Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 46 Ancaman Jamess


__ADS_3

Pagi ini sebelum ia berangkat kerja, seperti biasa Zhain tengah melakukan sholat Dhuha di dalam Majlis ta'lim tempat yang biasa ia gunakan untuk mengajar anak - anak setiap Ba'da magrib.


Usai menyelesaikan dua roka'at awal, ia melakukan beberapa Dzikir sebagai tanda TQARRUB (pendekatan) nya kepada Allah dan di tambah membaca Surat Al Waki'ah yang sudah biasa ia lakukan bila selesai melakukan Sholat. Rupanya ia akan selalu ingat akan pesan gurunya bahwa:


Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wasalam bersabda yang di riwayatkan oleh Imam Dairoby dalam salah satu kitabnya yang cukup terkenal, Bahwa: "Barang siapa yang selalu meyempatkan waktunya untuk membaca Surah Al - Waki'ah, maka Allah akan memudahkan urusan dunianya(rizkinya)." Al - Hadis.


Sebagi penutup kembali Zhain berdiri untuk melakukan sholat Dhuha kembali beberapa roka'at dan di akhiri dengan Do'a Dhuha 'nya.


Usai itu lekas ia keluar dari Majlis 'nya untuk memanaskan motor Ninja nya yang terparkir di depan rumah 'nya yang sederhana namun asri.


"Sarapan dulu Nak!" ucap Fatimh sembari meletakan piring di atas meja kayu di teras rumah 'nya. Ya piring yang berisikan nasi goreng kesukaan Sang Anak plus telor ceplok mata sapi di atas 'nya. Bagi orang lain mungkin menu itu sederhana, tapi tidak untuk Zhain, bagi 'nya menu itu cukup spesial karena Sang Bunda yang membuat 'nya dengan penuh kasih dan cinta.


"Iya Bun, sebentar." jawab 'nya, lekas ia pun mematikan stop kontak yang sempat ia nyalakan motor 'nya sebentar.


"Bagaimana ke adaan pasar Nak, apa baik - baik saja?" tanya Fatimah ketika sang anak mulai menikmati nasi goreng buatan 'nya.


"Alhamdulillah Bun masih bisa terkendali, hanya ada sedikit masalah saja. Tapi insha Allah Zhain mampu mengatasi 'nya dengan baik." ujar Zhain sesekali ia suapkan sendok ke dalam mulut 'nya.


"Tapi Nak, Bunda semalam mimpi yang ada kaitan 'nya dengan pekerjaan 'mu." ucap Fatimah kemudian.


"Maksud Bunda, Bunda mimpi buruk?" tanya Zhain, sejenak ia hentikan aktifitas sarapan pagi 'nya.


"Selesaikan dulu saja sarapan 'mu Nak, nanti akan Bunda ceritakan tentang mimpi itu." ujar Fati.ah lagi.


Tak mau membatah Zhain pun kembali melanjutkan sarapan 'nya sampai selesai.


"Memangnya Bunda mimpi apa?" tanya sang anak seusai menyelesaikan sarapan 'nya.


"Semalam Bunda bermimpi, pasar yang selama ini kamu jaga keamanannya telah terbakar hangus tak tersisa. Namun anehnya tak ada satu pun korban dari kejadian itu di sana, tapi Bunda melihat seorang pria berjas hitam tengah berdiri sambil tertawa terbahak - bahak seakan dia puas dengan kejadian itu. Dan aneh 'nya ada Derry berdiri tak jauh dari pria itu, dan yang membuat Bunda semakin bingung Derry tidak melakukan apa - apa kecuali hanya berdiri mematung dengan raut muka seakan merasa bersalah. Dan mimpi itu seakan nyata di mata Bunda. Apa pasar tempatmu bekerja dalam ke adaan baik - baik saja?, dan apa kaitannya dengan Derry?, karena Bunda yakin Nak, kalau mimpi itu ada maksud tertentu." ucap Fatimah panjang lebar.


Mendengar itu Zhain menghembuskan nafas panjang 'nya.


"Huuufh,, Buda doa 'kan saja yang terbaik buat semua. Dan Aku janji jika sudah beres masalah ini nanti aku ceritakan semua ke Bunda. Untuk saat ini hanya Doa Bunda yang terpenting buat Zhain."


"Nak apa kamu tidak dalam ke adaan bahaya?"


Mendengar pertanyaan Bundanya yang demikian, lekas ia meraih kedua tangan sang bunda seraya tersenyum.

__ADS_1


"Bun, gak ada yang membahayakan aku, Bunda tenang saja. Jangan terlalu di risaukan." ucap Zhain sambil memgang erat tangan Fatimah seraya menciu 'nya.


"Tapi Bunda takut mimpi itu pertanda buruk buat kamu."


"Bun,,, segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendakNya. Walaupun ada orang yang mau mencelakai aku, kalau Allah tidak berkehendak itu tidak akan terjadi. Kita pasrahkan saja segala urusan kepada Allah, kita hanya di wajibkan berikhtiar untuk menyelesaikan segala masalah, tapi hakikatnya Allah yang punya kuasa atas segala sesuatu. Jadi Bunda jangan terlalu cemas ya!" ucap pemuda berwajah tampan itu dengan lembut, rupanya ia tak mau Fatimah merasakan kekhawatiran yang berlebihan karena itu akan mempengaruhi kesehatan 'nya.


