
"Oya Jod... kenapa sih kamu belum menikah juga sebenarnya apa lagi yang kamu tunggu? hidup sudah mapan, umur juga sudah dewasa. Apa lagi yang ingin kau capai? lebih baik kamu cari jodoh aja. Gak perlu memilih asal dia mau ngurusin kamu dapat menerima kamu apa adanya itu sudah cukup Jod gak meski cari yang sempurna kok karna jaman sekarang mana ada cewek yang sempurna yang perpeck seperti yang kamu inginkan itu sudah tidak ada. Jaman juga sudah berubah sekarang sudah tidak ada cewek yang mau aja tanpa usaha kita juga kamu harus berusaha mencari juga jangan diam saja nunggu, ntar kamu jadi perjaka tua lho..." ledek Sinta sambil tertawa.
Jodi jadi malu ia pun terdiam mendengar ucapan Sinta sebenarnya bukan Jodi tidak laku atau pun tidak bisa mencari pacar, tapi ia selalu tidak bisa melakukannya karna ia terlalu mencintai Sinta.
Rasanya semua cintanya sudah habis tidak ada tersisa lagi untuk orang lain.
Bagaimana aku akan menikah dengan orang lain Sinta, kalau seluruh cinta ku ada ke kamu. Aku sangat mencintaimu, sehingga aku tidak bisa mencintai orang lain selain kamu. Entah sampai kapan aku terus begini? aku juga tidak tau mungkin selamanya aku akan terus sendiri menjalani kehidupan ku tanpa arah dan tujuan ini. Aku hanya bisa menghabiskan waktuku buat bekerja, bekerja dan bekerja sampai menua pun terus bekerja lirih Jodi membatin.
"Jodi...? kok bengong sih?" tanya Sinta.
"Em, aku kepikiran sesuatu." ucap Jodi beralaskan.
"Mumpung Sinta gak bawa mobil, apa salahnya aku manfaatin aja kesempatan ini buat ajak dia jalan-jalan. Danu juga tidak akan mempermasalahkan nya kok," ucap Jodi dalam hatinya.
"Apa itu?" Sinta menyadarkan Jodi.
"Berkas ku tinggal Sinta!"
"Yaellah udah jauh juga, jadi gimana nih apa mau balik lagi?"
"Terpaksa deh, sore ini ada meeting penting dan semuanya bahan ada di berkas itu."
"Yah balik lagi deh ...!" gerutu Sinta.
Padahal berkas itu ada di dalam tas. Jodi sengaja ingin berlama-lama dengan Sinta di dalam mobil karna ingin berduaan dengan Sinta. Akal bulus Jodi berjalan dengan sempurna Sinta pun mempercayai Jodi tanpa curiga.
Sebelum mengambil berkas Jodi mengajak Sinta pergi ke mall Sinta pun tak menolak sebab ia sudah lama tidak di ajak Danu pergi ke mall. Jodi menyuruh Sinta untuk membeli barang keperluannya. Tapi Sinta menolaknya ia hanya berjalan-jalan saja.
Jodi mengambil mainan yang mungkin Bayu menyukainya.
"Sinta bagaimana mainan ini, bagus tidak Bayu pasti suka aku mau membelikan nya untuk Bayu." ucap Jodi sambil memperlihatkan mainan itu pada Sinta.
"Tidak usah repot-repot Jodi, mainan dia banyak kok."
"Gak apa-apa sekali-kali ambil ya," pinta Jodi.
"Iyalah makasih ya Jodi, kamu perhatian banget sama Bayu." ucap Santi sungkan.
__ADS_1
"Iya sama-sama, aku sangat menyayangi Bayu seperti keponakan sendiri."
"Apa kamu tidak mau membeli barang atau pakaian mumpung aku lagi baik nih," tawar Jodi.
"Wah kamu lagi banyak duit ya?"
"Adalah kalau untuk baju sehelai dua helai. Hari ini proyek kita berhasil kamu juga bakal dapat komisi lumayan gede," ujar Jodi.
"Wah yang benar?" Sinta meragukan ucapan Jodi.
"Iya benaran masa aku bohong sih."
"Asyik, pantas saja kamu ajakin makan malam apa kamu mau mentraktir?"
