
"katanya jangan emosi eh malah dia yang emosi duluan" ejek Anna ke Dita sambil duduk di bangku taman kampus
"hehehe sorry nih Ann, soalnya gue eneek banget liat mukanya si Karin pengen gue ulek2 rasanya" kata Dita
" udah ga ada jadwal kuliah lagi kan yah? pulang yuk" ajak Anna
Dita yang membawa mobil menurunkan Anna di depan gerbang rumahnya.
"Ann gue duluan yaaah" ucap Dita dari dalam mobil
"okeey Dit, makasih yah byeee" jawab Anna segera masuk ke rumah
Anna melihat ada mobil merah yang tidak asing baginya.
kayaknya ada tamu deh
batin Anna
Saat masuk kedalam rumah, tiba-tiba Anna melihat dosennya duduk dikursi tamu bersama sepasang orang tua dan Raka kakaknya.
"eh udah pulang adik kakak" sapa Raka
"Bapak kenapa ada disini?" tanya Anna yang bingung
"ayo duduk dulu sini" perintah Raka sambil menepuk sofa
__ADS_1
Anna pun duduk menatap semua orang yang ada di rumahnya, apalagi ke dosennya itu si Naufal.
"kenalin ini Mama dan Papa dosen kamu" kata Raka
"halo tante, halo om" sapa Anna ke kedua orang tua Naufal
"kalau ini namanya Naufal" kata Raka
Anna terdiam saat kakaknya memperkenalkan Naufal pada dirinya.
"eh kok gue ga di sapa sih" ucap Naufal kesal
"halo pak dosen yang ngeselin" kata Anna sinis
"Jadi kedatangan kami kesini ingin menikahkan kamu Anna dengan anak kami Naufal"
Anna benar-benar tidak percaya apa yang barusan ia dengar tadi.
"hah?menikah?sama pak Naufal?Anna?"tanya Anna yang terheran-heran
"Ann, jadi sebelum papa dan mama meninggal karena kecelakaan pesawat itu, mereka udah pernah bicara sama kedua orang tua Naufal untuk menjodohkan kalian suatu saat nanti" penjelasan Raka
"Hah? tapi kenapa aku ga apa-apa soal perjodohan ini?" tanya Anna ke Raka
"nah kan sekarang udah dikasih tau" jawab Raka
__ADS_1
"ta-pi kan?" ucap Anna terbata-bata
"Ann, ini tuh udah kayak wasiat mama dan papa kalo ga bisa kakak lakuin kakak yang berdosa sama mereka karena kakak udah janji sama mama dan papa bahwa kelak kamu akan menikah sama Naufal atas permintaan mereka berdua." jelas Raka
"kalau ini bener wasiat mama dan papa aku ikhlas kok lakuiinnya supaya mereka bisa bahagia di alam sana melihat anaknya berbakti pada kedua orang tua" ucap Anna ingin menangis
Sebenarnya Anna sama sekali tidak mencintai Naufal. Tapi, apa boleh buat Anna harus melakukannya untuk kedua orang tuanya yang sudah tiada. Anna tidak ingin jadi anak durhaka.
"kamu mau menikah sama Naufal nak Anna?" tanya Mama Naufal
"iya tan, aku mau demi mama dan papa" jawab Anna
Naufal tak tahu apakah ia harus senang atau sedih. Ia tidak ingin menikah dengan Anna dalam keadaan terpaksa. Tapi sebenarnya, Naufal memang sangat mencintai Anna sejak pertama kali bertemu.
mungkin Anna belum mencintaiku,tapi seiring berjalannya waktu mungkin cinta itu akan tumbuh dalam hati Anna, biarkanlah berjalan sebagaimana semestinya
batin Naufal sambil melirik ke arah Anna.
"Ann, biar kakak dan Naufal yang mengurus semua. Kamu ga usah khawatir tentang apapun" kata Raka
"baik kak" kata Anna yang ingin sekali menangis
inikah takdir hidupku?harus menikah dengan orang yang tak kucintai sama sekali, orang yang menbuatku selalu kesal?apakah takdir hidupku seburuk ini ya Tuhaaaaan
batin Anna yang berteriak tak terima dengan takdir hidupnya
__ADS_1