Gue nanya serius, tinggal jawab aja apa susahnya sih." ujar Derry kini dengan nada sedikit di naikan beberapa oktaf.


"Apa Mas bener - bener gak mau punya anak dari pernikahan kita?," tanya Fatma memperjelas.


Plentang!!, sebuah suara menggema dari sebuah minuman kaleng yang sudah kosong. Rupanya setelah Derry meminum habis isi dari minuman kaleng itu, ia marah atas pertanyaan istrinya. Bukannya menjawab Derry malah membanting minuman kaleng itu di atas pelataran Mushola yang terbuat dari Papin block.


Terpernajat bahkan shock, itulah yang di rasakan Fatma saat ini atas reaksi sumainya.


"Kalau gue nanya lo tinggal jawab, gak usah ngomong kesana kemari. Katakan lo gak jadi hamil kan?," ujar Derry dengan mata memerah seraya menjambak rambut Istrinya yang masih mengenakan hijab.


"Gue udah bilang sama lo, pernikahan kita bukan dasar cinta tapi karwna perjodohan. Katakan lo gak hamil kan?," tanya Derry kemabali sambil menatap mata istrinya dengan penuh amarah.


"Le - lepaskan dulu Mas," pinta Fatama pada sang suami.


"Aue gak bakalan lepas sebelum lo jawab," ujar Derry masih dalam ke adaan marah.


"A - aku benar - benar hamil Mas," jawab Fatma dwngan nada bergetar seakan terpaksa megatakan itu.


"Sial," ujar Derry seraya melepaskan kepala Fatma dari jambakan tangannya dengan begitu kasar.


Lekas ia pun berdiri membelakangi istrinya.


"Lo gugurin, atau gue bisa berbuat nekat sama lo," ujar Derry dengan suara marah.


"Mas, aku selama ini gak pernah menuntut apapun darimu, bahkan cinta pun aku tak pernah meminta. Tapi aku mohon Mas untuk kali ini jangan memintaku untuk menggugurkan kandungan ini." ujar Fatma dengan nada bergetar masih dalam ke adaan takut hingga tanpa ia minta air mata sudah mulai berjatuhan melalui sudut matanya.

__ADS_1


Usai itu, gegas Derry membalikan badan dan meraih kedua pundak istrinya. Reflek Fatma pun berdiri.


"Sekali lagi gue ngomong, gugurin kandungn lo," ujar Derry dengan nada marah, sementara tangan kanannya mencengkram dagu Fata dengan cukup kuat.


"Aku gak mau Mas," jawab Fatma dengan liriih seraya menahan sakit.


Mendegar kalimat penolakan dari istrinya gegas tangan kiri Derry kembali menjambak rambut istrinya, meski dengan masih mengenakan hijab namun tangan itu begitu kuat meremas rambut istrinya.


"Mas tolong lepasin," pinta Fatma pada suaminya.


Tak mengiraukan permintaan Fatma, Derry malah semakin mengencangkan jambakannya hingga kepala Fatma sedikit menengadah. Sementara dagunya yang mulus berubah kemerahan lantaran efek tekanan tangan Derry semakin kencang menggnggam dagunay.


"Sekali lagi gue tegasin, gugurin atau gue bisa berbuat sesuatu yang gak bakalan lo bisa bayangin." ujar Derry dengan nada anacaman.


"Mas, sadarlah ini anakmu Mas," jawab Fatma kembali.


Mendengar kalimat pendirian kuat dari istrinya Derry pun murka hingga ia mengangkat tangan kanannya hendak menampar istrinya.


"Kau," ujar Derry dengan geram seraya mengangkat tangan kananya. Namun...


Hep,, sebuah tangan memgang sebelah tangan Derry yang terangkat.


"Dadar laki - laki biadab. Lepaskan!!," seragh suara bariton laki - laki yang memegang tangan Derry.


Reflek Derry pun melepaskan jambakanbtangannya dari kepala Fatma.


"Lo gak usah ikut campur brengsek," jawab Derry merespon ucapan lelaki itu. Namu dengan sigap lelaki muda itu meninju muka Derry dengan begitu cepat beberapa kali hingga Derry terjatuh.


Bugh, bugh ,bugh!!, suara pukulan lelaki muda itu terdengar begitu jelas seakan tak memeberi kesemaptan Derry untuk membalas.


Lekas lelaki muda itu mendekat pada Derry yang tersungkur jatuh ke bawah dan dengan cepat meraih kerah bajunya sambil membungkukan badan.


"Hanya lelaki pecundang yang tega menganiyaya seorang wanita, apalagi dia adalah istrimu. Dan parahnya lagi dia sedang mengandung janin anakmu." ujar lelaki yang usianya sebaya dengan Derry seraya menatap tajam matanya.

__ADS_1


__ADS_2