Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Arif bisa tau kalau Alia menangis


__ADS_3

Alia mengurung diri di kamarnya ia tidak keluar satu harian. Perasaannya begitu terpukul jujur sebenarnya ia tidak tega memperlakukan ayahnya seperti itu, Tapi gejolak hatinya tidak bisa ditahannya lagi ia benar-benar emosi dengan cara ayahnya yang telah menghancurkan kebahagian rumah tangga mereka dimasa lalu. 20 tahun lamanya mama nya menyembunyikan luka dihatinya akibat perlakuan ayahnya hingga Alia pun ikut jadi korban.


Alia selalu di kekang dan tidak boleh pergi ke luar kotanya bersekolah pun tidak boleh. Kuliah saja harus di kota saja padahal besar niatnya ingin melanjutkan pendidikan ke luar kota namun mamanya selalu melarangnya. Jika di tanya mamanya selalu menjawab dengan jawaban yang tidak masuk akal ternyata itu alasannya. Barulah ia mengetahuinya.


Alia merasa dongkol dan sangat benci walau di hati kecilnya ia sangat mendambakan sosok seorang ayah sejak kecil. Karna Alia selalu di bully teman-temannya karna tidak punya ayah bahkan ia sering di bilang anak haram oleh teman-temannya dimasa kecilnya. Oleh karena itu Alia tidak di bolehkan mamanya untuk bebas seperti anak yang lainnya ia hanya bisa bermain di rumah ditemani oleh pengasuhnya saja. Sedangkan mamanya sibuk bekerja.


Alia kecil hidupnya sangat menyedihkan selalu dibatasi berteman saja tidak boleh apalagi mau pergi kelayapan sekedar cari hiburan seperti anak-anak yang lain. Hal itu tidak pernah di rasakan Alia. Saat Alia dewasa masalah menimpanya lagi ia harus menjalani kehidupan pahit setelah berbuat dosa besar dengan seorang pria yang saat ini jadi ayah Bayu. Alia menyerka air matanya ia meratapi nasibnya kenapa nasib nya begitu tragis. Apalagi ia mengingat mamanya telah membuang anaknya hati Alia semakin pilu. Hanya Tuhan dan ia yang tau bagaimana kondisi batinnya saat itu.


"Apa ini sudah takdir hidupku ya Tuhan? jika iya kuatkanlah aku menghadapi semua ini dan hilangkan lah dendamku pada Ayah, satukanlah aku dengan anakku." lirih Alia sambil berdoa. "kasian Ayah yang juga tersiksa di kejar rasa bersalahnya aku akan meminta maaf pada Ayah...


Ayah maafin alia...," Alia berteriak memanggil nama ayah dan juga ibunya melepaskan semua beban hidupnya.


Saat ia masih sugukan tiba-tiba ponselnya berdering. Ia melihat panggilan itu dari Arif, ia pun mengangkatnya.


📞"Halo Rif," ucap Alia bersuara serak.

__ADS_1


📞"Alia, kamu kenapa kok suaramu beda?" tanya Arif.


📞"Iya Rif aku terkena flu."


📞"Oh apa sudah minum obat?"


📞"Sudah. Ada apa nelpon malam-malam begini?"


📞"Maaf aku telah menggangu ya?" ucap Arif sungkan.


📞"Aku hanya ingin dengar suara kamu saja. Dua hari ini aku tidak sempat menelepon mu. Karena sangat sibuk dengan urusan di panti," jelas Arif.


📞"Oh iya gak apa-apa kok, lagian aku juga gak butuh di telpon kamu," ucap Alia iseng.


📞"Alai kok bicaranya bagitu? Arif jadi sedih nih...!"

__ADS_1


"Hem, mulai deh lebay nya aku tidur dulu ya...!"


📞"Yaellah ini kan masih awal, emang besok mau kemana sih? kayak anak sekolah aja takut kesiangan," cibir Arif tidak terima Alia menutup ponselnya.


📞"Aku baru pulang dari luar kota Rif, capek banget!" ucap Alia bersuara serak-serak basah.


📞"Alia, sepertinya kamu bukan terkena flu deh, apa kamu habis menangis? aku bisa dengar kamu sugukan gitu," ucap Arif menebak.


📞"Nggak kok, kamu salah dengar aku gak nagis kok," ucapnya tidak sanggup menahan sesalnya ingin ia meluapkan semua masalah nya pada Arif tapi ia ragu apa Arif dapat di percaya dapat menyimpan rahasianya dan apa Arif bisa mendengarkan curahkan hatinya yang saat itu sangat terpuruk.


"Ah, ini konyol buat apa aku bercerita dengan Arif diakan bukan siapa-siapaku? Biarlah semua luka ini ku pendam di hati ku saja cukup aku dan Tuhan yang tau," batin Alia sambil menenangkan dirinya.


📞"Alia.... apa kamu ada masalah? cerita aja jangan sungkan aku siap mendengar. Jika perlu bantuan aku juga bersedia membantumu Alia," pinta Arif.


📞"Gak ada apa-apa kok Rif!" Alia menyerka air matanya sambil menahan tangisnya ia belum bisa bercerita tentang kehidupannya pada Arif. Setelah pamit Alia pun menutup ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2