Takdir Cinta Preman Sholeh

Takdir Cinta Preman Sholeh
Bab 33 Ajari Aku Sholat


__ADS_3

"Lho apa hubungannya ama Bang Zhain?" tanya Lukman lagi.


"Ya lo bisa di pecat kalau dia tau kalau lo maling barang orang." jawab Rudi lagi..


"Ya lo gak usah laporin, gitu aja ko repot." jawab Lukman asal.


"Udah 'lah susah ngomong sama mantan pengedar narkoba macem lo. Ayo kita tolong dia." ajak Rudi kemudian.


"Ya nolong - nolong aja Rud, jangan ungkit masa lalu gue juga kali.


"Makanya ayo cepet, keburu mati tuh anak orang." ajak Rudi. Lekas ia menarik tangan Lukaman lalu bergerak mendekati Derry yang tertidur.


"Hah, Bang Derry." ucap keduanya kompak, sedang mata mereka saling memandang.


"Man lo yang bawa mobilnya Bang Derry, biar gue ngikutin lo dari belakang bawa motor gue." ujar Rudi memberi arahan.


"Rud emang mau kita bawa ke mana Bang Derry nya?" tanya Lukman tanda tak faham.


"Iissh!!, dasar oon ya ke rumahnya 'lah masa ke kebun binatang." jawab Rudi asal.


"Kenapa gak kita bawa ke rumah sakit aja takutnya kenapa - napa?" saran Lukman kemudian.


"Dodol, kalau ngomong lagak sok bijak lo. Neraktir gue aja gak mampu lo, mau bayar pake apa nanti?" ucap Rudi tak setuju.


"Itu mah gampang Rud, kita tinggal ambil aja dari dompet Bang Derry, buat bayar ke dokternya." saran Lukman lagi.


"Kayak nya ga usah deh, toh sepertinya dia cuman pingsan. Liat aja no, ampe ngorok gitu kayak orang tidur." uca Rudi memutuskan.


"Eh iya juga ya." jawab Lukman singkat.


"Udah ayo cepet kita jalan, lo masih inget 'kan jalan ke rumahnya Bang Derry?"


"Inget dong, tenag aja." ucap Lukaman meyainkan.


Akhirnya mobil yang di tumpangi Lukman dan Derry berjalan perlahan dengan di ikuti Rudi dari belakang yang menggunakan motor metiknya.

__ADS_1


Perlahan namun pasti Lukman yang mengemudikan mobil Derry akhirnya sampai di depan sebuah rumah yang tidai terlalu besar namun terkesan mewah. Ya itu adalah rumah Derry dan Fatma di mana Junaidi sang Ayah memberikan hadiah tumah itu sebagai kado pernikahan mereka.


Tok to tok!!!, suara ketukan pintu ketika Rudi sudah samapi di rumah Derry dan istrinya.


"Assalamualikum." ucap Rudi pada tuan rumah. Sementara lukman sudah berdiri sambil menahan tubuh Derry yang tak sadarkan diri.


"Wa'alaikum salam." jawab Fatma seraya membuka pintu.


"Mas Derry,, kenapa dengan suami saya? ucap wanita berhijab itu, lekas ia membantu Lukman dan Rudi mengangkat tubuh Derry untuk masuk ke dalam dan membaringkannya di atas sofa.


"Kalian menemukannya di mana dan kenapa suami saya bisa seperti ini?" tanya Fatma masih denga raut cemasnya.


"Kami tak sengaja menemukannya di taman kota ketika kami pulang dari Caffe. Seperti nya Bang Derry mabok mba." jawab Rudi jujur.


"Kalian orang baik, saya sangat berterima kasih sekali." ucap  Fatma lagi.


"Tak perlu sungkan Mba, toh dia juga bos kami di pasar jadi sudah sepantasnya kami melakukan itu. Kalau begitu kami permisi dulu, dan jangan khwatir sepertinya Bang Derry juga tdak apa - apa, hanya perlu di bersihkan saja karen badannya masih bau alcohol." ucap Rudi memberi saran.


"Iya, nanti akan saya bersihkan, sekali lagi saya ucapkan terma kasih, semoga Rahmat Allah selalu menyertai kalin." do'a Fatma dengan tulus.


"Aamiin." ucap Rudi menjawab doa Fatma.


