Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 28 Ma'af Yang Bersyarat Part 3 Benih Cinta Nattaly dan Rudi


__ADS_3

Brugh!!, suara pintu mobil yang di tutup oleh tangan mulus Ross Si Gadis Bucin yang tergila - gila oleh pesona Sang Ketua Preman Pasar Raya.


"Lo beneran mau nemuin Mas Zhain?," tanya Nattaly si gadis cantik yeng memiliki sifat keppo di atas rata - rata, ketika ketiganya sudah keluar dari dalam mobil.


"Ya jadi lah, masa udah cantik gini malah gak jadi, rugi dong kan aku udah keluar modal banyak juga," ujar Ross seraya berkaca pada kaca depan mobilnya untuk memastikan penampilannya.


"Cuma gini ya, karena Mas Zhain masih di dalam aku minta bantuan kamu satu kali lagi aja, kamu mau kan?," ucap Ross ketika sudah selaesai berkaca.


"Ini yang gue gak suka sama lo, selalu aja ngandelin gue," jawab Nattaly sedikit keberatan.


"Ya udah kalau kamu gak mau aku gak bakalan jemput kamu lagi, dan kamu naik grab, gojek atau angkot aja untuk pergi ke kampusnya." jawab Ross memberi sedikit ancaman.


"Astaga!, lo bener - bener teman gak ada ahlak ya, masa kesusahan gue lo jadikan kesempatan buat manfaatin gue." ungkap Nattaly dengan meniup nafas panjang seakan kesal dengan pernyataan Rossdiana.


"Yang manfaatin kamu siapa Miss Keppo?. Aku cuma mau minta tolong gak ada niat buat manfaatin kamu." kilah Ross lagi.


"Ya uda Ross, biar aku aja yang masuk. Lagian kalau di paksa juga kan gak enak." ucap Ritta sedikit mempropokasi.


"Eh lo mau kemana Ta?," tanya Nattaly ketika Ritta sudah bergerak hendak menuju pintu depan Gedung Markas Pengendaki Keamanan Pasar. Namun langkahnya terhenti.


"Ya kan lo gak mau masuk ke dalem." ujar Ritta datar, seraya memalingkan pandangan ke belakang pada ke dua gadis yang masih berdiri di samping mobil Audy mewah berwarna hitam.


"Ya udah biar gue aja, tapi nanti kalau mobil aku udah bener tolong bantuin bayarin biyaya bengkelnya ya," ucap Nattaly seraya mengedip - ngedip 'kan matanya ke arah Ross.


"Sudah ku duga." ucap Ross si gadis mirip Dewi Kwan In yang kini berpenampilan syar'i.

__ADS_1


Akhirnya Nattaly pun maju untuk mendekati pintu utama gedung berlantai dua itu. Sementara Ross dan Ritta kembali masuk ke dalam mobil sambil memperhatikan apa yang akan di lakukan Nattaly si gadis Keppo.


Ketika Kaki Nattaly menginjak lantai gedung berlantai dua itu, tiba - tiba pintu utama terbuka otomatis lantaran ada seorang pria yang hendak keluar dari dalam.


"Lho bukannya ini pria yang sempet nolingin kita ketika hendak di culik orang suruhan Siska, ngapain dia di sini?, jangan - jangan dia masih satu gank dengan Mas Zhain." ucap Nattaly dalam hatinya.


"Selamat siang Nona!. Ada yang bisa saya bantu." sapa Rudi ketika ia melihat wanita yang sudah tak asing di matanya. Ya, rupanya Rudi selalu mengingat pertemuan pertama dengan gadis yang kini berdiri di depannya.


"Mas yang pernah nolongin kami kan?," tanya Nattaly datar.


Namun yang di tanya hanya diam mematung, rupanya Rudi baru menyadari bahwa gadis yang tengah berdiri di depannya telah menggugah hatinya.


"Halloo!!!, Mas," ucap Nattaly lagi memastikan.


"Eh sorry - sorry, mmm apa pertanyaannya tadi?," jawab Rudi gugup ketika kesadarannya sudah pulih kembali.


"Ya Allah, sungguh indah cipta'anMu," ujar Rudi bermonolog. Ya, rupanya ia terpesona dengan Nattay si gadis Keppo yang berparas campuran Maluku dan Sunda, mata bulatnya yang hitam legam menambah pesona tersendiri di mata Rudi, sementara kulit putihnya yang mungkin di ambil dari garis ibunya membuat kecantikannya terpancar alami.


"Hai Mas, ko bengong lagi sih, Mas Zhain 'nya ada gak?," tanya Nattaly kembali.


