Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Suprise buat Alia


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kalau diriku masih punya seorang Ayah, kenapa Mama menyembunyikan semuanya dari ku. Mama tau kah kamu saat ini aku sangat rindukan Mama. Aku ingin meluapkan semua masalah yang terjadi selama kepergian mu Mama ... Alia gak kuat Ma ...," lirih Alia sambil menagis memandangi foto almarhum mamanya.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


Terdengar suara orang mengetuk pintu kamarnya. Alia tersentak dan menghapus air matanya yang terus mengalir.


"Siapa?" tanya Alia bersuara serak.


"Ini aku Arif Alia ..." jawabnya.


"Oh, ada apa Rif?" tanya Alia dari dalam kamarnya.


"Apa kamu baik-baik saja Alia? kenapa dari tadi kamu tidak keluar kamar, anak-anak menunggumu Alia ... Apa kamu sakit?" tanya Arif.


"Tidak Rif, aku cuma kelelahan saja. Setelah seharian berada dalam mobil kemarin badan ku sakit semua," ucap Alia beralasan.


"Oh begitu, maaf sudah mengganggu. Alia hari ini aku akan pulang tolong keluar dong ... aku ada sesuatu buat mu ...!"


"Nanti saja Rif, aku mandi dulu ...," sahut Alia.


"Ya sudah aku tunggu di bawah ya ...," Arif pun pergi dari kamar Alia melanjutkan pekerjaan ya lagi membantu Bik Sarifah menemani anak-anak.


Saat Arif bermain bersama anak-anak. Alia sudah selesai mandi dan ia sudah turun ke bawah ia menuruni anak tangga dengan langkah kaki yang berat. Rasanya ia tidak mau jalani hari-harinya ia tampak tidak semangat. Apalagi akhir-akhir ini masalah selalu saja muncul dalam hidupnya membuatnya tidak semangat dan banyak pikiran.


Saat ia sudah merasa tenang, ada-ada saja kejadian yang membuat nya berpikir lagi. Seperti kejadian semalam tiba-tiba saja ada orang yang mengaku ayahnya meski orang tua semalam sudah membuktikan dirinya benar-benar ayah nya, tapi Alia masih meragukannya ia tidak bisa percaya begitu saja pada orang apalagi ia baru saja kenal dengan orang itu. Mungkin saja dia ingin menipu.


Alia menarik napas dalam dan mengeluarkan secara perlahan. Alia tidak mau orang tau kalau dirinya sedang dilanda masalah dan larut dalam kesedihannya. Ia pun melupakan sejenak pikirannya itu dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


Alia pergi menemui anak-anak yang asyik bermain dengan Arif di halaman rumah. Alia terseyum memperhtikan gaya Arif yang lucu ia paling bisa buat anak-anak tertawa.


Alia pun mendekat, "Hay semuanya ... lagi main apa sih?" tanya Alia.


"Kakak," ucap salah satu dari mereka. Sontak anak-anak berlari ke arah Alia.

__ADS_1


"Kakak Alia ...," teriak anak-anak.


"Kalian sedang main apa?" tanya Alia.


Kami sedang main tebak-tebakan Kak, siapa yang kalah ia harus di hukum berlari mengelilingi lapangan sambil bernyanyi.


"Oh baguslah biar sekalian olah raga," ucap Alia terseyum.


Arif memandangi wajah Alia yang tampak sembab seperti habis menagis suara Alia juga terdengar serak. "Alia kenapa ya kok seperti habis menangis," tanya Arif pada dirinya sendiri.


Alia ikut bermain dengan anak-anak Arif pun mendekati Alia.


"Alia? akhirnya kamu turun juga. Aku sudah lama menunggumu. Aku ada sesuatu buat kamu Alia. Sini ...!" Arif menarik tangan Alia.


"Maaf ya anak-anak, pinjam Kakak Alia ya dulu ...," pamit Arif pada anak-anak.


"Apaan sih Rif, pake tarik-tarik tangan segala ...!" cetus Alia tidak suka.


"Sini, aku ingin menunjukan sesuatu padamu," ucap Arif mengajak Alia masuk menuju sebuah ruangan.


Setelah Arif membuka pintu ruangannya, Alia kaget melihat ruangan itu.


"Suprise ...," ucap Arif.


Tampak ruangan itu bagai ruang pengantin. Baru saja Arif menghias ruang kerja Alia dengan bunga-bunga cantik dan aksesoris lain nya ternyata ia telah mendekorasi ruangan Alia sendiri.


