Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Asyiknya party


__ADS_3

Mereka sudah tiba di tempat acara pernikahan. Jodi mengandeng tangan Alia. Alia dengan pasrah nya membiarkan Jodi memegang tangan nya walau iya tak rela ia karena ia tidak menyukai Jodi.


Danu dan Sinta saling bergandeng tangan juga mereka menuju ke tempat resepsi pernikahan. Acara di gelar dengan meriah diakhir acara ada diadakan pertunjukan dansa bagi yang mau dipersilahkan untuk mengisi acara dan bagi yang dansanya menarik dan kimistrinya dapat ialah pemenangnya.


Sinta dan Jodi tidak mau kalah iya sepakat untuk ikut. Jodi menarik tangan Sinta dan mereka berdansa sementara Alia dan Danu saling pandang memandang. Danu memberi isyarat pada Alia untuk segera ikut berdansa bersama. Tanpa ragu Alia ikut ia merangkul bahu Danu. Danu pun memegang pinggulnya mereka pun mulai berdansa Alia menatap Danu dengan tajam sambil berdansa tidak menyangka kalau mereka sangat serasi Alia dengan sigapnya mengikuti alunan musik begitu juga dengan Danu mereka berdansa dengan kompak dengan durasi terlama semua yang ikut sudah berhenti tinggal mereka lagi yang masih dengan asyiknya berdansa sampai musik berhenti.


Sinta dan Jodi memberikan semangat dan tepuk tangan di ikuti tamu yang lainnya juga ikut memberikan dukungan pada mereka berdua. Seolah mereka berdua jadi bintang tamu acara tersebut. Semua tamu kagum memandang gerakan mereka sungguh luar biasa. Saat musik berhenti mereka tersentak dari permainan mereka. Ternyata mereka jadi pusat perhatian semua orang semua tamu bertepuk tangan dan bersorak gembira mereka cukup terhibur dengan gerakan dansa mereka yang menarik dan kompak. Maka merekalah pemenangnya. Pembawa acara memberikan mereka bingkisan.


Sinta terseyum kearah Alia. Alia jadi sungkan apalagi Danu tampak mesra dengan nya saat berdansa tadi.


"Wao hebat kamu Alia, aku tidak menyangka kalau kamu pintar berdansa," ujar Sinta merasa bangga pada Alia. Jodi pun ikut memuji mereka berdua. Di penghujung acara mereka berdua di panggil lagi untuk mengisi acara selanjutnya memimpin acara dansa yang kedua kalinya.


awalnya Alia menolak namun Sinta memberikan semangat padanya dan mengijinkannya berdansa lagi dengan Danu. Ia pun memulai lagi.


Sinta dan Jodi memberikan semangat kepada mereka berdua agar bisa menang dan pulang nya membawa hadiah.


Alia merasa tidak enak dengan Sinta ia menghentikan gerakannya saat Danu tengah asyik-asyiknya menikmati alunan musik. Ia pun terdiam mengikuti Alia yang sudah turun dari pentas. Alia tidak bisa meneruskannya lagi karna ia tidak enak dengan Sinta takutnya Sinta malah curiga akan hubungan mereka.


Danu memanggil Alia untuk mengajaknya untuk berdansa lagi. "Alia acaranya kan belum selesai kenapa berhenti?"


"Ngak Danu, kita datang kesini bukan untuk dansa kan? kasian Sinta dan Jodi aku gak bisa dansa lagi." Alia beranjak pergi menemui Sinta.


"Hem, sayang sekali padahal hadiah nya lumayan gede kalau memang season keduanya," ucap Danu.


"Itu gak penting banget, aku memikirkan perasaan Sinta. Lagian aku udah capek juga," jelas Alia.


"Ya sudah, ayo kita samperin Sinta dan Jodi." ajak Danu akhirnya pasrah dengan keputusan Alia.


"Kalian kok berhenti sih dansanya? kan belum selesai. Aku yakin banget kalian pasti menang tadinya."

__ADS_1


"Gak penting juga harus menang itu cuma hiburan aja. Aku capek nih, aku duduk-duduk dulu ya," ucap Alia mencari tempat duduk.


"Iya silahkan," sahut Sinta.


"Mas permainan dansa mu bagus banget, aku bangga padamu. aku bahkan tidak menyangka ternyata suami aku pintar berdansa," puji Sinta sambil tersenyum menatap Danu.