"Iya dong ..., ini kan bos mu. Masa sama anak buah pelit sih."
"Makasih banyak Pak Bos aku beruntung banget dapat bos baik seperti kamu Jodi."
"Jelas aku baik karena kamu kan sahabatku juga," ucap Jodi terseyum ke arah Sinta. Mereka bersenang-senang berdua di mall memainkan permainan dan belanja-belanja Snack.
Sepertinya mereka sangat menikmati kebersamaan mereka saat itu hingga mereka lupa waktu.
"Gak jadi ambil berkasnya, baru saja aku dapat pesan kalau meeting nya di geser waktu nya jadi besok." sahut Jodi.
"Oh begitunya."
"Iya, ayo lanjut lagi belanjanya. Setelah ini aku mau ajak kamu makan. Mau?" tawar Jodi.
"Boleh deh Kebetulan lapar nih." sahut Sinta merasa senang. Mereka pun lanjut makan siang setelah itu baru mereka ke kantor.
Di tempat lain.
Lisa baru saja pergi ke rumah sakit meminta hasil tes DNA yang dilakukan Danu seminggu yang lalu.
Dia tampak marah pada Danu karna Danu sudah membohongi ternyata Tes itu sudah keluar sejak 3 hari yang lalu.
"Anak tidak tau diri, mama sendiri di bohongi! apa mau nya Danu, kenapa dia tega bohongi aku?" omel Lisa.
__ADS_1
Ia segera mendatangi Danu ke kantornya untuk membahas masalah itu.
Dari jauh Lisa melihat Danu berjalan di koridor kampus tempatnya mengajar ia memanggil Danu berkali-kali. Danu pun menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya ia kaget melihat mamanya mendatanginya.
"Ini pasti ada yang tidak beres mama sampai mendatangai aku ke sini ada apa ya...?" batin Danu merasa heran.
"Danu ... Danu ... mama mau bicara!" ucap Lisa mencetus.
Danu menghentikan langkahnya.
"Ada apa Ma, kenapa sampai menyusul kesini aku kan bisa pulang Ma."
"Kelamaan kalau tunggu kamu pulang!" Lisa tidak sabar ingin menyampaikan maksud kedatangannya, Danu pun mengajaknya ke ruangannya.
"Sekarang kamu katakan dimana hasil tes DNA itu kau sembunyikan, berani sekali kamu membohongi mama Danu!" bentak Lisa.
Ya ampun Tuhan apa yang akan aku lakukan? Danu tampak gugup dan bingung.
"Ma maaf, sebenarnya ..."
"Sebenarnya apa?" sambung Lisa merasa geram.
"Sebenarnya hasil tes DNA itu telah hilang Ma," ucap Danu berbohong.
"Hilang? hilang kemana? kenapa bisa hilang? itu tidak masuk akal Danu! pasti kamu telah berbohong." Lisa menebak.
"Aku juga tidak tau Ma, karna saat itu aku simpan di mobil dan ku lihat sudah tidak ada lagi padahal aku sudah simpan baik-baik.,"
"Jangan bohong Danu! mama perlu bukti itu."
"Untuk apa sih Ma, aku juga sudah membaca hasil nya dan Alia memang terbukti ibu kandung Bayu untuk apa di pertanyakan lagi. Karna sudah jelas bahwa Bayu memang anak nya Alia." jelas Danu.
"Mama tidak percaya, kamu pasti telah berbohong."
"Danu gak bohong Ma, Danu berkata jujur memang Alia ibu kandung Bayu." Danu berusaha menyakinkan Lisa tapi tetap saja dia tidak percaya ia akan mencari cara lain lagi untuk membuktikan kalau Alia bukan ibu kandung Bayu sepertinya Lisa tidak sudi cucunya punya ibu kandung seperti Alia.
"Wanita tidak tau diri itu tidak boleh jadi ibu Bayu, aku akan mencari cara buat menghancurkan Alia agar ia tidak bisa lagi mendekati Bayu. Mereka berdua tidak boleh bertemu lagi. Aku tidak terima kalau Bayu dekat dengan ibu kandungnya aku tidak sudi ...!" teriak Lisa tidak bisa menerima kenyataan itu.
__ADS_1
.