Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Sinta kabur dari rumah


__ADS_3

Sinta datang menggedor pintu rumah Jodi sambil menangis. "Jodi... Jodi, buka pintunya...!" teriaknya.


Jodi yang masih asyik tiduran di ranjangnya mendengar gedoran pintu yang keras di depan rumahnya ia pun terbangun.


"Itu siapa ya, gedor pintu malam-malam begini?" Jodi kaget ia segera bangun memastikan siapa yang menggedor pintu rumahnya malam-malam itu. Ia mendengar dan mengenali suara wanita itu.


"Itu seperti suara Sinta yang menangis. Ada apa dengan Sinta?" Jodi penuh kebingungan ia segera berlari ke arah pintu dan membuka nya.


Sontak Sinta memeluk tubuh Jodi, Jodi pun jadi kaget. "Kamu kenapa Sinta kenapa seperti ini?" Jodi menenangkan Sinta tanpa sengaja tangannya mengelus rambut Sinta.


"Aku bodoh Jod, sudah mempercayai mereka. Ternyata selama ini mereka telah memanfaatkan aku dan membodohi ku. Mereka menghianati aku Jod...," lirik Sinta mengeluarkan semua unek-uneknya pada Jodi.


"Sinta, Sinta, kamu tenang dulu. Kamu tenang ya? kamu bicarakan apa aku gak ngerti," Jodi menenangkan Sinta ia mengajak Sinta duduk di kursi dan bicara pelan-pelan.


Sinta tampak sugukan ia tidak dapat menahan tangisnya di depan Jodi, ia menumpahkan semua kesedihannya. Jodi pun merasa iba melihat Sinta sesedih itu tentu hal besar telah terjadi dalam rumah tangga nya dengan Danu.


"Kamu cerita pelan-pelan Sinta, agar aku bisa tau apa masalahmu itu!" pinta Jodi.


"Jodi, ternyata Bayu adalah anak Alia dan Danu." ujar Santi.


Jodi terperanjat ia tidak percaya apa yang dikatakan Sinta. "Bagaimana mungkin itu Sinta?"


"Iya Jodi, mereka telah main di belakang aku selama ini. Ternyata Bayu adalah hasil hubungan gelap mereka. Danu berpura-pura meminta aku untuk mengadopsi Bayu. Sungguh bagus banget permainan mereka bukan?" jelas Sinta masih sugukan.


"Aku kurang paham Sinta, bararti selama ini mereka bersandiwara seolah-olah tidak saling mengenal padahal mereka diam-diam berhubungan gitu maksudnya? dan Bayu adalah hasil perselingkuhan mereka gitu?"


"Iya Jodi, aku sudah dibodohi mereka aku tidak akan tinggal diam aku mau pisah dengan Danu!" ucap Sinta tegas.


"Jangan gegabah Sinta, selesaikan dulu baik-baik. Jangan ambil keputusan saat hati sedang panas Sinta, nanti kamu akan menyesal. Kamu harus pertemukan mereka dulu. Lalu, kamu tanya baik-baik," Jodi menggurui.


"Tidak! aku tidak akan pernah menemui mereka Jodi, aku muak dan aku jijik melihat perbuatan mereka sungguh keji. Tega-teganya mereka menghianati aku apa kurang nya aku pada mereka sehingga mereka menghancurkan kebahagian ku dan hidupku dengan cara menipu ku selama ini," Sinta bicara dengan ketus.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Sinta berbunyi panggilan itu dari Danu.


"Sinta, pulang Sayang... aku minta maaf kejadian ini tidak seperti yang kamu banyangkan. Aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu aku sama Alia tidak selingkuh Sayang." jelas Danu.


"Tutup mulutmu Mas! aku muak mendengarnya kamu jahat kamu penghianat! aku benci kamu Mas masih saja kamu menyangkali perselingkuhan kalian aku bukan perempuan bodoh Danu, yang bisa saja kamu bohongi tindakan kalian sudah sangat keterlaluan. Aku meminta cerai sekarang juga!"


"Sinta... Sinta... dengerin aku dulu." pinta Danu.


Sinta membuang ponselnya ia tidak mau bicara lagi dengan Danu.


Danu pun menelpon Jodi.


"Jodi apa Sinta ada di rumahmu?"


"Ada Danu, kamu jangan kuatir. Biarkan dia menenangkan pikirannya di sini dulu," ujar Jodi.


"Iya Jod, tapi aku perlu menjelaskan pada nya tentang semua kejadian ini. Kamu ajak dia pulang ya aku mohon Jodi, aku tidak mau kehilangan Sinta aku dan Bayu sangat membutuhkan dia," pinta Danu memohon.


"Baiklah Danu, aku akan bicara baik-baik dengannya nanti. Kamu yang tenang ya, aku akan membujuk Sinta agar ia mau pulang."


Sinta terisak Jodi menenangkannya.


Di tempat lain.


Danu menelpon Alia.


"Alia aku ingin bertemu!" pintanya.


"Kapan?"


"Sekarang, ada hal yang penting ingin aku sampaikan padamu."

__ADS_1


"Oke!" Alia memutuskan ponsel bersiap akan menemui Danu.


Danu mengirimkan alamatnya mereka akan bertemu.


Beberapa saat kemudian, Alia sudah sampai di tempat yang di tentukan ia segera menemui Danu yang sudah menunggunya di suatu tempat itu.


"Alia, Sinta sudah mengetahui semuanya!" ujar Danu.


Sontak Alia kaget setengah mati. "Bagaimana bisa?"


Danu pun menceritakan semuanya pada Alia saat mereka telponan Sinta mendengar semua ucapan Danu.


"Itu samua salahmu Danu! berapa kali aku sudah katakan padamu kan, jangan hubungi aku lagi dan jika ada hal penting yang akan di bicarakan langsung ketemu saja. Ini kan akibatnya," cetus Alia menyalahkan Danu.


"Bagaimanapun kita menyembunyikan masalah ini, suatu saat akan terbongkar juga Alia, kalau Bayu memang anak kita berdua. Mungkin inilah saatnya yang tepat kita harus mengakui semuanya di depan Sinta."


"Baik lah. Tapi, aku ada syarat. Serahkan Bayu padaku! aku akan membiarkan mu bahagia bersama Sinta. dan pergi menjauh dari kalian," pinta Alia tegas.


"Alia. Jangan lakukan itu! kasihan Sinta."


"Kamu egois Danu, ternyata kamu cuma mikirin Sinta dan tidak mikirin perasaanku. Sudah lama aku terpisah dari anak ku apakah kamu merasakan sesakit apa hatiku!" bentak Alia.


"Itu semua sudah resikonya Alia, kenapa kamu menitipkan Bayu ke panti asuhan jika kamu tidak mau terpisah dengan anakmu!" Danu balik menyalahkan.


"Bukan aku yang melakukan nya Danu! tapi Mama ku. Aku sangat menyayangi anakku mana mungkin aku menitipkannya."


"Kalau begitu, mungkin itu sudah takdirmu kamu tidak boleh seenaknya bagitu saja mengambil Bayu dari tangan kami."


"Aku mohon Danu! kamu sudah punya semuanya aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Bayu. Kembalikan Bayu padaku Danu, dan biarkan aku membawanya," lirih Alia menagis.


Danu merasa iba melihat Alia histeris menangis di depannya. Semua mata memandang ke arah mereka Danu pun menenangkan Alia.

__ADS_1


Jujur Danu bingung memilih antara Alia dan Sinta.


Bagaimana kisah selanjutnya? ikuti terus ceritanya ya Berty. Maaf up nya tidak lancar karna kesibukan 🙏🥰


__ADS_2