"Biasa aja kok, kalau kamu mau ayo kita dansa lagi," ajak Danu yang masih belum puas.


Alia merasa iri melihat kemesraan mereka berdua Danu merangkul Sinta dan mengajaknya berdansa lagi. Jodi memandangi mereka dari jauh timbul rasa cemburu di benaknya melihat pasutri itu berdansa.


"Sinta Seandainya aku jadi Danu alangkah bahagianya hatiku bisa dapatkan cintamu yang tulus. Tapi aku melihat Danu sepertinya biasa saja, aku tidak melihat adanya cinta dimata Danu untuk mu. Entah aku yang salah atau cuma sekedar hanyalanku saja. Aku melihat Danu tidak mencintaimu Sinta. Tapi sudahlah aku tidak berhak mencampuri urusan mereka." batin Jodi.


Danu dan Sinta memulai berdansa Sinta tidak terlalu lincah gerakannya bahkan sangat kaku dan selalu salah ia tidak sehebat Alia Danu jadi kurang keseimbangan ia pun menghentikan gerakannya. Sinta merasa malu di perhatikan para tamu ia pun mengajak Danu pergi.


"Sinta gerakan kamu kok kaku gitu sih?" bisik Danu.


"Maaf Mas, aku memang tidak bisa dansa." Sinta jadi malu.


"Gak apa-apa lah. Kita kan cuma iseng Mas." Sinta menutupi rasa malunya.


"Kenapa gak bilang, kalau gak bisa dasar sotoi!" cibir Danu pada istrinya.


*Apa kamu malu punya istri seperti aku Mas?" Sinta tampak sedih.


"Ngomong apa sih, aku tidak malu kok aku cuma bercanda kali. Gitu aja baper ... ya udah kita gabung sama Jodi dan Alia aja," Danu menghibur Sinta yang berkecil hati.


Belum sampai di tempat duduk Alia dan Jodi menertawai mereka.


"Gerakan kalian kaku banget sih, apalagi Sinta kayak robot aja. Sama sekali gak ada lembut-lembutnya, hahahaha." Jodi tertawa Alia ikut tertawa.

__ADS_1


"Oke gak apa-apa tertawa aja, sepuas kalian!" Sinta ngambek ia jadi cemberut.


"ada yang ngambek tuh," goda Jodi.


"Maaf Sinta gak bermaksud ledekin kamu kok cuma bercanda saja," ujar Alia merayu.


"Iya aku tau kok, ya sudah kita pulang aja yuk ... aku malu di sini." pinta Sinta.


"Masa pulang sih, ini kan masih awal," sambung Jodi yang tidak mau malam itu cepat berlalu karena ia senang di temani Alia.


"Ya sudah gak apa-apa kita lanjut aja, bentar lagi kita pulang," sahut Danu.


"Kita happy-happy saja dulu ngapain buru-buru pulang," ucap Jodi.


"Dia sih enak bos gak perlu kerja kalau aku harus nguli besok," sambung Danu.


"Emang gak libur? besok kan hari minggu."


"Oh iya kok aku sampe lupa sih ...!" Danu menepuk jidatnya.


"Saking pikunnya maklumlah orang tua," cibir Jodi pada Danu.


Danu jadi kesal ia pun membalas sindiran Jodi.


"Dari pada kamu jomblo, enakan orang tua." Danu tertawa sambil melirik Alia yang ikutan menertawai dia. Walau ia juga tersinggung dengan ucapan Danu karna dia juga jomblo tapi Alia bersikap biasa saja.


"Aku bahagia sekali malam ini bisa melihat kamu tertawa Alia dan aku bahagia banget bisa berdansa dengan mu seperti tadi. Rasanya aku tidak ingin malam ini berlalu, ini adalah malam terindah dalam hidupku Alia karena bisa bersamamu bisa melihat mu tertawa, itulah kebahagiaan ku Alia," ucap Danu membatin


"Danu kok bengong!" Jodi menyenggol pundak Danu.

__ADS_1


"Nggak bengong kok, aku cuma liatin orang-orang itu," tunjuk Danu beralasan.


Alia dan Sinta asyik bercerita tapi Danu dan Jodi seperti tom and Jerry saling mencibir dan saling meledek. Begitu lah keduanya jika bertemu selalu tidak akur tapi mereka saling mempercayai satu sama lain dan slalu care.


__ADS_2