
Tok tok tok!!!, suara ketukan pintu dari luar ruangan.
"Masuk." ucap Zhain seraya mengalihkkan pandangan ke arah pintu.
"Assalamualaikum ketua." sapa Roki ketika pintu sudah ia buka dan hendak masuk ke dalam.
"Wa'alaikumsalam, silahkan duduk Bang!." jawab Sang Ketua menimpali.
Usai Roki duduk berhadapan dengan Zhain Lekas Zhain memutar lap top 'nya agar Roki melihat hasil pencarian 'nya dari internet.
"Ini yang saya temukan dari organisasi itu Bang." ucap 'nya setelah menyodorkan lap top 'nya.
"Mmmm, Jadi ketua mereka yang menghidup 'kan kembali organisasi itu. Saya tau kalau Si Codet mempunyai seorang anak, tapi saya tidak tau kalau anak 'nya kuliah di Belanda sewaktu ayah 'nya meninggal. Saya yakin tujuan utama 'nya adalah untuk memebalas dendam atas kematian ayahnya." ucap Roki sembari satu tangannya memegangi dagunya.
"Benar sekali Bang, bahkan dia seudah mulai memberi ancaman."
"Maksud ketua?"
"Ini,, dia sudah mengembalikan motor itu, dan kertas beserta pisau ini ada di atas jok motor itu."
"Sepertinya ini bukan main - main ketua."
"Saya tau Bang, tapi tidak mungkin saya menyerahkan Derry kepada 'nya. Walau dia membenci saya, tapi dia juga masih saudara saya. Saya tidak mungkin melakukan itu." ujar Zhain menegaskan.
"Saya mengerti maksud ketua, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Roki kemudian.
"Apa kita hubungi saja no ponsel ini?"
"Sebaiknya begitu ketua, agar kita tau maksud ketuanya mengapa ia menginginkan Derry untuk di serahkan kepada 'nya?"
"Baiklah, saya akan coba." ucap Zhain seraya meraih gawainya utuk menghubungi no ponsel dari balik kertas yang bertuliskan ancaman itu.
"Halo, apakah benar ini dengan organisasi Kelelawar hitam?" tanya Zhain ketika sambungan teleponnya di jawab dari sebrang telepon.
"Betul sekali, anda siapa?" tanya seseorang di balik telepon.
"Saya Ketua pengendali keamanan Pasa Raya. Bisa bicara dengan ketua kalian?" tanya Zhain dengan tegas.
Hening sejenak tak ada suara dari seberangang sana.
"Halo, halo," ucap Zhain takut sambungannya di putus secara sepihak.
"Akhirnya berani juga anda menguhungi saya." jawab sesorang dengan suara berbeda dari sebelumnya. Ya dia 'lah James ketua dari organisasi kelelawar hitam yang baru.
"Apa yang anda ingin 'kan dari kami?" tanya Zhain kemudian
"Hahahaha, apa anda tidak bisa membaca?." tanya James meledek.
"Saya tidak akan menyerhakan Derry sampai kapan pun." ucap Zhain tegas.
"No problemo." jawba James dengan santai. Lekas ia menyambung kalimatnya kembali.
"Baiklah karena anda tidak mau memberi 'kan Derry pada kami, maka tunggu 'lah konsekuensi yang akan kalian terima. Hahahah!!" ujar James kembali meledek.
"Lakukan apa yang kalian mau lakukan, tapi jangan sekali - sekali merusak atau pun mencuri aset dari para pedagang." ucap Zhain penuh penekanan.
__ADS_1
"Hahahah!. Terserah saya dong mau melakukan apapun." ujar James kembali dengan nada pongah.
Tut tut tut!!. tiba - tiba sambungan di putus secara sepihak.
"Halao, halo. buushith!" ujar Zhain sedikit kesal.
"Apa katanya Ketua?"
"Mereka akan kembali memberi ancaman jika kita tidak segera menyerahkan Derry."
"Lalu apa yang akan kita lakukan ketua?"
"Entahlah,, yang jelas beritahukan kepada seluruh angota agar tetep meningkat 'kan kewaspadaan, supaya kita bisa mengantisipasi ancaman dari mereka."
"Kalau boleh tau, memangnya mereka menguasai daerah mana ketua?"
"Dari info yang saya baca, organisasi mereka tidak menguasai daerah mana 'pun-" ujar Zhain menggantung.
"Lalu bergerak di bidang apa organisasi itu?" tanya Roki penasaran.
"Mereka bergerak dalam bidang keamanan. Jadi siapapun yang membutuhkan penjagaan keamanan bisa menggunakan jasa mereka. Seperti halnya artis, pejabat atau siapapun yang membutuhkan penjagaan." ucap Zhain menjelaskan.
"Tapi saya berpendapat lain ketua." timpal Roki kemudian.
"Maksud Abang?" tanya Zhain seraya mengerutkan keningnya.
"Saya yakin itu hanya topeng untuk menutupi kegiatan organisasi itu yang sebenarnya."
"Bisa di jelaskan lebih spesifik lagi?"
"Entahlah kita jangan berspekulasi dulu, yang jelas kita harus siap sedia jika suatu saat mereka melancarkan aksi 'nya." Ujar Zhain lagi seakan memberi ultimatum.
