Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 26 Maaf Yang Bersyarat


__ADS_3

"Ross, Lo kenapa?," tanya Nattaly kala melihat sahabatnya datang dengan tersenyum kecil. Rupanya kejadian di depan Mushola kecil itu membuat Ross merasa lucu dan menggemaskan, bahkan ia mengaanggap itu sebuah keberuntungan yang sangat langka. Tentu bagi Zhain itu adalah sebuah kemalangan yang memalukan.


"Kenapa emang?," ucap Ross balik bertanya.


"Lo kenapa senyum - senyum sendiri gitu?," tanya Nattaly lagi.


"Gak, gak ada apa ko." jawab Ross singkat sambil menggeleng - geleng 'kan kepalanya.


Sementara Fatimah hanya terdiam sambil mengamati dengan seksama rona muka dari wanita yang amat di cintai oleh putra semata wayangnya.


"Kalau tidak ada apa - apa, lantas kenapa mukamu bersemu merah?," tanya Bunda Fatimah menimpali. Iya yakin kalau sudah terjadi sesuatu anara Rossdiana dan Zhain Al - Ghifari putra kesayangannya.


"Serius Bun, gak ada apa - apa?," ucap Ross terjeda seraya mendekatkan diri pada Nattaly lantas berbisik.


"Natt, kita pulang yuk!!," bisik 'nya dengan suara pelan. Sementara Ritta yang menyaksikan itu hanya mengerutkan keningnya.


"Ada apa ini dengan Miss Bucin, kenapa ia mendadak minta pulang.?" tanya Ritta dalam hatinya.


"Kenapa emang?," tanya balik Nattaly, dengan suara pelan pula, hingga telinga Fatma dan Ritta sama sekali tak mendengar ucapannya.


"Nanti aku ceritain." jawab Ross dengan mendekatkan telapak tangan untuk menghalangi pergerakan bibirnya pada telinga sahabatnya itu.


Mendengae bisikan Ross Nattaly menjadi penasaran samapai ia mengikuti ajakan sahabat baiknya itu.


"Bun, kalu gitu kami permisi dulu, lagian hari sudah mulai petang." ucap Nattaly sembari mengulurkan tangannya pada wanita paruh baya itu.


"Ross, sebenarnya ada apa sih?, jangan bikin aku curiga deh," ujar Ritta sambil mendekat pada Rossdiana.


"Nanti aja aku ceritakan di kampus, ok?," ujar Ross seraya menyungingkan senyum termanisnya.


"Ya sudah kalau memang kalian mau pulang, jangan lupa berdoa dan hati - hati." ungkap Fatimah dengan ramah.

__ADS_1


Usai itu, ketiga gadis yang bersetatus jomblo itu pun berpamitan pada Fatimah.


"Bun, terima kasih untuk pertemuan kali ini lain waktu saya akan ke sini untuk menagih syarat itu." ujar Ross mantap seakan ia siap menerima syarat dari pria yang ia cntai itu.


"Datanglah kembali di hari minggu, Bunda akan jelaskan syarat itu." jawab Fatimah tanpa keraguan.


Uasi mengucapkan salam dan bersalaman satu sama lain, ketiga gadis itu pun berjalan menuju mobil Ross yang terparkir tak jauh di depan rumah Ritta yang hanya beberapanmeter sajabjauhnya dari rumah Fatimah.


####


Esoknya di sebuah Univeraitas di mana Rosadiana dan kedua sahabatnya menuntut ilmu di tempat yang sama. Kini ketiga gadis yang bersahabat baik itu tengah berbincang di sebuah kantin.


"Jadi apa sebenarnya yang terjadi kemaren.?" tanya Nattaly, memulai pembicaraan.


"Emang penting gitu." jawab Ross asal sambil memutar - mutar sedotan kecil di sebuah gelas yang berisikan minuman segar.


"Isssh, ni anak kalu aja bukan sahabat baik gue, udah tak ptes - pites lo." ungkap Nattaly kesal seraya memanyunkan bibirnya ke sammping kiri.


"Udah gak usah ribut, toh itu gak penting juga. Cuman jadi manusia itu, omongannya 'lah yang di pegang, - " komentar Ritta atas jawaban Ross yang sekenanya. Namun kalimatnya menggantung karena di serobot oleh ucapan Nattaly.


