Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Sinta mengetahui semuanya


__ADS_3

Saat Sinta mendatangi Kafe itu ia kanget melihat ada Alia di situ.


"Alia? kok kamu ada di sini? bukannya kamu tadi...,"


"Iya Sinta sebenarnya aku memang sudah tiba di kota ini tadi siang, aku sengaja tidak memberitahu mu karena aku mau bikin kejutan buat kamu dan Bayu. Yah ternyata sudah ketahuan sekarang," timpal Alia beralasan.


Hugh, hampir saja ketahuan, desah Alia.


Sinta terseyum, "Makanya lain kali, kalau mau bikin kejutan itu harus lebih konsisten lagi," Sinta tertawa.


"Iy-iya. Kamu tumben sekali keluar malam-malam begini," tanya Alia.


"Iya aku beli minuman di sini, kebetulan Mas Danu gak ada dirumah jadi aku yang pergi tapi biasanya dia," jelas Sinta.


Sinta melihat dimeja yang Alia tempati ada dua minuman bararti Alia tidak sendiri.


"Kamu sedang minum dengan temanmu ya?"


"Iy-iya Sin," jawab Alia terbata-bata.


"Alia kamu kok tampak pucat, kamu sehat?" tanya Sinta peduli.


"Ngak kok, aku sehat-sehat saja, Oya aku ke depan dulu ya Sin, aku mau cari teman aku dulu. Dari tadi kok dia gak nongol-nongol sih!" ucap Alia berpura-pura sibuk padahal ingin menghindari Sinta. Untung saja saat Sinta datang Danu tengah ke toilet sehingga Sinta tidak melihatnya.


"Oh iya silahkan," ucap Sinta bingung dengan sikap Alia lain dari biasanya ia tampak gugup dan kelihatan panik. Ternyata di pojokan Danu hampir saja masuk tapi untungnya Sinta tidak menoleh ke arah toilet Sinta juga tidak menyangka kalau Alia jalan dengan Danu.


Alia mengirimkan pesan singkat pada Danu kalau iya terpaksa keluar karna ada Sinta di kafe itu mereka pun belum sempat berbicara satu sama lain Danu jadi panik kenapa Sinta bisa ada di Kafe itu.

__ADS_1


Saat Sinta sudah selesai membeli minuman ia pun keluar dan hampir saja berpapasan dengan Danu karna Danu juga akan keluar tapi Danu membelakangi Sinta sehingga ia tidak melihatnya. Tapi, saat di parkiran Sinta melihat mobil Danu.


"Tidak salah lagi itu mobilnya Mas Danu, tapi dimana dia apa dia juga pertemuan di kafe ini?" ia pun menelpon Danu. Danu tidak mau mengangkat ponselnya.


Sinta menunggu Danu di mobilnya


Ia masih penasaran dengan keberadaan Danu ia pun mengirimkan pesan singkat pada Danu.


"Mas apa kamu pertemuan di kafe Mawar juga?" tanya Sinta.


"Iya memangnya kenapa?" Danu balik bertanya dengan nada sedikit ngegas.


"Cuma bertanya saja, karna tadi aku sempat melihat Alia juga ada di sini," ujar Sinta


"Yang benar, lalu kemana dia?" Danu pura-pura bertanya.


"Tidak ada. Lagian aku di sini meeting mana sempat aku bertemu orang lain," ucap Danu nyolot pura-pura marah saat Sinta bertanya. "kamu ngapain sih malam-malam keluyuran apa kamu tidak mikirin Bayu dirumah?" Danu memarahi Sinta karna ia kesal pertemuannya dengan Alia jadi batal.


"Aku cuma beli minuman dan makanan Mas, di rumah tidak ada makanan aku lupa masak. Ternyata hari ini Bibik pulang kampung," sahut Sinta.


"Ya sudah, kamu pulang aja dulu kasian Bayu dirumah. Bentar lagi juga akan pulang kok."


"Kok aku gak lihat kamu Mas kamu dimana?" tanya Sinta penasaran.


"Aku di lantai atas, tempat khusus orang meeting," ucap Danu membohongi Sinta.


"Ya Tuhan maafkan aku. Aku terpaksa berbohong pada istriku," ucap Danu melirih.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pertemuan ku sama Alia lagi, karna ini sudah larut. Alia pasti sudah balik lagi ke hotelnya," ucap Danu kecewa.


Setelah berpikir sejenak akhirnya Danu pulang kerumah. Dia sengaja pulang duluan melalui jalan lain agar Sinta tidak melihatnya, sedangkan Alia saat itu masih bersembunyi di balik mobil orang-orang. Ia juga ikut mengintai dari kejauhan membiarkan mobil Sinta berlalu setelah itu ia akan segera kembali ke hotelnya.


"Maafkan aku Sinta aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin menyelasaikan masalahku dengan Danu," lirih Alia sendirinya.


Sinta jadi curiga pada Alia dan Danu kenapa mereka berada di tempat yang sama dalam waktu yang bersamaan pula. Sinta kaget saat ia sudah sampai rumah ia melihat sudah ada mobil Danu di bagasi.


"Ternyata Mas Danu sudah pulang," ucap Sinta tidak menyangka. Ia pun membuka pintu dengan kunci cadangan yang sengaja di bawanya agar orang rumah tidak terganggu dengan kedatangannya.


Sinta mendengar Danu sedang menelpon seseorang Sontak ia kanget mendengar Danu mengucapkan kalau dirinya adalah ayah kandung Bayu dengan penelpon itu. Sinta shok mendengar ucapan yang keluar dari mulut Danu itu, walau tidak jelas tapi sedikit-sedikit ia dapat menangkap nya jelas di dengarnya kalau Danu mengatakan kalau ia adalah ayah kandung Bayu sampai ia membuktikannya melalui tes DNA.


Jika Danu ayah kandung Bayu, berarti Alia adalah istri simpanan Mas Danu. Ya Tuhan apa arti ini semua? sejak kapan mereka berhubungan?" batin Sinta gemetaran ia tidak dapat menerima kenyataan yang barusan ia dengar itu.


Sinta mendobrak pintu kamar ingin mendengar lebih jelas lagi, untuk memastikan apa yang ia dengar dari mulut Danu barusan apa itu benar atau ia salah pendengaran. Danu kaget melihat Sinta sudah di depan matanya menyaksikan ia masih telponan dengan Alia.


"Mas Danu! apa maksud ucapan kamu tadi?


Apa benar Mas adalah ayah kandung Bayu?" tanya Sinta.


Danu terdiam, ia tampak kaku dan membungkam tidak dapat melakukan apapun. Sinta histeris semua belanjaan di tangannya jatuh berantakan di lantai Sinta melihat Danu cuma diam saja, itu artinya benar kalau Danu adalah ayah kandung Bayu.


Sinta berlari ke kamar Bayu maksudnya ingin mengajak Bayu pergi, tapi ia tidak tega membangunkannya ia masih tidur dengan pulas. Sinta pun memutuskan untuk pergi sendiri saja.


Sinta lari dari rumah, saat ia mendengar semua ucapan Danu di telpon. Sinta shok dan kecewa ternyata selama ini pria bejat yang Alia ceritakan itu adalah suaminya sendiri.


"Ya Tuhan kenapa aku begitu bodohnya mempercayai Alia dan Danu ternyata mereka telah mengkhianati aku selama ini," ucap Sinta sambil menggas mobilnya menuju rumah Jodi.

__ADS_1


__ADS_2