Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Danu di kerjain


__ADS_3

Bukan cuma dirinya yang merakan itu Lisa juga merasa curiga dengan kesamaan itu tapi Danu selalu tidak mempercayai itu ia menganggap nya kebetulan saja sekarang semua kecurigaan itu terungkap.


Saat itu juga Danu menghubungi Alia. Tapi tidak bisa tersambung kan mungkin Alia sudah memblokir nomornya, ia pun segera menelpon Sinta meminta untuk menemuinya. Ia akan menggunakan nomor Sinta untuk menghubungi Alia.


Secepatnya Danu pergi kekantor Sinta ia meminta ijin untuk memakai ponselnya.


Sinta kaget melihat sikap Danu yang aneh itu. Danu langsung pergi menjauh dari Sinta. Sinta hanya melongo melihat tindakan Danu dan pasrah memberikan ponselnya.


Danu pun langsung menelpon Alia. Alia langsung merespon panggilan itu karena dikiranya Sinta.


📞"Halo Sinta ada apa? tanya Alia.


📞"Alia kita harus ketemu, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu dan ini soal ayah Bayu," ucap Danu langsung.


Alia kaget kenapa Danu tiba-tiba meminta bertemu dan mengatakan soal itu ia pun jadi curiga. Sebenarnya Alia menolak namun Danu memaksanya untuk segera mengirimkan alamatnya. Akhirnya ia memberikan alamat pada Danu. Danu mencatat alamat rumah Alia di tangan nya dan akan segera menemuinya.


Selesai menelpon Danu menghapus panggilan masuk dari ponsel itu, agar Sinta tidak curiga bahwa ia barusan menelepon Alia. Danu pun mengembalikan ponsel itu pada Sinta, setelah itu ia pun pamit. Sinta yang keheranan hanya bisa diam memandangi kepergian Danu yang tampak buru-buru itu.


Sebenarnya apa yang terjadi pada Danu... kenapa ia meminjam ponselku dan menelpon siapa yang di telpon Danu ya... aku jadi penasaran ingin mengikutinya tapi bagaimana dengan pekerjaan ku. Ah masa bodoh aku harus menyusul Danu.


Sinta bergegas pergi dan meninggalkan pekerjaannya.


Sebelumnya ia menelpon Jodi pamit akan keluar sebentar Jodi pun mengijinkannya.

__ADS_1


"Sinta ada-ada saja, pekerjaan nya masih menumpuk dia malah pergi. Terpaksa deh aku sendiri yang kerjain. Andai kau bukan perempuan yang aku cintai sudah lama ku pecat kamu dari pekerjaan ini Sinta kamu selalu lupa tugas sibuk dengan si Danu mu itu.


"Kapan aku akan lapas dari belenggu ini? semakin hari Sinta semakin mencintai suaminya tidak mungkin aku bisa dapatkan Sinta lagi karna seluruh cintanya sudah dimiliki Danu. Danu egois kenapa semua yang aku suka Danu selalu memilikinya. Sejak kecil aku mencintai Sinta tapi setelah beser ia memilih Danu padahal aku yang selalu ada buat nya. Nasibku sungguh miris kapan aku bisa mengakhiri semua ini Tuhan...?" Jodi meratapi nasibnya.


Sinta sudah pergi menyusul Danu dan Sinta dapat mengejar mobil nya.


Di perjalanan Sinta mengikuti kemana pun mobil Danu untungnya Danu tidak tau kalau Sinta mengikutinya dari belakang. Sepanjang perjalanan Sinta mengikuti Danu dengan diam-diam.


Mereka sudah berjalan selama 2 jam tapi Sinta tidak melihat tanda-tanda Danu akan berhenti.


"Sebenarnya Danu mau kemana sih, aku sudah capek mengikutinya jika aku pulang sudah tanggung berjalan sejauh ini masa mau balik dan membiarkan rasa penasaranku ini? pokok nya aku tidak akan menyerah aku harus bisa mengikuti Danu sampai tujuannya." tekad Sinta menguatkan dirinya.


