Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Hasil tes


__ADS_3

Mereka sudah sampai rumah saat itu sudah pukul 11 malam Alia tampak lelah. pintu di bukakan oleh Bik Sarifah. Ia kanget melihat Alia pulang dalam keadaan lusuh.


"Alia kenapa malam sekali pulangnya?" tanya Bik Sarifah.


"Begitulah Bik, mobil yang ku tumpangi menyalami masalah," ucap Alia


"Oh, begitu kasian banget Nak Alia," lirih Bik Sarifah.


"Bagiamana keadaan Kaira Bik, apa dia tidak rewel?" tanya Alia.


"Tidak sama sekali, Nak... apalagi ada Arif yang ikut bantu jagain."


Alia menoleh ke arah Arif yang tampak melempar senyuman padanya. Namun Alia membalasnya dengan tatapan geram.


Bahkan saat marah pun kamu tampak menggemaskan Alia ku Sayang... aku semakin semangat untuk mempersunting mu. Walau saat ini kamu tidak tertarik padaku, aku yakin suatu saat kamu akan jatuh di pelukanku. Arif membatin sambil memandangi wajah Alia.


"Rif telpon mu bunyi tuh!" tegur Bik Sarifah yang mendengar ponsel Arif dari tadi bunyi.


Arif pun tersentak sadar dari lamunannya. Alia menatap sinis ke arahnya ia pun pergi ke kamarnya.


Malam itu juga,


Danu merasa tidak tenang ia teringat perbuatannya pada Alia. Rasanya ia tidak mau hal itu terjadi ia sudah salah paham terhadap Alia.


Danu memarahi mamanya andai bukan mama kupastikan akan memberikan pelajaran, karena sudah membuat aku melakukan kesalahan yang fatal hampir saja aku membunuh orang karna Mama, ia tidak habis pikir kenapa semuanya bisa terjadi.


"Ini semua karna ulah Mama... kenapa Mama selalu buat ku pusing!" Danu berteriak geram hingga Sinta yang sudah tertidur terbangun.


"Mas, Mas kenapa berteriak? Apa Mas mengigau?" tanya Sinta heran.


"Em... iya maaf Sin." Danu kembali merebahkan tubuhnya membelakangi Sinta.


Sinta memeluk Danu dari belakang. Danu pun pasrah membiarkan Sinta memeluknya hingga tertidur.


🍂🍂

__ADS_1


Keesoka harinya...


Pagi itu Alia sudah bangun seperti biasa pagi itu ia siap membangunkan anak-anak asuhnya. Mereka kaget melihat Alia sudah datang.


"Kak Alia... Kak Alia sudah datang... Teman-teman bangun...! Kax Alia sudah datang," seru salah satu anak yang pertama dibangunkan Alia. Tampak anak-anak itu semangat melihat Alia ada di kamar mereka.


Alia merasa bahagia melihat anak-anak senang, mereka menyambut kedatangan Alia bersalaman satu persatu dengan Alia.


"Kalian adalah kebahagiaan ku tanpa kalian pasti aku kesepian makasih banyak anak-anak," ucap Alia tampak terharu. Setelah mereka bangun semua. Alia mengajak mereka untuk sarapan semua anak merasa senang.


sedangkan di tempat lain.


Danu duduk dimeja makan dengan tatapan kosong Sinta mengambilnya nasi di piring nya. Bayu juga sudah siap menadah piring meminta Sinta untuk mengambilkannya juga. Sinta pun mengambilkan Bayu. "Makan yang banyak ya Sayang," ucap Sinta pada anaknya Bayu.


"Pasti itu Ma, Bayu kan lahap kalau makan. Lihat saja badan Bayu semakin besar." tunjuk Bayu.


"Iya anak yang pintar kan makan nya lahap kalau makanya cukup bisa cepat gede," ucap Sinta sambil tersenyum menatap Bayu.


Lalu Sinta mengarahkan pandangannya ke arah Danu. Ia masih tampak bengong. "Kamu kenapa Mas? Apa lauknya tidak enak ya?" tanya Sinta.


Lisa duduk memandangi kepergian Danu.


"Danu kenapa Sinta?" tanyak Lisa mendelikkan matanya.


