Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
BAB 9


__ADS_3

Setelah bersih-bersih, perut Anna berbunyi karena sangat lapar padahal di mobil tadi ia mengatakan bahwa dirinya tidak lapar kepada Naufal.


Anna pun turun dan mengarah ke dapur, ia melihat Naufal sudah duduk di meja makan.


"ayo kemari, kamu pasti lapar kan?" ucap Naufal


lah kok dia tau gue lagi laper, jangan2 dia dukun kali yah


batin Anna sambil turun mendekati meja makan


"Loh bapak udah bersih-bersih?" tanya Anna yang melihat Naufal sudah berganti pakaian dengan rambut yang sedikit basah


"iya udah" jawab Naufal


Naufal mengambil nasi, lauk pauk yang sudah di masak Mbo tadi dan memberikan kapada Anna.


"makan yang banyak yah" kata Naufal


Anna yang melihat tingkah Naufal senyum-senyum dalam hatinya. Anna pun langsung membaca doa dan melahap makanan yang diberikan Naufal barusan.


"laper atau doyan neng" ejek Naufal


"hehe laper pak" jawab Anna senyum malu

__ADS_1


"Sayang, bisa gak kata 'pak', 'bapak' diganti jadi 'sayang' 'beb' aja?" ucap Naufal tiba-tiba yang membuat Anna tersendak


" huk huk huk huk" sendak Anna mendengar yang Naufal katakan barusan


"nih nih nih minum dulu airnya, kamu sih kalo makan itu pelan2 aja" kata Naufal sambil memberikan gelas berisi air kepada Anna


" itu kata-kata bapak barusan buat saya tersendak" ucap Anna sambil memukul pelan dadanya


"lah kok kata-kata saya sih" jawab Naufal


"udah deh pak ga usah dibahas, tuh mending bapak makan keburu dingin loh pak" perintah Anna


Setelah makan keduanya naik ke kamar, Anna yang berjalan menuju ke arah ranjang mengambil bantal kepala dan juga bantal guling beserta selimut dan menaruhnya di sofa. Naufal heran melihat yang Anna lakukan.


"mau tidur pak" jelas Anna


"kenapa di sofa? kamu mau malam pertama kita di lakuiin di sofa yah hehe" ucap Naufal sambil senyum nakal


"ih pikiran bapak mesum ihhh" teriak Anna kesal dengan pikiran suaminya itu


"untuk malam ini aku tidurnya disofa aja yah pak soalnya belum terbiasa tidur dengan orang lain pak" sambung Anna


"gak, sekarang kembali ke ranjang" suara keras Naufal keluar membuat Anna takut

__ADS_1


Anna pun menjadi takut karena suara Naufal tidak seperti biasanya. Anna pun kembali ke ranjang dan mulai membaringkan tubuhnya berlawanan arah dengan Naufal.


"Sayang, udah tidur?" terdengar suara Naufal memanggil Anna


Tidak ada jawaban dari Anna, sebenarnya Anna belum tidur ia hanya kesal dengan Naufal yang membentaknya tadi. Naufal membalikkan tubuhnya menghadap ke Anna.


"Sayang, kalo kamu belum siap dengan ini semua aku akan menunggumu sampai kau siap" bisik Naufal ditelinga Anna


Anna yang merasa geli karena nafas Naufal seakan menggelitik telinganya membuatnya berbalik sehingga ia saling bertatapan dengan Naufal.


tahaaan Fal tahaan, oh Tuhan kok cantik banget sih, gue ga bisa nahan lagi sumpaah


batin Naufal berteriak ketika ia bertatapan dengan Anna, mata cokelat Anna, bibir merah muda alami Anna yang sexy membuat Naufal langsung menancapakan bibirnya ke bibir Anna.


Anna terkejut, diapun memejamkan matanya. Bibir Naufal terus mencium bibir Anna, ia sadar bahwa Anna tidak membalas ciumannya itu. Naufal teringat ketika pertama kali ia mencium Anna, akhirnya Naufal mengigit bibir bawah Anna sehingga Anna merasa kesakitan dan berteriak.


"ahhhhh" teriak Anna kesakitan


Akhirnya Anna membuka mulut dan Naufal pun tak ingin melewatkan kesempatan itu, ia terus mencium Anna sedalam-dalamnya. Anna pun mulai kecanduan dengan ciuman Naufal dan membalas ciuman Naufal.


yesss dia membalasnya


batin Naufal

__ADS_1


Mereka pun melakukan hal itu begitu lama, lidah mereka saling berjumpa, Naufal main semakin dalam karena ia senang Anna membalas ciumannya.


__ADS_2