
Satu Minggu telah berlalu saat Alia meninggalkan Bayu. Rasanya hidupnya terasa hampa untung ada Arif yang selalu menghiburnya dan selalu menguatkannya. Masalahnya dengan Danu sudah selesai ia pun memutuskan untuk menerima lamaran Arif.
"Alia apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?" tanya Arif masih ragu.
"Iya aku yakin Rif, tapi aku minta tolong padamu jangan pernah kecewakan aku dan kamu harus janji akan jadi Suami yang baik selama pernikahan kita," pinta Alia.
"Iya aku janji Alia. Aku tidak akan menyakiti hatimu dan akan selalu berusaha membuatmu terseyum bahagia," ucap Arif berjanji.
Alia terseyum mendengar ucapan Arif walau ia masih ragu apa ia bisa memberikan hatinya pada Arif seutuhnya ia akan berusaha untuk belajar menerima Arif pria yang selalu ada bersamanya selama ini dalam keadaan terpuruk karena kehilangan anak. Arif senantiasa memberi dukungan fisik dan mental pada Alia hingga ia lebih bersemangat dalam hidupnya dan Alia bisa bangkit dari keterpurukannya itu berkat Arif yang dengan sabarnya menjadikan Alia pribadi yang lebih baik lagi.
Tante Helda mama Arif sudah menyetujui hubungan mereka. Semua keluarga sudah sepakat akan melangsungkan pernikahan Alia dan Arif secepatnya. Pemihakan akan di gelar secara besar-besaran mereka akan melangsungkan pernikahan di sebuah gedung yang mewah berbintang lima gedung yang cukup terkenal di kota itu.
Sebelum acara itu digelar, Alia dan Arif pergi ke panti-panti untuk bagi-bagi berbagai macam hadiah. Alia dan Arif sama-sama memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka selalu menyisihkan setiap rejeki mereka untuk orang-orang yang kurang beruntung hingga masyarakat luas banyak mengenal mereka dari pelosok sampai ke kota nama Alia dan Arif banyak dikenal sebagai dermawan yang berhati mulia tanpa pamrih.
Danu juga ikut tau saat itu, Alia juga pernah datang ke kampus-kampus untuk mencari mahasiswa yang mungkin mau terjun di bidang sosial berkerja di panti Arif. Mereka yang tertarik bisa jadi karyawan dan juga dosen di sana.
Danu diam-diam jadi tau siapa Alia. Ternyata dia bukan orang biasa. Danu merasa bangga mengetahui semua itu.
Setelah beberapa minggu mempersiapkan acara amal dan mempersiapkan semuanya, acara pernikahan Alia dan Arif pun telah tiba.
Arif sibuk sana-sini mengarahkan semua karyawannya sedangkan Alia juga sibuk mengurusi anak asuhnya yang sudah ratusan orang. Saat itu pula ia sibuk mencari orang untuk bekerja di Pantinya menggantikan dia untuk sementara waktu.
Tante Helda dan Buk Sarifah lah yang urusin pernikahan mereka. Mereka jadi bingung dengan sikap Arif dan Alia yang lebih mengurusi masalah pekerjaan mereka dari pada pernikahan mereka. Semua diurus Bik Sarifah dan Tante Helda dari menyebarkan undangan, resepsi, dekorasi sampai pada gaun pengantin pun mereka yang urusin.
__ADS_1
Saat itu Buk Sarifah mengajak Alia untuk pergi mencoba gaun pengantin yang cocok Alia pun menjawab.
"Pilih saja sesuai keinginan Bibik, karena alia yakin pilihan Bibik adalah pilihan terbaik. Alia tidak mempermasalahkan gaun pengantin itu Bik," ujar Alia.
"Tapi Non, Bibik tidak tau keinginan Non."
"Ambil saja 2 atau 3 yang terbaik dari semuanya Bik. Bawa kerumah dan biarkan alia yang memilihnya."
"Baiklah kalau gitu, Bik Sarifah pun pergi sedangkan Alia pergi bersama Arif saat itu mereka menggelar acara Amal di desa-desa.
Berita pernikahan mereka sampai pada Danu dan Sinta mereka kaget ternyata Dermawan yang selalu sebut-sebut orang-orang itu adalah Alia dan Calon suaminya berita itu tersebar di seluruh media.
