Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
BAB 4


__ADS_3

Kelas selesai, mahasiswa pun bergegas akan keluar dari kelas.


"kamu nanti setelah ini ke ruangan saya" ucap Naufal sambil menunjuk Anna


Semua menatap Anna, ia tidak tahu bahwa yang dimaksud Naufal untuk ke ruangannya nanti adalah dirinya.


"saya pak?" ucap Anna sambil menunjuk dirinya


"iya kamu Anna Marinka" jawab Naufal


Pikiran Anna pun menjadi kemana-mana setelah ia diperintah untuk ke ruangan Naufal.


udah cium gue seenaknya...sekarang mau apa lagiii


batin Anna.


" lo kenal sama dosen baru itu Ann?" tanya Dita kepada Anna yang sambil berjalan menuju ke ruangan Naufal.


"gue ga kenal" jawab Anna singkat.


Setelah sampai di depan ruangan Naufal, Anna menyuruh Dita untuk di luar saja menunggunya. Dita menuruti perintah Anna.


tokk tokk tokk


"masuk" ucap Naufal dari dalam


Ketika Anna masuk, Anna malah dibuat salah fokus ketampanan Naufal yang sedang menatap layar laptopnya. Mata Anna tidak bisa berbohong soal ketampanan si Naufal.


" ada apa yah pak? ucap Anna pura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi


Naufal berdiri perlahan mendekati Anna.


"kamu masih ingat saya?"tanya Naufal sambil berjalan mendekati Anna

__ADS_1


Terus mendekati Anna sampai akhirnya Anna berhenti mundur karena terhalang oleh lemari yang ada di belakangnya.


Mereka saling menatap, tatapan Anna kepada Naufal membuatnya makin terpikat. Tapi, tatapan Naufal sebaliknya untuk Anna.


"paaa-ak, bapak mau apa?" tanya Anna ketakutan


"kamu masih ingat sama saya?" tanya ulang Naufal


"iya pak, kan tadi bapak barusan ngajar di kelas untuk gantiin pak Rahmat" jawab Anna pura-pura tidak tahu maksud Naufal sebenarnya.


"bukaan itu maksud sayaaa" ucap Naufal sambil mulai mendekatkan wajahnya pada Anna.


"ya terus maksud bapak apa? saya ga ngerti pak" kata Anna perlahan menundukkan kepalanya.


Naufal berjalan mengambil sesuatu di laci meja. Ternyata Naufal mengambil tas Anna yang tertinggal dirumahnya kemarin.


"ini tas kamu ketinggalan dirumah saya" ucap Naufal sambil menyerahkan tas Anna


Anna pun langsung mengambil tas nya dari genggaman Naufal.


"kamu ingat saya kan?" tanya Naufal lagi


"iya pak, saya ingat tapi saya mohon yah pak hal ini hanya kita berdua saja yang tahu" jawab Anna


Naufal yang melihat Anna ketakutan malah membuatnya makin gemas dengan wajah Anna itu.


kalo lagi ketakutan gini kok malah makin cantik sihh


batin Naufal sambil menatap wajah Anna.


"baiklah sekarang kamu boleh kelu..." kata Naufal yang belum jelas


Anna pun langsung lari keluar dari ruangan si Naufal. Melihat Anna yang sudah keluar ketakutan padahal kata-katanya belum selesai membuat Naufal semakin gemas dengan tingkah Anna. Naufal kembali ke meja dan menatap layar laptopnya.

__ADS_1


"Ann lo gapapa kan?" tanya Dita yang menunggu Anna di luar


"ga apa-apa Dit, ayo kita pergi dari sini" perintah Anna sambil menarik tangan Dita dan meninggalkan ruangan Naufal


Naufal yang berada di dalam ruangannya tidak fokus bekerja karena wajah Anna selalu terlintas di pikirannya.


" aaah kenapa sih otak gue , kok wajah Anna selalu munculllll" ucap Naufal sambil memukul pelan kepalanya.


Di sisi lain Dita dan Anna sudah sampai dirumah Dita.


"Halo tante" sapa Anna kepada mama Dita sambil menciup tangan


"halo Anna gimana kabar kamu nak?" ucap mama Dita


"baik ko tan, tante sendiri gimana kabarnya" ucap Anna


"tante juga baik kok nak" jawab mama Dita


"ayoo Ann naik" ucap Dita yang sudah berada di anak tangga menuju kamarnya


"tan Anna naik dulu yah" ucap Anna


Anna dan Dita naik ke kamar. Dita pun berganti pakaian, sedangkan Anna berbaring di ranjang Dita.


"Ann, kok gue baru perhatiin bibirlo kayak luka gitu"


"hah? serius? bagian mana?" tanya Anna sambil memegang bibirnya


Dita mengambil cermin untuk Anna, benar saja bibir Anna luka.


sial gara-gara dosen baru itu bibir gue jadi luka.


batin Anna kesal.

__ADS_1


"hooh ini kemarin jatoh, tapi ga apa-apa kok" jawab Anna


__ADS_2