
Pukul 01 subuh Sinta dan Danu baru sampai rumah Lisa sudah hilir mudik menunggunya belum bisa tidur. Ia mengkuatirkan mereka. Mendengar suara mobil Lisa langsung mengintip dari balik gorden melihat mobil Danu dan Sinta sudah di halaman rumah. Ia pun segera menuju pintu.
"Ternyata mereka jalan bersama bikin panik aja jam segini baru pulang apa mereka sudah lupa ada anak di rumah ini yang menunggu kedatangannya!"
Saat Lisa membuka pintu untuk mereka sudah kena omel Mama Lisa karna baru pulang di jam segitu.
"Dari mana saja kalian! jam segini baru pulang!" omel Lisa pada Danu dan Sinta.
Keduanya saling pandang satu sama lain.
"Maaf Ma kami baru pulang dari party," ucap Sinta beralasan mendahului Danu yang juga akan menjawab pertanyaan mamanya.
"Party... kenapa tidak bilang, telpon dari mama juga gak di angkat kalian bikin panik saja!" cetus Lisa.
"Maaf Ma di sana suasana ribut jadi telpon Mama gak kedengaran," ucap Sinta beralasan lagi ia merasa takut melihat raut wajah Lisa yang memerah. Sedangkan Danu tampak biasa saja tanpa bersuara, ia langsung masuk. Danu tidak semangat untuk meladeni mamanya yang tengah mengomeli mereka.
Sinta pergi ke kamar Bayu ia melihat anaknya sudah tertidur pulas. Ia pun tenang dan pergi ke kamarnya menyusul Danu. Ia benar-benar merasa lelah setelah membersihkan diri langsung merebahkan dirinya dan tertidur pulas, sedangkan Danu hanya berpura-pura tidur dari tadi. Ia tidur membelakangi Sinta sibuk dengan pikirannya sendiri. Matanya sulit terpejamkan karena selalu memikirkan bagaimana caranya ia memberitahu mamanya tentang tes DNA itu.
"Aku tidak tau mau bicara apa pada Mama. Ya Tuhan, bantulah aku dalam menyelesaikan masalah ini. Bagaimana jika mama tau hasil tes itu? aku yakin besok pasti ia menanyakannya padaku. Alia... kenapa tidak dari awal kau katakan padaku kalau Bayu adalah anak kita? jika aku tau itu dari semula tentu aku tidak akan pernah melakukan tes itu...," gumamnya merasa resah. Danu terus berpikir hingga ia terlelap di buai mimpi.
🍂🍂
Keesokan harinya saat di meja makan. Lisa sudah duduk dengan nyamannya menunggu sarapan datang. Bayu berlari ke arah meja makan ia bersemangat untuk sarapan hari itu, bibik masak sayur kesukaannya yaitu SOP tanpa daging, perkedel jagung dan udang goreng Krispy.
"Wah ini yang ku tunggu sudah siap," ucap Bayu sambil memandangi makanan itu.
__ADS_1
"Nenek mama Papa dan Mama? Bayu sudah gak sabar pengen makan," ucap Bayu menelan liur.
"Makan saja Bayu, tidak usah tunggu Papa dan Mamanya. Mungkin mereka sudah kenyang," ucap Lisa yang sengaja bersuara nyaring agar anak dan menantunya itu segera datang untuk sarapan bersama.
"Wah sepertinya lauk hari ini istimewa ya Bayu... ada SOP dan perkedel jagung plus udang goreng Krispy lagi...," ucap Lisa sengaja memancing Danu agar keluar dari kamarnya.
"Iya Nek, bayu jadi semangat makan hari ini." Bayu sudah mengambil makanan tersebut di piring nya.
"Ayo Bayu, makan saja duluan...," suruh Lisa.
"Iya Nek...," ucap Bayu sudah memulai makan tanpa menunggu Papa dan mamanya lagi.
Lisa sengaja memancing Danu keluar dari balik pintu kamar yang ia tau mereka ragu untuk keluar karna semalam kena omelin mungkin mereka malu untuk bertatapan muka dengannya. Padahal Lisa sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Beberapa saat Danu dan Sinta belum muncul juga akhirnya Lisa menyuruh Bayu untuk mendatangi mereka.