"Makanya kalau punya otak lemot jangan suka motong pembicaraan oranga, dengerin dulu setelah itu baru kasih komentar." ucap Ross mengintrupsi.


"Jadi gini, ketika mausia itu telah berjanji, maka ia harus menepati janjinya di kala janji itu sudah tiba waktunya untuk di tunaikan. Nah andai si pembuat janji itu tidak menunaikan janjinya di saat waktu yang telah di tentukan, maka jangan heran jika si pembuat janji itu di masukan ke dalam golongan orang - orang munafik." ujar Ritta dengan seriua seakan memberi nasihat pada kedu sahabatnya.


"Maksud kamu nyindir aku?, aku kan cuma belum mau cerita aja." jawab Ross sedikit kesal dwngan ucapan Ritta.


"Karena kalau kamu gak di sindir takutnya kamu gak mau cerita." jawab Ritta menimpali.


"Ok!, ok!, aku ceritain ko, tapi kalian janji jangan ngetawain aku ya." jawab Ross dengan raut serius seraya mengacungkan kedua jari di tangan kanannya.


"Ok!, kami janji." ucap keduanya kompak sambil mengikuti gerakan tangan Ross.

__ADS_1


"Sebenarnya kemaren aku lihat tubuh Mas Zhain bertelanjang dada." ujar Ross dengan jujur.


"Hah?," ucap keduanya serempak.


"Iya, dan apa kalaian tau betapa sexinya tubuh My Herroku." ucap Ross kembali tanpa rasa malu.


"Seriu lo?," ujar Nitta dengan mata terbelalak.


"Tapi gue merasa bersalah dengan kejadian itu, soalnya Mas Zhain mendadak lari masuk ke kamarnya. Apa aku harus minta ma'af kali ya?," tanya Ross pada kedua sahabatnya.


Pertanyaannya apa kamu sengaja melakukan itu?," tanya Ritta lagi.


"Gak sih, cuman aku merasa bersalah aja," ujar Ross kembali.


"Sebenarnya gak minta ma'af pun gak apa - apa, karena kejadian itu tanpa di sengaja, tapi ya itu terserah kamu. Yang jelas jangan kamu minta maaf lantaran ada maksud terselubung di dalamnya." ucap Ritta sahabat Ross yang paling bijak dalam berfikir.


"Maksud lo?," tanya Nattaly menimpali obrolan keduanya.


"Minta ma'af itu adalah perbuatan yang cukup mulia, makanya banyak sekali manusia yang bersalah atas suatu hal namun ia enggan meminta maaf di karenakan rasa gengsi atau selalu memandang rendah orang lain hingga di hatinya timbul merasa benar sendiri. Dan sifat seperti itu identik dengan setan, makanya ada nilai pahala jika seseorang bersalah atas sesuatu ia meminta maaf pada orang yang bersangkutan." ujar Ritta si gadis berhijab berwajah teduh.


"Ya udah, kalian bisa kan anterin aku ke tempat Mas Zhain?," tanya Ross pada Nattaly dan Ritta.


"Ya udahntoh kita bersua juga udah gaknada jam pelajaran. Iya kan Ta?," ujar Nattaly lagi.


Usai membayar minuman yang telah mereka nikmati, mereka bertiga pun berjalan menuju parkiran kampus, di mana telah terparkir sebuah mobil Audi hitam mewah kepunyaan Ross.


"Ross emang lo tau sekarang Mas Zhain lagi ada mana?," tanya Nattaly, ketika ketiganya sudah berada di dlam mobil.


Rossdiana di mana sang empunya mobil tengah duduk di depan saraya kedua tangannya memegang kendali kemudi.


Sementara itu Rita si Gadis Berhijab tengah duduk di samping kiri Ross dan Nattaly duduk di jok penumpang bagian belakang.

__ADS_1


"Tau lah, di mana lagi kalau jam segini selain di pasar." jawab Ross dengan mantap.


"Lo bener - bener udah bucin akut ya sama Mas Zhain, sampe tau tempat di mana Mas Zhai bekerja.


__ADS_2