Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
BAB 10


__ADS_3

Anna terbangun duluan dari tidurnya, melihat sang suami masih tidur. Anna ingat jelas apa yang mereka lakukan tadi malam, meskipun hanya berciuman. Entah mengapa Anna tidak bisa menolak jika Naufal menciumnya. Anna kembali menatap wajah tampan suaminya yang sedang tertidur.


kenapa kalo lagi tidur kayak gini auranya beda yah ganteng banget sih emang, tapi kalo bangun sumpah ngeselin banget


batin Anna


Naufal terbangun, melihat Anna yang sedang menatapnya.


"kenapa?kok tatap saya? ganteng yah?" goda Naufal masih berbaring di ranjang


"apasih pak, kepedean banget ih" jawab Anna yang memang memuji ketampanan Naufal dalam batin


"kok bapak lagi sih? kan udah aku bilang aku ini suami kamu jadi panggil aku 'sayang' aja" ucap Naufal sambil duduk menatap Anna


"kalau kamu masih manggil saya bapak, saya akan menghukummu!" ancam Naufal


"hah? maksud bapak hukuman?" kata Anna


Mendengar kata 'bapak' keluar dari mulut Anna membuat Naufal mencium Anna. Terkejutlah Anna memejamkan matanya seketika.


"itu hukumannya kalo kamu manggil saya 'bapak' lagi" ucap Naufal memberhentikan ciumannya


"itu mah bukan hukuman namanya, itu namanya nafsu bapak doang" ucap Anna tak sadar menyebut Naufal bapak lagi


Naufal kembali mencium Anna memaksa Anna untuk membuka mulutnya. Kembali mengigit bibir bawah Anna untuk kesekian kalinya. Anna pun membuka mulut tapi tak membalas ciuman Naufal.

__ADS_1


"sekali lagi saya dengar kamu manggil bapak, hukumannya lebih parah dari ini" ancam Naufal lagi menghentikan ciumannya


Takut dengan ancaman Naufal, Anna pun menurut.


"baik p-aa, sayang" ucap Anna terbata-bata


Anna pun bergegas dari ranjang menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Mau kemana?" tanya Naufal melihat Anna beranjak dari ranjang


"Mandi" jawab Anna singkat


Naufal pun bergegas mengikuti Anna yang ingin masuk ke kamar mandi.


Naufal mendengar ucapan Anna tersenyum manis. Akhirnya Anna sudah bisa memanggilnya dengan ucapan sayang.


"mau mandilah sayang" goda Naufal


"yaudah deh kamu dulu" ucap Anna


"ga mau, mandi bareng aja yuk" Naufal kembali menggoda Anna


"Ah ga mau" kata Anna menolak


Naufal mendorong Anna pelan masuk ke kamar mandi. Ketika mereka sudah didalam kamar mandi Naufal mengunci pintu. Pikiran Anna menjadi kemana-mana.

__ADS_1


*omg dia mau ngapai*n


batin Anna yang mulai ketakutan melihat tingkah Naufal


"sayangg, boleh kah aku?" tanya Naufal sambil melangkah ke arah Anna


Anna perlahan mundur ketika Naufal mendekat, tapi Anna malah mentok di dinding kamar mandi dan tidak bisa mundur lagi.


"yaang, kamu mau apa?" kata Anna sambil menyilangkan kedua tangannya di dada nya.


" kamu pikir aku mau apa? kenapa nyilangin tangan gitu? hahaha" ucap Naufal sambil ketawa


"aku mau minta jatah malam pertamaku" sambung Naufal yang wajahnya sisa berapa centi dari wajah Anna


"yaaang aku mohon yah jangan dulu" jawab Anna ketakutan


"kenapa?" tanya Naufal menatap Anna


"karena aku belum siap" kata Anna


"kamu kan udah jadi seorang istri, jadi kamu harus siap melayani suami kamu" jelas Naufal pada Anna


"tapi aku masih ku-li" kata Anna belum selesai


Naufal pun langsung mencium bibir Anna, Anna tidak menolak ciuman itu. Setelah di bibir Naufal mulai menyusuri leher Anna yang begitu lembut dengan perlahan sehingga meninggalkan bekas tanda kepemilikan. Tangan Naufal yang sudah tidak terkontrol meraba tubuh Anna perlahan-lahan membuat Anna merasa geli dengan sentuhannya. Naufal mulai membuka kancing piyama Anna, saat sampai ke kancing ke tiga Anna menghentikan aksi Naufal.

__ADS_1


__ADS_2