Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Alia membuat acara penyambutan ultah Bayu


__ADS_3

Keesokan harinya


Setelah bersusah payah Alia membujuk Bayu akhirnya Bayu pun mau juga bersekolah. Saat itu Bayu sudah siap memakai seragam di pakaikan Alia. Ia bersalaman dengan Alia karena akan segera di antar Danu.


Tiba-tiba Sinta datang sepertinya ia akan menjemput Bayu.


"Bayu ayo kita pergi Nak," panggil Sinta.


Bayu pun berlari ke arah Sinta. Sinta mengantarkan Bayu sekolah setelah itu ia pulang kerumah lagi untuk mengambil beberapa pakaiannya. Keputusan Sinta sudah bulat ingin meninggalkan Danu selamanya. Tapi Danu tidak terima ia mengejar Sinta dan mendapatkannya. Ia memeluk Sinta dan tidak membiarkannya pergi. Alia juga ikut menyakinkan Sinta bahwa Danu sangat mencintainya. Sinta pun terdiam.


Tiba-tiba Alia memohon pada Danu dan menangis berlutut di bawah kaki daun.


"Danu... kamu sudah memiliki Sinta dan segalanya ijinkan aku membawa Bayu." lirihnya sambil menagis.


"Apa kamu gila Alia, kamu tidak boleh membawa Bayu Bayu adalah putraku," tolak Danu.


"Tapi aku ibunya Danu! Akulah yang melahirkan Bayu jadi aku berhak atasnya. Tolong jangan egois Danu, aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain Bayu. Beri aku sedikit saja kebahagiaan Danu, berbaik hatilah padaku. Ijinkan aku membawa Bayu," pinta Alia.


Danu tidak tega melihat tangisan dan permohonan Alia akhirnya ia mengabulkan permintaan Alia.


Kamu boleh bawa Bayu dan silahkan pergi dari sini. usir Danu kasar karna terpaksa melakukannya

__ADS_1


Sinta menagis histeris ia tidak terima Alia membawa Bayu.


"Bayu putraku Mas, Alia tidak boleh membawanya."


"Sudahlah Sinta, berhenti menangis. Iklaskan dia mungkin ini sudah suratan takdir kita. Kamu harus tabah. Aku kerja dulu ya Danu pun beranjak pergi dari tempat itu.


Sinta masih menagisi semuanya ia tidak tau apa ia kuat jalani hari-hari tanpa Bayu.


Siang hari setelah Bayu pulang sekolah Alia menjemput Bayu. Bayu berlari ke arah Alia dan memeluk Alia mereka pun segera naik ke mobil.


"Kita mau kemana Tante?" tanya Bayu.


"Tante akan mengajakmu jalan-jalan hari ini. Bayu taukah kamu hari ini adalah hari apa?" tanya Alia.


"Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang sebenarnya Sayang, kamu lahir pada hari ini dan bulan ini. Kamu mau hadiah apa dari tante?" tawar Alia.


"Aku gak mau hadiah Tante, aku cuma mau Mama dan Papa baikan lagi seperti dulu, tolongin Bayu Tante agar Mama kembali lagi ke rumah dan berkumpul seperti dulu," lirih Bayu meminta.


Alia kaget mendengar ucapan Bayu tidak terasa air matanya jatuh di pipi ternyata Danu dan Sinta sangat berarti di kehidupan Bayu sehingga ia tidak tega harus memisahkan mereka. Ia sudah mengalami sakitnya perpisahan ia tidak mau Bayu merasakan apa yang ia pernah rasakan. Alia mengurungkan niatnya untuk membawa Bayu.


"Demi kebahagiaan mu Sayang, Mama rela melepaskan mu dan memberikanmu terus bersama kedua orangtuamu. Biarlah kepahitan hidup mama sendiri yang merasakannya," batin Alia sedih.

__ADS_1


Alia mengajak Bayu ke hotelnya.


Ternyata hotel itu adalah milik Alia ia akan mewariskan nya pada Bayu dan sebagian dari harta peninggalan mamanya akan di wariskan pada Bayu juga. Ia menuliskannya di sebuah surat wasiat. Alia menyuruh Bayu memberikannya pada Danu dan Sinta sebagai ungkapan kasih sayangnya pada Bayu putra kesayangannya.


"Mulai saat ini hotel ini adalah milikmu dan surat ini tolong berikan pada Mama dan Papa nya...?" pesan Alia pada Bayu.


"Iya Tante makasih. Tante mau kemana? kok bawa koper besar?" tanya Bayu.


"Tante mau pulang Sayang, kamu jaga dirimu baik-baik ya, jangan nakal dan harus rajin belajar ya... Ingat pesan Mama dan Papanya. Tante tidak bisa lagi berlama-lama sebentar lagi tante akan pulang," ucap Alia tidak kuasa menahan sedihnya.


"Tante...!" Bayu memeluk Alia dengan erat seakan mereka tidak mau berpisah. Alia tidak kuat menahan kesedihannya air matanya jatuh bercucuran.


"Tante hati-hati ya? jangan lupa main lagi tempat Bayu," pintanya.


"Iya Sayang," sahut Alia.


Alia terus menagis karna ia tidak mungkin pernah pergi lagi menemui Bayu. Ia tidak mau kehadirannya menjadi bumerang dalam hubungan rumah tangga Sinta dan Danu.


Alia mengajak Bayu pulang. Kebetulan saat itu Danu dan Sinta belum pulang. Alia pun mendekorasi ruangan rumah Danu karna hari itu adalah hari ulang tahun Bayu ia akan membuat acara penyambutan ultah Bayu yang ke 7 tahun. Ia akan memberi sedikit kejutan pada Sinta dan Danu.


Semua sudah di persiapkan ruangan tampak sudah cantik dan berkesan menarik Alia sendiri yang mendekorasinya.

__ADS_1


"Inilah hari terakhir aku dan Bayu bersama," Alia menyerka air matanya. Terus-menerus menetes dari tadi ia tidak bisa membendungnya lagi karena hari itu adalah hari terakhirnya bersama Bayu dan setelah itu ia akan pergi selamanya.


__ADS_2