Danu ngebut Sinta pun ikut ngebut, Danu pelan Sinta juga pelan namun Sinta selalu jaga jarak dengan mobil Danu agar ia tidak mengenali mobilnya. Tiba-tiba Danu singgah di sebuah kafe. Sinta pun ikut singgah ia turun dengan diam-diam. Sinta kira Danu akan menemui seorang.


Setelah beberapa lama ia terus mengamati Danu tidak ada orang yang menemui Danu ia cuma makan sendiri dimeja makan itu.


"Jadi Danu jauh-jauh pergi ke sini hanya untuk makan? ini sungguh keterlaluan. Aku jadi lapar melihatnya. Seandainya aku bisa ikut makan...," keluh Sinta yang merasa lapar ia memegangi perutnya.


"Ini tidak boleh terjadi, aku juga ingin makan sepertinya makanan di sini enak-enak. Sinta pun memesan makanan tapi di bungkusnya ia makan di mobil karena takut Danu melihatnya.


Setelah beberapa lama Sinta sudah selesai makan dan Danu sudah tampak keluar dari kafe dan masuk ke mobilnya lagi.


"Danu mau pergi lagi? ini gila, sebenarnya mau kemana dia...?" Sinta terpaksa mengikutinya lagi.

__ADS_1


Padahal dia sudah sangat lelah tapi ia tidak mau membiarkan Danu bebas. "Aku harus tau dia mau kamana dan mau ngapain! walau aku sudah capek aku harus mengikutinya." Sinta manarik nafas dan lanjut jalan mengikuti Danu.


Danu terus berjalan Sinta juga terus mengikutinya hingga Danu berhenti di sebuah rumah mewah dan besar. "Itu rumah siapa?" Sinta terpukau melihat kemegahannya. "Danu mau ngapain ya kerumah besar itu?" tanya Sinta pada dirinya sendiri ia yang sudah kelelahan sudah tidak kuat lagi untuk bangun ia mengintai dari kejauhan. Rasa penasaran semakin menggebu-gebu sebenarnya ia ingin mengikuti Danu turun tapi ia kuatir Danu akan melihatnya. Lisa sudah beberapa kali menelpon Sinta sudah risih tapi ia masih mau mengintai Danu ia tidak mau beranjak sebelum mengetahui apa yang akan di lakukan Danu di tempat itu.


Hari sudah semakin gelap Danu masih berdiri di depan rumah itu tuan rumah belum membuka pagar untuk Danu. Di situ ada satpam yang asik main ponsel Danu pun bertanya.


Apa ini benar rumah Alia. Satpam yang sudah di beritahu Alia itu tidak mau menjawab pertanyaan Danu ia berpura-pura bisu agar Danu susah mengajaknya komunikasi. Alia yang melihat di CCTV-nya tertawa saat melihat Danu kesulitan mengartikan ucapan satpam yang pura-pura bisu.


Danu merasa dongkol tidak bisa mendapat info dari satpam. Akhirnya ia menelpon Alia. Alia pun mengangkatnya.


📞"Alia apa kamu telah bohongi aku lagi?" tanya Danu dengan nada emosi.


Alia tertawa dalam hati. "Apa maksudmu Danu?"


📞"Ini alamat yang kau beri palsu, aku sudah berada di depan rumah besar apa ini rumah mu? kenapa kamu mengerjakan satpam bisu aku tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Alia tolong aku sudah berjalan sejauh ini tapi kenapa kamu mempermainkan aku?" Danu memanas.


Alia tidak mampu menahan tawanya itulah akibatnya Danu kamu sudah buat aku sakit hati selama ini dan inilah balasannya aku tidak akan pernah mau keluar menemui mu emang enek bicara sama orang bisu. Ha-ha-ha, Alia tertawa sendiri.


📞"Alia...! apa kamu sudah gila cikikikan sendiri, aku sedang mengajakmu bicara Alia! kenapa kamu malah tertawa. Kamu benar-benar keterlaluan Alia!" cetus Danu sudah emosi karena sudah di kerjain oleh Alia.


📞"Sadarlah Danu! siapa yang sudah keterlaluan selama ini, apa kamu tidak menyadari bahwa selama ini aku sangat tersiksa karna mu!" Alia ikut mencetus.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2