"Baik Nenek." Bayu pun segera pergi ke kamar Papa dan Mamanya.
"Papa... Mama... sarapan sudah siap. Ayo kita makan bersama," ajak Bayu.
"Iya Sayang, ntar Mama nyusul ya...!" teriak Sinta dari dalam kamar.
"Bilangin ke Papa Ma, hari ini Bibik masak lauk kesukaan kita...," teriak Bayu lagi.
"Iya Sayang... bentar lagi Papa dan Mama keluar ya... Bayu makan aja ya duluan...!" seru Sinta.
"Oke Ma." Bayu pun beranjak. Tapi, suara Sinta membuat Bayu menghentikan langkahnya ia pun menguping pembicaraan mama dan papanya yang tengah beradu mulut.
__ADS_1
"Ya ampun Bayu, kok sampe menyusul kita Mas. Apa kamu tega padanya? ia meminta kita untuk sarapan bersama. Ayolah Mas kita keluar lagian ini sudah hampir jam 7 lho Mas, aku buru-buru akan segera ke kantor dan Bayu akan sekolah. Ayo buruan kamu kenapa sih Mas! tingkah kamu semakin aneh saja." Sinta mengajak Danu untuk sarapan tapi Danu tidak mau.
"Pergi saja sana Sinta! kenapa kamu masih menunggu aku, hari ini aku sarapannya di luar aja." Danu mempersibuk diri pura-pura menyusun berkas-berkas nya yang akan di bawa ke kantornya.
"Mas kenapa sih harus ribut-ribut mulu seperti ini?aku capek Mas, melihat sikapmu makin hari makin aneh saja. Mau sarapan saja pake acara ajak mengajak gini padahal gak biasanya lho kamu kayak gini? aku jadi curiga padamu jangan-jangan kamu..." Sinta tidak meneruskan ucapannya.
"Jangan-jangan apa! bilang aku selingkuh lagi?" cetus Danu menebak kecurigaan Sinta.
"Istri mana yang tidak akan sakit hati dan curiga pada suaminya? jika sikapnya lain dari biasanya. Mau makan saja pake acara paksa memaksa gini... selalu pergi ke tempat-tempat yang aneh seperti semalam kamu gak jelas Mas! aku bahkan tidak mengenali dirimu lagi," Sinta menitiskan air matanya melihat sikap Danu yang berubah padanya sudah jarang bermesraan dan jarang mengobrol boro-boro mau ngobrol tidur aja saling membelakangi.
Sinta tampak sedih Danu pun menyadari sikapnya selama ini memang cuek pada Sinta rasanya ia kurang memperhatikan Sinta lagi, ia pun merangkul istrinya dan menghiburnya. "Sinta maafkan aku ya... selama ini aku seperti itu aku janji gak akan seperti ini lagi. Sekarang kita makan aja ya... Oya nanti sore kalau aku balik cepat, kita jalan ke mol yuk... kamu kan sudah lama gak belanja ke mol sejak Bayu sakit kemarin iya kan?" rayu Danu pada istrinya.
Alasan saja kamu Mas pake acara merayu segala... batin Sinta mencibir.
"Sayang... kamu tampak kurusan yah, aku suka banget liat body mu yang sekarang." Danu memegang pinggul istrinya ia merayu Sinta agar tidak ngambek lagi.
"Sinta...," ucap Danu dengan lembut.
"Kamu selalu begitu Mas, saat aku marah baru bisa mesra begini. Giliran aku gak marah kamu biasa aja tuh! bahkan mengacuhkan aku...," lirih Sinta.
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi sekarang kita makan aja yuk...!" ajak Danu.
"Hem tadi gak mau makan, giliran aku udah ngambek baru mau makan... aku bingung dengan sikap mu Mas...!" Sinta merasa heran.
Danu segera menarik tangan Sinta untuk mengajaknya makan Bayu dan mamanya sudah lama menunggu mereka. Bayu sudah kembali ke meja makan melanjutkan makannya.
__ADS_1