"Oh iya ma'af, a - ada ko," jawab Rudi terbata lantaran gugup melanda hatinya.


"Bisa gak anterin gue ketemu Mas Zhain?," tanya Nattaly seraya memandang wajah Rudi.


"Di pikir - pikir ganteng juga nih cowok, yaah meski kulitnya sedikit hitam tapi terlihat manis juga sih." guman Nattaly bermonolog.

__ADS_1


"Ma'af Nona sepertinya untuk sa'at ini Ketua kami sedang tidak bisa di ganggu." jawab Rudi jujur, tapi berbeda tanggapan dari Nattaly.


"Gak mungkin Mas Zhain gak ngijinin buat ketemu, dia kan gak sombong dan belagu walau pun jabatannya lumayan tinggi di organisasinya. Gue yakin ini cuma akal - akalan dia aja buat deketin gue, awas ya gue kerjain sekalian." kata hati Nattaly lagi.


"Mas bisa gak jangan halangin jalan gue?," ujar Nattaly pada Rudi yang masih berdiri di depan pintu yang terbuat dari kaca.


"Oh tentu silahkan kalau hanya sekedar masuk, tapi untuk ketemu dengan ketua maaf saja saya tidak mengijinkan." jawab Rudi dengan raut muka serius.


"Gue mau ke dalem bukan hanya sekedar masuk, tapi emang lagi ada keperluan sama Pimpinan kalain, jadi gue mohon lo gak usah halangin jalan gue." oceh Nattaly dengan suara sedikit di naikan seakan kesal dengan pria yang ada di depannya itu. Bahkan bahasa formalnya sudah hilang lantaran saking kesalnya.


Tapi lain di hati Nattaly lain pula di hati Rudi, Nattaly beranggapan bahwa Rudi tengah menjailinya, sedang Rudi berkata seperti itu memang demikian adanya bahwa Ketuanya tidak bisa di ganggu di karenakan sedang melakukan rapat dengan beberapa anggota di ruang rapat. Tapi Rudi justru semakin tertarik pada tinggkah merajuknya Nattaly, di matanya Nattaly tang sedang kesal begitu terkesan imut dan menggmaskan.


"Eit, tunggu dulu," sergah Rudi menghalangi jalan Nattaly yang hendak masuk melalui samping kiri Rudi. Lekas Rudi pun merentangkan kedua tangannya.


"He!, lo gak usah ngalangin gue ya, jangan salahin gue kalau gue berbuat keonaran di sini," ancam Nattaly seakan dongkol di benaknya sudah memuncak di ubun - ubun. Mendengar ancaman itu, Rudi bukannya takut malah semakin berani menghalangi tubuh Nattaly agar tak mekasa masuk.


"Kalau Nona bisa melewati saya, silahkan Nona masuk," ujar Rudi seakan menantang. Ya, ia menunggu kira - kira apa yang akan di lakukan Gadis berparas cantik dan berambut ikal tersebut. Namun Rudi tak sadar kalau Nattaly sudah mengincar sesuatu pada dirinya. Dan kejadian menyedihkan pun tak bisa di elakan oleh Rudi.


"Awwh,!!!," ujar Rudi seraya mengangkat kaki kirinya sambil di pegangi kedua tangannya. Rupanya tanpa ia sadari Nattaly dengan cepat menginjak kakinya yang hanya mengenkan sebuah sepatu pentopel yang berbahan dasar kulit.


Marah, kesal dan sakit tentunya itu yang di radakan oleh Rudi.


Melihat reaksi dari pria yang mehalanginya sedang kesakitan gegas Nattaly maju ke depan untuk masuk dan menemui Zhain Al - Ghifari kekasih dari sahabatnya. Namun...


Huup,!!, bunyi suara tangan Rudi ketika menangkap tubuh Nattaly yang terjatuh ke belakang. Rupanya sepatu hak tinggi yang ia gunakan tidak setabil ketika di gunakan untuk bergerak, lantarn tadi sepatu hak tinggi itu ia gunakan untak menginjak kaki Rudi, tak bisa di pungkiri hak tinggi sepatu itu pun patah di bagian bawah belakang.

__ADS_1


"Ya Allah,,,! Cantiknya," gumam Rudi dalam hatinya. Hailang sudah rasa sakit di kakainya, ketika tatapan matanya memandang mata Nattly yang begitu bulat di padukan dengan lengkungan alis bak bulan sabit yang menawan hati.


Nattaly yang kini berada di pangkuan Rudi pun hanya terdiam sambil matanya menatap lurus dengan mata lelaki yang kini sedang menahannya agar tak terjatuh.


__ADS_2