Usai itu Rudi dan Lukman berjalan hendak keluar seraya Fatma mengiringi dari belakang.


"Kalau begitu kami pulang dulu mba, Assalamualaikum." ucap Rudi pamit ketika posisi mereka sudah di luar pintu.


"Wa'alaikum salam warohmatullah." jawab Fatma. Lekas ia kembali masuk dan menutup pintu.


Usai membuka bagian atas baju suaminya yang masih tertidur di atas sofa dan megelapnya dengan menggunakan air hangat, beberapa saat kemudian Fatma tersenyum bahagia lantaran perlahan suaminya membuka mata.


"Fatma kau 'kah itu?" tanya Derry yang penglihatannya belum begitu normal.


"Iya Mas ini aku, istrimu." jawab Fatma seraya bibirnya tersenyum manis.


"Kenapa gue udah ada di sini?" tanyanya lagi stengah sadar.

__ADS_1


"Jangan di paksakan dulu menghingatnya. Ini minumlah!, Insha Allah teh hangat ini akan menetralisir keadaan tubuhmu." ucap Fatma sambil menyerahkan satu gelas teh hangat.


"Fatma, kenapa lo baik sekali?pedahal selama ini gue udah jahat sama lo." ucap Derry sambil memegang tangan istrinya setelah ia meletakan teh hangat yang sudah ia minum di atas meja.


"Karena aku istrimu Mas, aku akan mencoba mengabdi meski seculas apapun sikapmu pada 'ku. Aku akan mencoba mencintaimu meski rasa itu belum tumbuh, dan tidak menutup kemungkinan rasa itu akan tumbuh andai kamu mau berubah." ucap Fatma lembut. Tiba - tiba Derry dengan spontan memeluk tubuh istrinya dengan cukup erat.


"Dek maafkan Mas, kalau selama ini


Mas tidak menyadari perasaan ini. Mas tidak mau kehilanganmu Dek." ucap Derry sambil sedikit terisak.


Deg!!, kontan hati Fatma begitu bahagia mendengar ungkapan cinta dan maaf dari suaminya. Inilah yang ia tunggu karena setidaknya meski rasa cinta untuk suaminya belum ada, ini akan menjadi jalan bahwa rumah tangga yang selama ini ia dambakan akan mudah terwujud.


"Mas, kita belajar sama - sama dalam biduk rumah tangga ini, namun jika ada masalah yang di rasa begitu berat, jangan kamu melampiaskan dengan minum -minuman yang memabukan. Itu tidak baik untuk kesehatan dan mentalmu Mas. Alangkah baiknya jika kekecewaan itu kau curahkan pada Sang Maha Pemberi solusi." ucap Fatma bernada lembut.


Mendengar kata - kata terakhir dari isrtinya lekas ia menggengam kedua tangan Fatma sembari berujar.


"Fatma tololong ajari aku sholat." ucap Derry dengan suara bergetar.


Mendengar ucapan suaminya Fatma begitu tersentuh dan reflek dengan cepat ia memeluk suaminya dengan erat.


"Mas aku mencintaimu Mas, demi Allah aku mencintaimu Mas. hiks hiks hiks." ujar Fatma dengan nada terisak. Tak terasa air mata keduanya keluar dari sudut mata masing - masing. Rupanya mendengar permintaan tulus dari suaminya yang ingin di ajari sholat membuat rasa cinta Fatma kontan menusuk jantungnya.


"Dek, mas benar - benar bahagia." ujar Derry seraya mngencangkan pelukannya.


"Mas, jangan terlalu kencang, nanti dede nya akit." ucap Fatma semanja mungkin. Mendengar itu Derry segera melepas pelukannya dan lekas mmmencium perut istrinya bertubi - tubi.


"Mas, udah dong ah, geli." ucap Fatma sambil kedua tangannya mengelus kepala suaminya dengan lembut.


"Tapi adek suka 'kan?" tanya Derry kemudian. Sambil mengusap air mata istrinya dg lembut.


"Sejak kapan mas manggil aku kaya gitu?" tanya Fatma.


"Sejak aku jatuh cinta sama istriku." jawab Derry  jujur. Namun tiba- tiba ?????


Ada apa dengan mreka?,,, next part 34.

__ADS_1


__ADS_2