
Malam Minggu telah tiba Jodi bersiap akan makan malam bersama Sinta dan Danu. Alia juga sudah di telpon Sinta dan ia menerima ajakan Sinta, karna itu adalah kesempatan yang bagus menurutnya untuk membicarakan tentang masalah mereka dengan Danu, ia juga sangat merindukan Bayu sudah beberapa pekan tidak bertemu dengan si buah hati nya itu. Alia berniat akan menemui Bayu sebelumnya Sinta pun mengijinkan nya. Alia merasa senang dan berterima kasih pada Sinta karena selalu bersikap baik padanya.
Alia tiba di kota yang di tinggali Sinta dan keluarganya sehari sebelumnya. Ia menginap di hotel sekalian untuk menenangkan diri setelah merasakan tekanan dari segala peristiwa yang telah terjadi dalam keseharian nya selama akhir-akhir ini yang banyak memposir tenaga dan pikirannya. Ia merasa sedikit lega kini ia dapat menenangkan dirinya sendiri melupakan sejenak pikirannya yang berbeban berat.
Sehari sebelum nya tanpa sepengetahuan Lisa dan Danu, Sinta menemui Alia di hotel bersama Bayu. Sinta merasa kasihan pada Alia yang merindukan anaknya ia pun datang menemui alia. Mereka Saling melepas rindu Bayu merasa senang bertemu dengan Alia begitu juga dengan Alia. Walau cuma beberapa jam bertemu tapi itu cukup mengobati rasa rindu nya dengan Bayu. Setelah beberapa saat Sinta pun pulang karna nanti malam akan memenuhi permintaan Jodi untuk makan malam.
Sinta mengajak Danu untuk pergi awalnya ia menolak tapi karna Jodi yang memintanya harus pergi maka ia pun mau tapi Sinta tidak bilang kalau ada Alia ia ragu Danu akan menolaknya. Alia sudah datang lebih awal dari mereka. Danu kaget melihat Alia sudah duduk bersama Jodi di sebuah meja makan di lestoran itu.
"Sinta kenapa ada Alia?" tanya Danu kaget.
"Iya Mas, aku sengaja mengajak Alia karena Jodi yang memintanya. Jodi meminta Alia untuk menemaninya karna aku kasian padanya tidak ada pasangan. Setelah makan malam ini kita akan pergi ke tempat acara teman Jodi yang mengadakan acara pernikahan. Di acara itu semua tamu harus membawa pasangan masing-masing." jelas Sinta.
"Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya sih?" tanya Danu kesal.
"Maaf Mas, aku takut kamu tidak mau." ujar Sinta.
"kasian Jodi Mas, gak ada teman. Aku sengaja menjodohkan mereka berdua."
"Apa?" sontak Danu kaget.
"Emang kenapa Mas? kok keberatan begitu apa ada masalah dengan mu?" tanya Sinta heran melihat reaksi Danu.
"A- tidak ada apa-apa sih, tapi Alia itu kan ..." Danu tidak melanjutkan kata-katanya.
"Seorang janda?" Sinta menyambung.
"Bukan gitu juga sih, dia kan sudah punya pacar." ucap Danu berlagak tau.
__ADS_1
"Dari mana kamu tau Mas!" Sinta mendelik.
"Yah mungkin saja kan, Alia sudah punya pacar atau Suami. itu hanya terkaanku saja kok."
Uhgh... hampir saja Sinta curiga , batin Danu menarik napas lega
"Oh, kirain kamu benaran tau tentang Alia. Kamu itu sok tau banget sih Mas, Alia gak ada pacar kok. Diakan sering cerita padaku, kalau ia tidak bisa mencintai orang lain lagi, karena apa semua rasa cintanya sudah di miliki seseorang dan orang itu adalah ayah Bayu seorang, Makanya aku sengaja menjodohkan Alia dan Jodi mudah-mudahan saja Alia bisa mencintai Jodi, dan melupakan masa lalunya yang suram bersama penghianat itu," ucap Sinta mencetus ia tidak suka sama lelaki yang tidak tanggung jawab seperti ayah Bayu.
Danu memerah seketika ia shok mendengar ucapan Sinta. Ia tidak dapat menutupi getaran di hatinya. Akhirnya ia memilih untuk pergi ke toilet ingin menenangkan dirinya di sana agar Sinta tidak merasa heran dan curiga dengan keadaannya.
"Sinta kamu temui mereka dulu ya, aku mau ke toilet dulu," ucap Danu pamit.
"Iyalah Mas, tapi kamu jangan lama-lama ya. Kasian mereka sudah menunggu." ucap Sinta mengingatkan.
"Iya." Danu pun segera pergi dengan pikirannya yang sudah tidak tertahankan ia merasa bersalah saat itu.
Sinta sudah menemui Jodi dan Alia merasa saling mengobrol satu sama lain, sementara Danu masih menenangkan dirinya di toilet.
"Danu lama banget sih Sinta?" tanya Jodi yang celingukan mencari-cari Danu tidak muncul-muncul.
"Gak tau tuh, tadi bilang nya gak lama. Aku susul aja deh," ujar Sinta.
Sinta pun menuju toilet untuk mengecek keadaan Danu. Sinta memanggil Danu.
"Mas kamu dimana. Lagi ngapain sih? kok lama sekali. Jodi dan Alia susah menunggu Mas," teriak Sinta.
Danu menarik napas panjang dan mengeluarkannya sepertinya ia tidak sanggup menemui Sinta. tapi ia tidak mau Sinta curiga ia pun berusaha menenangkan pikirannya ia pun memilih keluar dari pada Sinta mencurigainya. Danu pun keluar membuka pintu ia tampak aneh dan gugup.
__ADS_1
"Kamu ngapain sih Mas? lama amat!" tanya Sinta.
"Gak tau kenapa? perutku tiba-tiba sakit Sin. Tapi, sudah agak mendingan kok. mungkin salah makan," ucap Danu berbohong.
"Oh apa kita perlu ke apotik dulu Mas, buat beli obat untuk mu?" tawar Sinta.
"Tidak perlu Sinta, sudah baikan kok. Ayo kita menemui Jodi dan Alia."
"Ayo mereka sudah lama menunggu Mas." Sinta menimpali.
Mereka pun mendatangi Jodi dan Alia. Danu melayangkan pandangan pada Alia, Alia pun menunduk tidak berani menatap Danu.
"Silahkan duduk Danu," ucap Jodi.
Danu pun tersentak, ia pun duduk di samping Sinta.
"Kalian mau pesan apa?" tanya Jodi. Ia memanggil pelayan di tempat itu.
Pelayan pun datang membawa daftar menu makanan.
"Silahkan tuan," ucap pelayan dengan ramah sambil menyodorkan menu makanan dan minuman yang akan di pesan.
Jodi menerima brosur itu dan menyodorkan secara bergantian pada setiap orang untuk memilih makanan dan minuman yang sesuai pilihan masing-masing. Setelah semuanya sudah memilih makanan dan minuman pelayanan pun meminta mereka untuk menunggu makanan yang mereka pesan.
Mereka saling mengobrol satu sama lain meski merasa gugup Danu dan Alia dapat bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa pada mereka berdua.
Tidak lama kemudian makanan mereka sudah datang mereka pun mulai menikmati makanan mereka masing-masing.
__ADS_1
A