Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 16 Pembalasan Siska 2


__ADS_3

"Kenapa kalian menapku seperti itu?." ucap Junaidi kebingungan.


Hahahaha, bunyi suara tawa kedua sahabat Junaidi pun menggema di ruang tamu, rupanya mlihat tingkah mantan Ketua preman itu yang celingukan terkesan lucu di mata kedua sahabatnya. Bagaimana tidak? Pria bermuka sangar itu sperti ketakutan karena tatapan mata kedua sahabatnya, sebelum tawa itu terjadi.


"Hik, hik, tenang aja Bang Junet, kita cuma bercanda kok." jawab Sanjaya masih menyisakan sedikit kesan lucunya.


"Iya Net, Sanjaya benar kita cuma bercanda ko.Lagian siapa yang berani ngelawan kamu Net, bisa-bisa ni sofa bisa melayang kalu kamu sudah marah." timpal Arman sambil tangannya menepuk-nepuk sofa mewah yang di dudukinya. Begeitulah kedekatan ketiga sahabat itu, mereka becanda seakan lupa dengan masalahnya masing-masing. Tak lama datang Rosa dan satu ART nya dengan membawa beberapa minuman dan hidangan ringan.


"Waah, kalau udah ketemu lupa sama semuanya ya." ucap Rosa, seraya tangannya menurunkan gelas minuman untuk ketiga lelaki itu. Sementara ART nya hanya memegangi baki atau nampannya saja, kemudian lekas kembali ke dapur.


Di sela-sela ketika Devindra menikmati hidangan yeng di sediakan si empu 'nya rumah ia pun berucap.


"Net saya mau minta tolong sama kamu."


"Hah?" ucap Junaidi, dalam hati ia berfikir, "Tidak mungkin ia meminta tolong sesuatu yang berkaitan dengan materi, pasti ada sesuatu yang lain dari itu."


"Tolong?,,,, ngawur kamu hartaku saja jauh di bawah kamu mana mungkin saya mampu nolongin kamu." sambung Junaidi merendah.


"Ini sesuatu yang lain Net, bukan masalah materi.Tapi tentang putriku." ujar Devindra mencurahkan isi hati 'nya.


"Maksudmu Rossdiana, gadis kecil itu?, yang kalau saya ke rumahmu dulu selalu minta di temenin main bola. O ya, secantik apa dia sekarang?," tanya Junaidi.


"Yang namanya perempun ya pasti cantik 'lah Net, masa ganteng. Ada-ada aja kamu." timpal Sanjaya.


"Bukannya begitu, swaktu kecil saja dia seperti Dewi kwan in, apa lagi sekarang dia sudah besar. Iya kan Man?." ucap Junaidi sambil matanya melihat ke arah Arman yang duduk di samping kanan bangku sebelah.


"Ya pasti berbeda 'lah cantiknya, kalu sedari kecil saja sudah seperti itu kecantikannya. Coba Dev ceritakan tentang putrimu itu!!." ucap Arman.


"Buat saya cantik itu relatif, masalah 'nya putriku susah di atur, makanya saya minta tolong sama kamu Net, tolong carikan saya lelaki yang mengerti tentang agama, saya mau menjodohkan 'nya dengan putriku." ujar Devindra menjelaskan dengan mimik muka berharap sangat.

__ADS_1


"Bukannya saya gak bisa mencarikan lelaki seperti itu. Tapi apakah kamu tidakenyesal jika saya merekomendasikan 'nya untuk 'mu dan putrimu?." tanya Junaidi kembali.


"Kalau saya sudah mempercayakan hal ini ke kamu, mana mungkin saya menolak Net, saya yakin kamu kan mencari 'kan lelaki yang baik untuk putriku."


"Baiklah kalu kamu sudah percaya dengan saya, saya akan kasih kabar kapan waktunya untuk mempertemukan mereka." jawab Junaidi tegas.


"Wih mantap tuh, kalau perniatan bagus memang harus kalian segerakan, jangan di tunda-tunda."ucap Arman di tengah-tengah pembicaraan kedua sahabat 'nya.


"Tentu, saya nanti akan saya kasih kabar. Ya sudah kita ke ruang makan sepertinya Istriku sudah dari tadi menyediakan 'nya untuk kita." ujar Junidi sambil berdiri.


Mereka bertiga akhir 'nya menuju ruang makan, yang di sana telah menunggu Rosa istrinya Junaidi ubtuk menjamu ketiga pria itu.


###


Hari ini pukul lima belas lebih tiga puluh menit di Universitas tempat Ross belajar, Ross sedang siap-siap hendak pulang bersama mahasiswa lainnya, karena jam mata pelajaran terakhir sudah rampung.