"Tidak tau Ma...," ucap Sinta pura-pura tidak tau.


Lisa pun mengabaikannya ia mengambil nasi dan makan. Sinta juga ikut makan seolah tidak ada apa-apa. Sebentar lagi Sinta akan berangkat ke kantor dan Bayu akan sekolah tinggal lah Lisa sendiri di rumah.


Danu pergi dengan tergesa-gesa tanpa pamit pada semua orang. Pikirannya sedang kacau. Baru saja Danu mendapat telpon dari dokter kalau surat hasil pemeriksaan DNA sudah keluar. Danu pun pergi ke rumah sakit saat itu juga.


Setelah sampai ke rumah sakit, Danu langsung pergi ke ruangan dokter.


Tok,


Tok,

__ADS_1


Tok...


Danu mengetuk pintu ruangan dokter.


"Masuk...!" ucap Dokter.


Danu pun masuk bersalaman dengan dokter dan di persilahkan masuk.


"Hasil tes DNA yang kita lakukan sudah keluar dan ini hasilnya," ucap dokter sambil memberikan selembar kertas hasil tes DNA itu pada Danu.


Dengan rasa kagetnya Danu menerima selembar kertas itu. Melihat hasilnya semua positif Bayu terbukti anak Alia, yang lebih kaget lagi ia mengetahui bahwa dirinya adalah ayah kandung Bayu. Danu hampir tidak bisa menatap kertas itu lagi seluruh tubuh nya gemetar kertas itu pun terjatuh dokter jadi keheranan ada apa dengan Danu.


Danu shok saat membaca surat itu seakan ia tidak percaya kalau DNA Bayu 100% cocok dengan nya. Ternyata kecurigaan Danu benar kalau Bayu anak kandungnya. Sebelumnya Danu diam-diam mengambil sampel dirinya dengan niat ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang kesamaan yang dimiliki Bayu dan dirinya. Ia yang merasa dirinya dulu pernah melakukan hubungan terlarang dengan Alia akhirnya ia memutuskan untuk ikut tes DNA tanpa sepengetahuan mamanya dan akhirnya terungkap sudah Bayu adalah anak kandung nya dengan Alia.


Danu hampir tidak bisa menatap kertas itu lagi seluruh tubuh nya gemetar kertas itu pun terjatuh dokter jadi keheranan melihatnya


"Bayu... anakku...! apakah ini kenyataan?" Danu menampar pipnya dan ia merasakan sakit.


"Dokter apa ini benar dan akurat?" tanya Danu seakan tidak percaya.


"Iya Pak, kenapa? apa anda meragukannya? itu hasil dari laboratorium tidak mungkin salah," ucap dokter menjelaskan.


Danu pun percaya ia langsung pamit karena tidak bisa berlama-lama di ruangan itu. Dada nya begitu sesak jantung nya berdetak kencang mengetahui semua itu.


"Pantas saja Alia selalu tidak mau menjawab pertanyaan ku, saat aku bertanya siapa ayahnya Bayu. Ternyata memang aku lah ayah kandungnya.


Alia kenapa kamu tidak bicara yang sejujurnya padaku?" ucap Danu dengan sendirinya.


"Kenapa Alia merahasiakannya dari ku? Alia memang sudah keterlaluan. Ya Tuhan bagaimana kalau Sinta mengetahui ini semua? aku tidak habis pikir kenapa semua ini bisa terjadi di hidupku anak yang ku adopsi ternyata adalah anak kandungku sendiri apa ini suatu kebetulan atau takdir?" batinnya.


Danu terus menerus berpikir ia tidak bisa fokus perasaan saat itu tidak karuan bercampur aduk antara bahagia dan panik. Ia kuatir Sinta akan menceraikannya setelah mengetahui kalau dirinya adalah pria bejat yang di ceritakan Alia padanya waktu itu.


Sekarang terjawab lah sudah, selama ini Danu merasa bahwa dirinya banyak memiliki kesamaan dengan Bayu, ternyata Bayu memang darah dagingnya dan Alia ibu sungguhan dari Bayu.


Bayu adalah hasil dari cinta satu malam mereka. sungguh ini diluar dugaan Danu.

__ADS_1


__ADS_2