"Ini apa-apaan sih Rif, siapa yang mau menikah?" tanya Alia bingung.


"Ini ruangan barumu apa kamu suka?" tanya Arif.


"Ya ampun Arif, apa kamu kurang pekerjaan ya? bisa-bisanya mendekorasi ruangan ini untuk apa?"


"Kamu suka atau tidak? Aku sengaja buat ini agar hari-hari mu lebih menyenangkan Alia. Jika kamu berada di tengah-tengah bunga yang cantik-cantik ini maka kamu akan terlihat lebih cantik lagi. Aku ingin hatimu ikut berbunga-bunga seperti ruangan ini ...," Arif tabjub melihat hasil dekorasinya.


Accing ... accing ... Alia bersing-bersing.


"Alia kamu kenapa?" tanya Arif kuatir.

__ADS_1


"Ini bau apa sih Rif! bau nya menyengat banget aku tidak tahan," Alia terus bersing-bersing.


"Ini adalah bau parfum cinta Alia, aku mendapatkan dari seorang ahli cinta, yang katanya jika memakai parfum ini akan menjadi lebih semangat dan hari-hari kita akan penuh dengan cinta. Aku ingin kamu selalu menghadirkan cinta di hidupku Alia ... ," ucap Arif menatap Alia.


"Lama-lama aku bisa gi*a, jika kamu seperti ini terus Rif, aku tidak sanggup benar-benar tidak sanggup. Plis jangan siksa aku seperti ini Rif ... aku tidak suka semua cara mu ini ... aku muak aku ingin muntah apalagi mendengar ucapan-ucapan mu yang konyol itu ...!" Alia pergi meninggalkan Arif.


Arif merasa sedih, "Alia maafin aku jika kamu tidak suka ya sudah lah ...," Arif pun ikut pergi menemui anak-anak kembali. Arif kecewa dengan sikap Alia yang tidak menerima usahanya untuk menyenangkan hatinya.


"Bang Arif ayo main lagi biar seru," ucap salah satu anak. Arif terseyum kearah anak itu. "Apa aku boleh ikut main?" tanya Alia tiba-tiba.


Arif pun tersenyum kembali melihat Alia menghampirinya. Mereka pun bermain bersama Alia meminta maaf pada Arif, Arif pun memaafkan nya.


"Alia aku merasa senang kamu bisa bergembira lagi. aku ingin kamu selalu tersenyum padaku. Jika kamu terseyum kamu tampak lebih cantik dan aku semakin cinta padamu ... Alia ...," ujar Arif.


"Dasar gombal! bayak rayuan maut mu. Aku tidak percaya semua ucapanmu Rif, lebih baik aku percaya pada orang gi*a dari pada kekamu, karna semua ucapanmu itu hanyalah bualan semata." cetus Alia.


"Aku bicara dengan tulus Alia, percayalah ...,!"


Arif pun melamun sambil memandangi wajah Alia sedang marah ia yang memang tampak cantik Arif semakin terpesona.


Baru kemarin bersikap manis sekarang kumat lagi judes nya. Alia ... Alia ... kamu semakin membuatku penasaran saja. Bagaimana bisa aku menjauh dari mu Alia, sehari tidak melihat mu dunia ku terasa hampa bagaikan ruangan tanpa udara. Dirimu selalu bisa membuatku tersenyum walaupun kau bersikap judes tapi aku tidak peduli aku harus bisa meluluhkan hatimu.


"Bang Arif tangkap bolanya ...," ucap salah satu anak laki-laki yang saat itu bermain bola.


Bruk...! bola mendarat di wajah Arif yang masih asyik melamun.


"Aduh ...! Arif menjerit.


"Maaf Bang Arif tidak sengaja," anak itu hampir menangis katakutan takut Arif marahin ia berlari ke arah Arif meminta maaf.


Arif pun menghampiri anak itu dan menenangkan nya.


"Rasain tuh kena timpuk bola, jadi orang lebay banget sih! bola aja marah apalagi aku ...," cibir Alia dalam hatinya, sambil tertawa.


"Jangan takut begitu bang Arif gak marah kok ...," ucap Arif. Anak itu memeluk Arif Alia memandang haru. "Ternyata Arif orang nya penyayang juga sama seperti Danu ...," ucap Alia.


Danu juga sangat menyayangi anak-anak pikiran Alia jadi melayang teringat pada Danu.

__ADS_1


__ADS_2