Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Danu masih mencintai Alia


__ADS_3

Malam itu merupakan makan malam yang menegangkan bagi Alia dan Danu karna itu pertama kali mereka bersama di saksikan Santi dan Jodi. Selama ini mereka bertemu secara diam-diam saja. Tanpa di ketahui orang lain itu pun cuma seperlunya saja Danu diam-diam memperhatikan Alia sungguh cantik malam itu ia memakai gaun yang cantik membuat aura kecantikan nya semakin terpancar.


Alia tampak mempesona bukan cuma Danu yang diam-diam mencuri pandang dengan Alia tetapi Jodi juga. Ia merasa senang bisa berpasangan dengan Alia malam itu karena hal itu akan membuat dirinya bangga penuh percaya diri saat menghadiri pesta nanti ia tidak akan di ledek lagi oleh teman-tamanya karna tidak punya pasangan.


Kedua pria itu sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Danu yang memperhatikan Alia, pikirannya melayang ke masa lalu mereka. Ternyata ia masih menyimpan perasaan pada Alia.


"Alia maafkan aku bukan aku tidak berjuang mencari mu selama ini. Rasanya aku sudah berusaha keras mencari mu, tapi memang takdir berkata lain kau dan aku tidak bisa bersatu. Tapi disaat aku mulai melupakan mu kenapa Tuhan mempertemukan kita kembali Alia? dan sekarang aku sudah memiliki Sinta. Bagaimana caranya aku jalani hidup ini dengan tenang? bayang-bayang mu selalu menghantuiku aku. Aku tidak bisa tenang, apalagi aku sudah pernah menodai kamu dan aku selalu merasa bersalah Alia." Danu menarik napas panjang seakan ia ingin menepis kesalahannya apalagi ia sudah membuat Alia terpuruk tidak punya masa depan cerah karena dialah penyebabnya.


"Kasian kamu Alia gara-gara aku kamu tidak bisa hidup seperti wanita lainnya, yang bisa mencintai dan dicintai seorang pria. Aku telah berdosa padamu Alia. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku hanya bisa berdoa untuk mu semoga kau mendapatkan kebahagiaan di masa depanmu. Jujur aku masih mencintai kamu Alia tapi aku juga mencintai Sinta." Danu jadi dilema ia pun tambah pusing penuh dengan kebingungan.


"Danu kamu kenapa dari tadi asyik melamun saja?" tegur Jodi.


"Sepertinya ia sedang memikirkan seseorang Jod," sindir Sinta merasa curiga kalau suaminya sedang memikirkan wanita lain.


"Waduh siapa itu?" timpal Jodi penasaran.


"Entahlah ...!" Sinta melirik Danu yang masih tampak diam.


Danu tersentak saat Jodi dan Sinta meledeknya tapi Alia tampak diam saja.


"Apaan sih kalian, jangan sok tau gitu? aku tidak memikirkan siapa-siapa kok. Aku hanya memikirkan pekerjaanku yang saat ini ada sedikit masalah." ucap Danu beralasan.


"Hem hanya sedikit kan? kenapa melamun nya banyak. Jodi tertawa. "Sudahlah jangan kau pikirkan masalah pekerjaan di sini buang sejenak pikiran-pikiran suntuk mu itu! bersenang-senanglah!" pinta Jodi yang tidak mau sahabatnya itu larut dalam masalah.


Danu tersinggung dengan sindiran Jodi ia pun ingin menghindar karena malu. "Maaf aku ke toilet dulu ya ...!" Danu berlalu.

__ADS_1


Ada apa sebenarnya dengan Mas Danu. batin Sinta merasa tidak nyaman.


"Jodi kamu sudah lihat kan, bagaimana dengan Danu. Aku pusing Jodi, menghadapi dia yang seperti itu terus. Masih mending kalau mau cerita itu malah diam saja membuat aku serba salah dan kebingungan melihat nya."


"Mungkin Danu punya masalah pribadi, tapi ia tidak mau melibatkan kamu Sinta." Jodi menghiburnya.


Alia diam saja, sudah tentu ia mengetahui apa yang di pikirkan Danu. Ia menghibur perasaan yang juga merasa gelisah pada saat itu apa lagi saat Danu mengatakan kalau ia masih punya perasaan terhadap nya.