"Mas Danu coba kau lihat ini Alia kan?" tanya Sinta membawa koran berisi kabar berita dari mereka.
"Iya Sin. Aku sudah lama mengetahuinya."
"Buat apa? toh, kamu juga akan tau sendiri kan?" sahut Danu.
"Iya juga sih Mas, mereka kan sedang viral-vitalnya. Entah kenapa aku jadi bangga pernah jadi sahabat Alia," ucap Sinta terseyum.
Pembicaraan mereka di dengar Lisa.
Lisa pun jadi malu sendiri karna pernah meremehkan Alia bahkan ia pernah menghina Alia.
__ADS_1
Danu juga ikut bangga dan bahagia melihat Alia sukses dan namanya viral dimana-mana. "Makasih Tuhan engkau sudah memberikan Alia nama yang besar dan di kenal sebagai orang baik sebagai mantan aku ikut bangga apalagi dia adalah ibu dari anakku," ucap Danu dalam hatinya ia pun tersenyum penuh kebahagiaan.
Lain hal nya lagi dengan Lisa ia tidak suka mendengar berita viral itu ia mematikan TV saat ada siaran yang menyiarkan berita tentang Alia.
"Semua tentang dia! gak di koran, di tv semua tentang dia. Apa hebatnya sih dia, paling itu juga karena ingin cari sensasi saja. Biasalah wanita tidak tau diri itu kepengen viral. Aku gak yakin mereka tulus pasti ada udang di balik batu," ucap Lisa tidak suka.
Saat itu Sinta dan Danu mengajak Bayu main ke rumah orang tuanya. Saat mereka sedang berkumpul bersama saat itu mereka mengobrol dengan ke dua orang tua Sinta, Pak Arman dan Buk Sasmita istrinya sedang menonton televisi. Tiba-tiba di salah satu Chanel TV yang mereka tonton menyiarkan berita viral lagi, yaitu tentang acara amal yang di gelar pengusaha kaya dan pemilik panti yang terkenal dengan kedermawanannya yaitu Alia dan Arif yang saat itu tengah naik daun.
"Anak ku Alia...!" ucap Pak Arman kaget dan tidak menyangka kalau anaknya tengah viral.
Sontak Sinta kaget mendengar ucapan ayahnya.
"Anak? Apa maksudnya Yah...?" Sinta keheranan.
Pak Arman menunduk. "Sebenarnya Ayah punya anak perempuan selain kamu Sinta."
"Apa siapa dia Ayah?"
"Dia," tunjuk Pak Arman, kepada Alia yang tengah di wawancarai saat itu di televisi dalam kegiatan amal yang dilakukannya di pelosok-pelosok desa.
Sinta histeris dan shok. Ia tidak menyangka ternyata Alia adalah Kakak tirinya. Pak Arman menceritakan semuanya tentang masa lalunya bersama Melinda ibu Alia. Danu pun kaget setengah mati sedangkan Sasmita mama Sinta tidak suka mendengar berita hari itu dan ia sangat marah saat Pak Arman menceritakan semuanya di depan anak dan menantunya apalagi saat itu ada Bayu. Bayu juga telah mengetahui hal itu kalau Mamanya dan Tantenya itu adalah saudaraan.
Bayu tampak senang akhirnya ia bisa dekat lagi dengan Tante kesayangan nya Alia. Dari awal Bayu sudah mengetahui kalau Alia adalah ibu kandung nya tapi semua itu belum di perjelas oleh kedua orang tuanya, Alia juga tidak pernah memberitahukan kepadanya kalau ia adalah ibu kandungnya sehingga Bayu tampak biasa saja karna ia pun masih belum mengerti apa arti itu semua. Baginya Alia adalah wanita teristimewa itu saja yang di ketahuinya dan ia sangat menyayanginya dan sebaliknya.
__ADS_1
Besok pagi pernikahan Alia akan di gelar Pak Arman akan pergi dan Sinta juga mau ikut pergi.
"Kalian tidak perlu ikut, kalian kan tidak di undang jika perempuan itu memang menganggap kamu sebagai Ayahnya ia pasti akan mengundangmu mu. Arman... Arman kasihan sekali nasib mu seorang Ayah yang tidak di anggap," cibir Sasmita penuh kedengkian.