"Saya berpendapat seperti itu bukan tanpa alasan Ketua, karena terkadang sesuatu yang buruk itu akan mewaris pada keturunan 'nya." ujar Roki sejenak ia menarik nafas lebih dalam seakan mengingat sesuatu.
Mendengar hal itu dahi Zhain semakin berkerut seakan di buat bingung. Namun kegundahan hati Zhain terjawab karena Riko langsung menyambung kembali peekata'an 'nya.
"Si Codet adalah pengedar narkoba yang bekerja sama dengan para Bandar Internasional.
"Ya sudah, saya tidak mau ikut campur dengan urusan mereka, tapi andai mereka melakukan itu kita harus memberantasnya agar tidak berimbas pada generasi Bangsa ini kedepan vnya. Saya rasa Abang lebih mengerti tentang hali itu.
"Saya mengerti ketua." jawab Roki singkat.
Akhirnya obrolan mereka pun usai, tak lama Roki pun keluar dari geduang berlantai dua itu untuk melaksanakan tugasnya sebagi pimpinan keamanan blok A.
###
Sementara itu di tempat lain, di sebuah rumah yang cukup mewah James tengah berbincang dengan salah seorang kepercayaan 'nya.
"Johan, apa kamu tau siapa sekarang yang menjadi ketua Pengendali Keamanan Pasar Raya?
"Tentu Bos, saya tau." jawab Johan yang berdiri tak jauh dari James yang tengah duduk di sofa hitam yang cukup mewah sambil menghisap cerutu di tangan 'nya.
"Katakan apa yang kamu ketahui?"
"Ketua mereka telah pensiun bos, Namun sekarang sudah di gantikan oleh keponakan 'nya. Mereka memanggil 'nya Bang Zhain bos." ucap Johan menjelas 'kan.
__ADS_1
"Zhain?, kenapa bukan Derry?, yang saya tau dia adalah anak dari ketua mereka yang lama."
"Betul bos, Derry memang anak 'nya, tapi entah 'lah bos saya juga tidak tau mengapa ketua mereka yang lama menyerahkan jabatan ketua kepada keponakan 'nya." jawab Johan menerangkan.
"Baiklah, sekarang ada tugas baru untuk kamu." ucap James, sembari bibir 'nya tersenyum licik seakan ada rencana jahat di benak 'nya.
"Baik bos, tugas apa yang akan tuan berikan?" jawab Johan dengan suara beratnya.
"Kamu selidiki siapa orang yang paling dekat dengan ketua mereka. Mmm, siapa tadi namanya?" tanya James menjeda kalimat 'nya sebentar.
"Zhain bos." jawab Johan singkat.
"Zhain?, cari tau siapa orang yang tengah dekat dengan dia. Misalnya pacar mungkin, atau orang yang paling dia sayangi." ucap James seraya membuka kaca mata hitamnya lalu menyelipkannya di saku jasnya.
"Kalu pacar tidak ada tuan, kalu calon istri mungkin itu lebih tepat 'nya." jawab Johan lagi.
"Maksudmu?"
"Dia keluaran dari pesantren tuan, yang saya tau orang yang pernah menempuh pendidikan di pesantren sangat anti yang namanya pacaran tuan." jawab Johan jujur.
"Apa kalian sudah menyelidiki 'nya?"
"Mohon maaf tauan, sebenarnya sejak tuan kembali mendirikan organisasi Kelelawar Hitam, tanpa sepengetahuan tuan, kami sudah menyelidiki kegiatan organisasi mereka. Karena kami yakin tujuan utama tuan medirikan kembali organisasi kami, adalah untuk membuat perhitungan atas meninggalnya ketua kami yang tentunya ayah dari tuan sendiri." ucap Johan panjang lebar.
"Bagus, ternyata saya tidak percuma merekrut 'mu kembali. Dan hebat 'nya lagi kamu bisa bergerak sendiri tanpa saya harus memerintah kalian. Tapi lain kali kamu harus membicarakan terlebih dulu dengan saya, karena saya tidak mau terjadi kesalahan dalam bertindak. Apa kamu mengerti?" tanya James dengan raut penuh peringatan.
"Megerti tuan."
"Lalu siapa calon istrinya itu?, saya yakin dia bukan wanita sembarangan." sambung Jamess lagi.
"Dia putri dari pengusaha terkaya di kota ini."
"Siapa nama 'nya?"
"Rossdiana Putri Devindra tuan." jawab Johan kembali.
"Devindra, sepertinya saya pernah mendengar nama itu."
"Sanjaya itu nama ayah 'nya tuan, sedang anaknya biasa di panggil Ross oleh teman - temannya."
"Wow, sampai sedetil itu kamu menyelidiki 'nya."
"Bahkan saya tau tempat kuliahnya tuan." ujar Johan menimpali.
"Bagus, bersiap - siap 'lah, kita akan gunakan gadis itu sebagai umpan."
"Maksud tuan?"
"Nanti akan saya jelaskan." jawab James seraya memandang tajam ke arah depan sambil tersenyum menyeringai, seakan ide jahat 'nya sudah loading di otaknya.
Apa yang akan di rencanakan James terhadap Ross?
Akankah terjadi sesuatu yang akan membayakan keselamatan Ross?.....
Next,,, part selanjutnya.
__ADS_1