"Sudahlah kita lanjut aja makannya sebentar lagi kita akan menghadiri party," ucap Jodi mengalihkan pembicaraan.


Danu sudah kembali semua terdiam melihat dia sudah duduk dan melanjutkan makannya.


"Apa kalian sudah makannya?" tanyanya.


"Sudah Danu, tinggal tunggu kamu aja lagi," ucap Jodi.


Alia yang diam terus dari tadi hanya mengiyakan saja ajakan Sinta yang mengajaknya pergi ke party teman Jodi. Ia menurut saja tanpa banyak komentar.


Tiba-tiba Sinta mengajak Jodi untuk membeli sesuatu di supermarket. Jodi pun tidak keberatan mengantarkan nya karna saat itu Danu masih makan ia tidak mau mengganggu Danu. Sinta pun membiarkannya makan.


"Alia kamu temani Danu dulu ya ...?" ujar Sinta.


Alia mengangguk mengiyakan ucapan Sinta ia pun pergi dengan Jodi.


Tinggallah mereka berdua di meja makan itu.


Danu menatap Alia tapi Alia membuang muka ia hanya terdiam saat Danu memperhatikannya.

__ADS_1


Danu kenapa sih kok menatap aku terus aku kan jadi tidak enak lirih Alia.


Danu pun memecah keheningan ia mengajak Alia mengobrol.


"Alia, kenapa sih kamu mau aja di ajak Jodi jalan?" tanya Danu tampak tidak suka.


"Emang ada apa?" Alia balik bertanya.


"Aku bingung aja sama kamu, kok mau jalan dengan dia? apa tidak ada orang lain selain kamu kenapa harus kamu yang diajak Jodi, gitu maksudku!"


"Mana aku tau, kamu tanya aja Jodi. Aku kan cuma menghargai Sinta saja, selebihnya aku tidak tau. Sedikit pun aku tidak tertarik dengan tampang Jodi yang dingin itu. Aku cuma menghargai saja kok!" cetus Alia tidak suka di hakimi.


"Syukurlah kalau begitu, jangan sampai kamu dan Jodi jadian aku tidak suka!"


"Apa hubungannya dengan mu? itu hak ku mau jalan ataupun jadian sama siapapun kenapa kamu yang repot?" Alia bicara dengan sinisnya.


"Sebenarnya aku masih punya perasaan padamu Alia, aku tidak bisa melupakan kenangan yang telah kita lewati apalagi sekarang aku tau kalau Bayu adalah anakku dan kamu, aku ingin kita seperti dulu."


Alia kaget mendengar ucapan Danu ia merasa Shok "Kamu gila Danu ...! Sinta mau kau kemanakan aku gak akan pernah setuju dengan tindakan konyol mu itu! jangan bertindak bodoh Danu! aku mohon ... Mungkin ini sudah takdir hidup kita Danu, kita harus bisa membuang perasaan kita masing-masing karna aku tidak mau ada yang terluka."


"Sinta maksud nya? aku tidak peduli Alia, aku hanya ingin kebahagiaan Bayu, jika aku dan kamu bersatu pasti Bayu akan lebih bahagia hidup dengan orang tua aslinya tidak dengan Sinta yang sebatas ibu angkatnya itu!" ujar Danu tanpa basa-basi lagi.


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? kamu sangat jahat Danu, aku baru tau sikap buruk mu ternyata kamu seorang yang egois!" Alia ingin beranjak dari tempat itu.


"Tunggu Alia aku belum selesai bicara!" bentak Danu ikut berdiri.


"Alia ...!" teriak Sinta dari jauh. Alia menoleh kearah Sinta ternyata Sinta sudah mengajak nya pergi. Alia pun pergi menemui Sinta. Makanan semua sudah dibayar Jodi. Sinta juga memanggil Danu untuk segera pergi juga.

__ADS_1


Danu pun ikut menyusul Alia dan Sinta. Sedangkan Jodi sudah berada di mobil siap akan berangkat menuju tempat acara pernikahan temannya.


Alia jadi serba salah ia tidak enak hati dengan Sinta. Danu memberi perhatian yang lebih padanya, ia membukakan Alia pintu dan mengambilkan tas Alia yang ketinggalan di meja makan tadi. Tapi Sinta bersikap biasa saja tanpa menyadari kalau mereka punya masa lalu sedikit pun Sinta tidak menyadarinya.


__ADS_2