"Ah elo kayak ga tau gue aja, ya biasalah gue di kantin, lagian gue lagi males mikir. Apalagi Dosen fisika itu centil 'nya minta ampun, males gue." jawab, seskali tangannya memasukan beberapa buku pelajaran ke dalam tas 'nya.


"Bu Wiwit centil!!, emang lo ga centil gitu?."


"Kalau gue centilnya beda dodol." ujar Ross, jari telunjuk 'nya reflek menoyor jidatnya Nataly.


Ross bergegas meninggalkan Nataly yang masih bingung dengan jawaban 'nya. Ia bergegas menyusul sahabatnya itu. Mereka menyusuri koridor kampus untuk menuju parkiran. Tanpa di sadari mereka berdua, sepasang mata memperhatikan mereka berdua.


"Ayo jelaskan sama gue, centil lo sama centilnya bu Wiwit gimana?" ujar Nataly yang masih berjalan di belakang Ross. Karena kesal dengan pertanyaan Nataly, spontan ia menghentikan langkahnya. Dan sesuatu pun terjadi....


Bruk!!, suara benturan pun terdengar di antara mereka.


"Astaga!!" ucap Ross sambil salah satu tanganya memegang hidung mancungnya yang menawan karena sakit.

__ADS_1


"Lo bener-bener cewek rese yang pernah gue kenal. Lagian apa pentingnya sih perbedaan centil gue sama centilnya Bu Wiwit?" tanya Ross, giginya ia tekankan saking gregetnya.


"Buat gue itu penting, soalnya baru kali ini gue denger kecentilan yang berbeda." cicit Nataly seraya satu tangannya mengusap-usap jidanya, lantaran tubuh Nataly sedikit pendek dengan Ross.


"Dasar cw kepo tingkat dewa." gumam Ross dalam hati, ia lekas berjalan kembali untuk menuju parkiran.


Sementara seorang lelaki yang tengah mengawasi mereka masuk kedalam mobil Jeep yang terpakir tak jauh dari Mobil mewah Ross.


Bruugh!!,, pintu suara mobil di tutup.


tak mau tertinggal, Nataly lekas membuka pintu mobil sebelah kiri, karena kebetulan ia tidak membawa mobilnya.


"Ross!, ayo dong jelasain perbedaanya?" tanya Nataly, Si Miss keppo. Ross tetap diam tak merespon apa yang di tanyakan sahabatnya itu, lantaran ia sedang konsentrasi hendak menjalanlan 'kan mobilnya. Setelah mobil yang di kendarai Ross keluar dari gerbang kampusnya. Sebuah mobil Jeep pun keluar perlahan mengikutinya dari belakang.


"Ayo Ross jelasin?." tanya Miss Keppo


"Ok lo dengein baik-baik." ucap Ross terjeda menghirup udara dalam-dalam utuk menghilangkan rasa kesalnya.


"Centilnya gue Khusus buat orang yang spesial di hati gue, dan cantilnya Bu Wiwit itu buat semua lelaki yang menarik di matanya. Puas lo Miss-ke-ppo." omel Ross dengan menekankan kata terakhir, sambil matanya sepersekian detik melotot ke arah Nataly dan kembali menatap jalan raya. Namun sebelum Nita menangapi jawaban Ross. Tiba-tiba..


Sreeet, ciit!!, sebuah mobil Jeep berhenti mendadak dengan posisi terlentang menghalangi lajunya mobil yang di tumapng dua gadis bersetatus jomblo itu.


"Nat, Nataly!,,, sadar lo." seru Ross seraya tangan kirinya menggerak-gerakan pundak kanan Miss Keppo. Rupanya Nataly mengalami shock karena mobil yang ia tumpangi ngerem mendadak. Untungnya sabuk pengaman sudah melekat di tubuh kedua gadis itu. Sementara Miss Keppo mulutnya menganga dalam beberapa detik, lalu ia berkata.


"Ross lo gak punya musuh kan?" tanya Miss Keppo dengan pandangan masih tertuju ke arah depan. Sementara Ross diam mematung tak menjawab pertanyaan sahabatnya.


"Ya Tuhan apa yang harus gue lakukan?, gue yakin ini adalah ulah 'nya Siska." gumam Ross dalam hati. Namun otaknya buntu untuk mencari solusi atas kejadian yang mereka alami saat ini.


Ayoo,, siapa yang nyegat Ross tiba-tiba? yang ingin tau jawabannya,, Next ya!!

__ADS_1


__ADS_2