Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
BAB 8


__ADS_3

• Pernikahan Anna dan Naufal •


Pernikahan Anna dan Naufal berlangsung sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat mereka saja.


"bagaimana para saksi, sah?" ucap penghulu


"SAHHHHHH" jawab para saksi yang hadir.


Saat ini Anna dan Naufal telah resmi menjadi suami istri. Setelah pesta pernikahan selesai, Anna naik ke kamarnya untuk mengambil barang-barangnya. Ia akan meninggalkan rumahnya dan mulai memulai hidup baru di rumah Naufal.


"Pa, Ma. Anakmu ini sudah menjadi istri orang, sesuai permintaan papa dan mama aku sudah menjadi istri pak Naufal" ucap Anna sambil menatap foto keluarganya yang berada dalam kamar


Anna pun turun, terlihat sisa Raka dan Naufal yang berada dibawah. Anna sebenarnya tidak tega meninggalkan rumah ini yang penuh kenangan bersama kedua orang tua dan kakaknya.


"Ann, sekarang kamu bukan tanggung jawab kakak lagi. Sudah ada suami kamu Naufal yang siap bertanggung jawab sepenuhnya kepada dirimu" ucap Raka membuat Anna menangis


"i-yya kak" jawab Anna menangis


"Bro, tolong jaga adek gue dengan baik. Jangan pernah nyakitin dia, awas aja lo sampe dia nangis gara-gara lo" ancam Raka ke Naufal


"ga akan, tenang aja bro" jawab Naufal.


Di tengah perjalanan suasana dalam mobil sangat hening. Naufal mencoba membuka percakapan.


"kamu laper ga?" tanya Naufal


"ga pak" jawab singkat Anna


Naufal pun kembali berdiam karena mendengar jawaban singkat dari Anna.

__ADS_1


Tiba di kediaman Naufal, Anna kembali teringat dengan apa yang dilakukan Naufal terhadapnya waktu itu.


"biar aku yang bawa barang kamu" menarik koper milik Anna dari tangannya


"eh gausah pak biar saya bawa sendiri aja" tolak Anna


Naufal tidak tega melihat Anna membawa banyak barang di tangannya, ia melihat Anna membawa boneka besar sambil menggendongnya kesusahan.


"itu boneka yang paling besar biar saya aja yang bawa" ucap Naufal lagi ingin memberikan bantuan


"yaudah deh pak, bapak bawa koper ini aja" kata Anna memberikan kopernya kepada Naufal.


Mbo menyambut kedatangan mereka berdua dengan wajah yang senang.


"Selamat datang Tuan, Nyonya" sapa Mbo kepada Naufal dan Anna


"iya, saya sudah masak banyak untuk Tuan dan Nyonya" jawab Mbo


" Halo mbo, perkenalkan nama saya Anna" ucap Anna sambil mengambil tangan si Mbo dan menciumnya


"haduhh Nyonya, ga usah pake pake nyium tangan saya segala"


"Lah, gapapa kan Mbo, kata mama dulu kalo kita baru ketemu sama orang yang lebih tua harus nyium tangan" ucap Anna


gimana gue ga jatuh cinta sama nih anak, bukan hanya wajahnya aja yang cantik, hatinya juga cantik


batin Naufal


"yaudah yaudah masuk yuk udah malam nih" perintah Naufal

__ADS_1


Mereka pun masuk bersama. Naufal membawa barang Anna kedalam kamarnya, Anna dari belakang mengikuti langkah Naufal menuju kamar.


"kamu bersih-bersih duluan" perintah Naufal


"oke pak" jawab Anna


" kalo lagi dirumah ga usah panggil Bapak yah, mas aja" ucap Naufal


"oke pak, eh salah mas" kata Anna


Tingkah Anna membuat Naufal tertawa. Naufal pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang putih besar.


"eh katanya tadi saya disuruh bersih-bersih" ucap Anna tiba-tiba melihat Naufal merebahkan diri diatas ranjang


"iya kamu silahkan bersih-bersih, kamar mandinya ada di sebelah sana tuhh" jawab Naufal sambil menunjuk pintu kamar mandi


" yaudah kenapa bapak masih disini? keluar dulu dong" kata Anna menyuruh Naufal keluar kamar


"Bapak, Bapak kan tadi udah di bilang mas aja"ucap Naufal masih baring diranjang


"yaudah, mas keluar dulu yah saya mau bersih-bersih" kata Anna


"Loh emang kenapa kalo saya disini? kan ini kamar saya? kamu kan juga udah jadi istri saya, ga perlu dong kalo mau bersih-bersih saya harus keluar dulu" kata Naufal mulai membangunkan dirinya dari ranjang


" yaudah kalo gitu, ga usah bersih-bersih ribet amat sih" ucap Anna kesal karena Naufal tidak mau keluar


"yaudaah saya keluar" jawab Naufal manyun


Naufal pun keluar dari kamar karena Anna tidak mau bersih-bersih jika dirinya masih ada didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2