
Lembaran demi lembaran di buka Alia ia membaca buku diary mamanya tidak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Alia tidak dapat menahan kesalnya ia terus membaca sampai ia mengetahui semua masalah mamanya.
Ia tidak menyangka mamanya memiliki masalah Sebesar itu sampai ia cerai dengan papanya. Saat mamanya masih mengandung. Papanya telah berselingkuh dengan seorang wanita yang bernama Sasmita. Semua di tulis mamanya di dalam buku diary nya itu dari masa pacaran sampai pada akhirnya hubungan mereka hancur oleh karna kehadiran orang ketiga.
Alia juga melihat foto dirinya di masa kecil dalam sebuah album yang bertuliskan Putri kesayangan Mama. Di dalam album itu banyak kenangan manis bersama mamanya dari saat lahir sampai ia dewasa. Dan di sebuah diary sampai Alia kabur dari rumah semua di tulis di situ. Album itu seakan menjadi rekanan setiap peristiwa tercatat rapi di setiap lembaran nya. Alia tidak mampu menahan tangisnya ia menagis sepuas hatinya mengenang masa lalu bersama mamanya dan mengetahui betapa mamanya tersiksa dengan kepergian nya. Di dalam diary itu juga ada permintaan maaf mama nya yang sengaja membuang anak Alia karna ia tidak mau mengotori nama baik nya dan keluarganya.
"Alia sudah lama memaafkan Mama, Alia juga minta sama Mama karena Alia Mama jadi jatuh sakit Alia sangat berdosa pada Mama ...," lirih Alia.
Alia menutup album itu dan menyimpan nya lagi. Ia pun masuk ke toilet membersihkan diri. Deringan ponsel membuat nya tersentak ia pun mengakhiri ritual mandinya dan segera keluar dari toilet dan mengangkat ponselnya.
"Hah, ternyata panggilan dari Arif" desahnya.
"Halo Rif ada apa?" tanya Alia.
Alia cepetan turun ...! aku sudah siap akan berangkat."
Apa kamu masih belum pulang Rif? ini kan sudah hampir sore.
Gimana aku mau pulang kamu nya aja belum turun aku gak bisa tanpa melihatmu Alia ...
"Ya ampun Arif, sampai segitunya, ya sudah aku turun nih ...!" Alia menutup ponselnya.
__ADS_1
"Arif ada-ada saja, kenapa dia seperti itu? aku tidak habis pikir dengan sikapnya," ujar Alia sendirinya.
Alia pun turun menemui Arif.
"Hay ... akhirnya kamu turun juga matahari ku," ujar Arif menggoda Alia.
"Astaga, kenapa Arif semakin aneh aja ...!" Alia memasang muka malasnya.
"Alia aku akan pulang, jaga dirimu baik-baik yah. Aku akan segera kembali ...!" ujar Arif sambil mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengannya.
"Kamu juga hati-hati di jalan." Alia berpesan.
Sekilas ingatan terlintas saat pertama kali bertemu Danu. Sebenarnya Alia ingin mendatangi tempat dimana pertama kali bertemu itu. Tapi, Alia lupa arahnya ia berusaha mengingatnya. Suatu saat nanti ia akan pergi ketempat itu lagi untuk mengenang masa lalunya bersama Danu. Walaupun semalam namun ia tidak melupakannya seumur hidupnya. Nama Danu masih terukir di hati Alia.
Alia kembali ke kamarnya lagi ia pamit pada anak-anak yang ada di situ. Bik Sarifah hanya memandang diam pada Alia membiarkan Alia pergi.
Ditempat lain.
Malam itu saat Danu duduk-duduk di teras rumahnya sedang menikmati suasana malam yang hening. Sinta sedang menidurkan Bayu, ia menyendiri di luar karna belum bisa tidur. Lisa pun mendatanginya.
Saat itu Danu tengah sibuk dengan pikirannya.
__ADS_1
"Kenapa belum tidur?" ucap Lisa tiba-tiba.
"Mama? belum tidur juga?" ucap Danu setengah kaget.
"Belum, mama gak bisa tidur memikirkan hasil tes itu. Apa kamu sudah mengambilnya?" tanya Lisa.
Ya Tuhan aku harus jawab apa pada Mama kertas itu sudah hancur di sobek Alia. Danu membatin ia merasa gelisah dan kebingungan.
"Danu ... kenapa kamu diam?" selidik Lisa.
"A- iya Ma, danu sudah pergi kerumah saki itu. Tapi, hasil tesnya belum keluar Ma, danu juga tidak tau apa sebabnya." jelas Danu.
"Ya sudah, biar mama yang datangi ke rumah sakit itu lagi." cetus Lisa.
"Jangan Ma, biar danu saja. Mama di rumah saja ya, besok pagi danu kesana lagi." Danu merayu mamanya agar tidak marah padanya.
"Baik lah, mama tunggu!. Jika tidak juga, maka mama yang akan pergi. Gimana sih kerja ya gak becus kita sudah mengeluarkan uang banyak Danu. Jika tidak ada hasil tes itu. Maka mama akan menuntut dokter itu." Lisa berisi keras.
"Jangan konyol Ma, dokter pasti memberikan hasil tes itu kok. Cuma kan belum keluar mungkin dokter nya lagi sibuk atau sedang tidak ada di tempat kita tidak tau kan apa halangan nya," Danu meredakan emosi mamanya.
Lisa meninggalkan Danu tanpa pamit ia merasa dongkol karena Danu membuatnya menunggu tiada kepastian. Lisa tidak sabar lagi untuk mengetahui apa benar Alia itu ibu kandung Bayu. Jika terbukti bukan maka Lisa akan melaporkan Alia pada polisi dengan tuduhan sudah berniat jahat pada Bayu dan sudah melakukan penculikan beberapa kali.
__ADS_1