"Ya sudah Bunda percaya sama kamu, tapi Bunda minta tingkatkan kewaspadaan karena firasat bunda mengatakan akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Jadi kamu harus berhati - hati Nak." ujar Fatimah seraya mengusap kepala putra 'nya dengan lembut.


Namun di tengah - tengah perbincangan antara ibu dan anak itu suara gawai Zhain menghentikan obrolan mereka.


"Hallo, Assalamualaikum."


"Wa' alaikumsalam, Bang tolong segera kesini ada hal yang harus segera Abang ketahui." jawab Rudi di seberang telepon.


"Memang 'nya ada apa Rud?"


"Motor yang kemarin di curi sekarang sudah ada di depan markas Bang, tapi gak ada satu pun yang tau siapa yang mengembalikan motor itu Bang, dan ada tulisan di atas jok motor itu."


"Tulisan?, ya sudah kamu tunggu saja, saya segera ke sana." jawab Zhain seraya memutus sambungan telepon 'nya secara sepihak.


Lekas ia pun meraih jaket hitam 'nya yang terletak di sandaran kursi kayu antik itu.


"Kenapa buru - buru sekali Nak?


"Iya Bun saya buru - buru soalnya Rudi udah nungguin dari tadi." ucap 'nya yah kini sudah duduk di atas motornya sambil mengenakan helm.


"Ya sudah jangan ngebut - ngebut dan jangan lupa hati - hati." jawab Fatimah kemudian.


Akhirnya Zhain pun berangkat menggunakan motor 'nya secara perlahan stelah ia mengucapkan salam, namun setelah jauh dari rumah 'nya ia larikan motor 'nya dengan kecepatan tinggi.


Buum buuum buum!!, suara motor Ninja Maher yang kini telah tiba di depan Markas pengendali keamanan pasar. Lekas ia pun turun dari motornya setelah sebelumnya ia lelepaskan helm 'nya.


"Di mana motor 'nya Rud?" tanya Zhain yang di sambut Rudi dengan sopan.


"Motornya di sana Bang," ucap Rudi seraya menunjuk ke arah yang bersangkutan.


Lekas ia dan Rudi menghampiri motor yang di maksud.

__ADS_1


"Saya datang paling awal Bang, dan melihat motor ini sudah terpakir di sini. Nah itu tulisan 'nya Bang?" ujar Rudi sembari menunjuk kertas putuh yang terletak di atas jok motor itu, sementara di atas kertas itu ada sebuah pisau belati berwarna putih mengkilap.


Lekas Zhain pun meraih kertas itu, yang bertuliskan acaman dari tinta yang berwarna merah darah.


"SERAHKAN JERRY ATAU KAMI AKAN BERBUAT SESUATU YANG TAK BISA KALIAN BAYANGKAN"


Sementara di balik kertas itu tertera sebuah no ponsel.


"Ya sudah, antarkan motor ini kepemilik 'nya di Blok c. Dan katakan pada semua pedagang bahwa semua sudah bisa di atasi dan terkendali. Satu lagi katakan kepada meraka bahwa tak perlu merasa khawatir atau pun cemas. Saya yang menjamin kalau kejadian ini tidak akan terulang lagi." titah Zhain dengan nada tegas namun berwibawa.


"Baik Bang, kalu begitu saya permisi." jawab Rudi, kemudian lekas ia membawa motor itu ke Blok c dengan Lukman yang medorong 'nya dari belakang menggunakan motor 'nya.


Sementara Zhain masuk ke dalam gedung itu untuk menuju ruang kerjanya seraya membawa pisau belati dan kertasnya masuk ke dalam.


Setelah tiba di ruangannya Zhain lekas meraih gawainya.


"Assalamualaikum Bang." sapa Zhain ketika sambungannya di jawab dari sebrang sana.


"Wa'alaikumsalam, ada apa ketua?" jawab Roki di balik telepon.


"Abang di mana sekarang?"


"Saya masih di rumah ketua, sebentar lagi berangkat. Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Iya Bang, Abang jangan ke lokasi jaga dulu, langsung menuju markas saja. Saya tunggu Bang!!"


"Baik ketua, saya akan segara datang." jawab Roki di seberang sana.


Zhain pun lekas memutuskan sambungan 'nya yang sebelumnya ia menjawab salam dari Roki.


"Siapa di balik semua ini?, dan apa nama organisasi mereka yang berlambang Batman itu?" gumam Zhain bermonolog dalam hatinya.


Gegas ia pun membuka lap topnya untuk mencari tau tentang organisasi yang berlogo Batman itu.


Setelah ia mencari lewat situs internet akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.


Dari situs itu di terangkan bahwa organisasi itu baru kembali di bentuk beberapa bulan yang lalu yang di mana pendirinya adalah anak dari mantan ketua mereka yang sudah meninggal. Ya dia 'lah James yang baru pulang dari Belanda, tujuan kepulangan James adalah untuk menghidupkan kembali organisasi bentukan ayahnya, dan yang paling utama tujuannya adalah ingin membalas dendam kematian ayahnya yang di mana pada saat itu ia masih menempuh pendidikan di Belanda.

__ADS_1


Siap - siap di bab selnjut 'nya banyak adegan menegangkan yang akan kalian nikmati.... semoga terhibur,,


Next,,, part Selanjutnya.


__ADS_2