
Alia sudah pulang.ia naik taksi online meluncur ke kotanya. Timbul rasa bersalah pada Jodi yang telah ia bohongi. Jika ia ingat Jodi ia pasti tertawa teringat reaksi wajah Jodi di saat Alia menyebutkan dirinya orang Kalimantan.
Kasian Jodi maafin aku ya Jod, aku terpaksa membohongi kamu karena aku tidak mau ada orang lain yang tau tempat tinggal ku apalagi kamu dekat dengan Sinta dan Danu aku kuatir mereka akan mendatangi aku di sini setelah tau tempat tinggal ku yang sebenarnya. Lagian aku juga tidak mau mereka tau semua tentangku," batin Alia.
Setelah seperempat jalan Alia dalam perjalanannya tiba-tiba Sinta menelponnya katanya Bayu ingin ketemu. Alia menghela napas ia tidak dapat menemuinya lagi karena sudah jauh.
"Sinta maaf, aku sudah sepermpat jalan kenapa tidak bilang dari awal kalau mau ketemu? aku buru-buru karena ada urusan Sinta," ucapnya beralasan. Alia sengaja pulang lebih cepat karna tidak mau di ketahui Danu ia kuatir Danu akan mengikutinya. Padahal ia juga ingin bertemu Bayu sebelum pulang tadi Tapi, ia mengurungkan niatnya demi kebaikan bersama.
"Sinta! bilang Bayu aku pasti akan menemuinya lagi, sekarang aku tidak bisa menemuinya aku minta maaf."
"Ya sudah, gak apa-apa Alia kamu hati-hati aja ya ...?"
"Iya Sinta makasih." Alia pun menutup ponselnya. Seketika itu ia jadi sedih ingat dengan semua kejadian yang di alaminya.
Bayu maafin mama ya mama gak bisa temui kamu untuk sementara waktu karena mama takut Bayu mama tidak mau membuat mu akan terseret dalam masalah mama dan papa. batin Alia merasa sedih.
"Ya Tuhan, bagaimana kalau suatu saat Bayu tau Kalau aku dan Danu adalah orang tuanya kandung nya aku kuatir posisi Sinta akan terancam. Kasian Dia. Bayu tidak boleh tau apa yang terjadi selama ini terpaksa aku harus menjauhi Bayu untuk sementara waktu sampai Danu benar-benar bisa melupakan aku. Sepertinya aku juga harus segera menikah dengan pria lain agar Danu tidak terus mendekati ku tapi aku mau menikah dengan siapa? Masa sama Arif sih? atau sama siapa?" Alia jadi bingung sendiri ia tidak dapat berpikir jernih lagi. Pikirannya tidak karuan dan selalu serba salah.
Ponsel kembali berbunyi panggilan dari Bik Sarifah ia mengabarkan kalau pria tua yang mengaku ayah ya itu datang lagi, bahkan dengan lancangnya memasuki ruang khusus untuk membuktikan kalau dirinya adalah ayah kandungnya Alia. Tenyata ia mau memperlihatkan kalau di ruangan itu ada foto dirinya dan Melinda mantan istrinya.
📞"Bik jangan sampai pria itu berhasil masuk dan di ruangan itu," ucap Alia mengingatkan.
__ADS_1
📞"Ya ampun Non Alia, maaf bibik gak bisa mencegahnya lagi, ia sudah masuk ruangan itu."
📞"Kenapa bibik beri dia kunci ya sih!" cetus Alia.
📞"Ternyata dia juga punya kunci emas itu Non."
📞"Yang benar saja Bik?" Alia kaget.
📞"iya Alia, bibik gak bohong! kok."
📞"Kamu dimana sekarang cepetan pulang Alia." bibik terdengar sangat panik.
📞"Iya Bik Alia masih di jalan, sekitar 2 jam lagi baru sampai."
📞"Bibik bilang saja aku masih di jalan!"
📞"Ya sudah lah, bibik tutup dulu telpon nya."
Alia jadi semakin gelisah kenapa ada-ada saja masalah dalam hidupnya.
Setelah dua jam perjalanan Alia sudah sampai. Orang tua itu masih menunggu Alia di depan rumah. Sepertinya ia belum mau beranjak pulang sebelum bertemu Alia. Alia pun langsung masuk ke dalam dan menjumpai pria tua itu. Ia tampak semangat saat melihat Alia datang.
__ADS_1
"Anakku! kamu sudah datang Nak? ini ayah Nak. Ayah yang selalu merindukanmu." lirihnya menatap Alia.
"Sudah lah jangan bersedih aku tidak butuh air mata. Aku percaya kok kamu Ayahku. Sekarang katakan saja apa mau mu menemui aku kenapa baru sekarang muncul dulu kemana aja?" cetus Alia.
"Ayah gak perlu apa-apa lagi Sayang, hanya ingin ketemu kamu saja. Ayah kangen sama kamu Nak," ucapnya sambil menagis. Ia ingin memeluk Alia tapi Alia tidak mau ia menepis tangan orang tua itu. Alia merasa dongkol padanya karna ia telah mengkhianati mamanya hingga ia ikut jadi korban.
Pria tua yang bernama Arman itu bersedih Alia menepiskan tangannya ia duduk memandangi wajah Alia yang sangat mirif dengannya.
"Maafkan ayah anakku, selama ini ayah tidak menemui kamu sampai sebesar ini. Mama mu bilang kamu sudah tidak ada lagi di dunia, ayah baru tau kalau kamu masih hidup. Saat ayah melintasi kota ini. Ayah kepikiran untuk mencari informasi tentang ibumu, orang-orang bilang Mama mu sudah meninggal maka dari itu ayah menemui mu di sini ayah juga baru tau kalau kamu masih hidup Nak, maafin ayah nya... Semua ini salah Mamamu yang terlalu egois tidak mengijinkan ayah untuk menemui mu. Ia bilang kalau kamu sudah mati saat itu. Andai kamu tau saat itu hati ayah hancur dan terpukul saat ingin melihatmu saat lahir tapi mamamu bilang kamu telah tiada ia tidak mau menerima ayah lagi dan mengusir ayah pergi."
"Tindakan Mama sudah benar, kalau pun aku jadi Mama aku akan lakukan hal yang sama. Buat apa lagi seorang lelaki pengkhianat, selain di campakkan gak ada gunanya di pertahankan. Ayah jahat! sangat jahat sudah menghianati Mama. Aku gak mau punya ayah seperti Ayah. Pergi dari sini Ayah, aku tidak sudi melihat Ayah. Kehadiran Ayah hanya menggoreskan luka lama berdarah kembali, saat Mama memukuli alia yang ingin tau siapa Ayah. Mama mengurungku saat aku bertanya soal Ayah. Aku benci Ayah pergilah ...!" Alia pergi berlari arah kamarnya ia meninggalkan ayahnya yang masih terduduk.
"Sampai hati kamu mengusir ayah Nak, tidak kah kau tau kalau ayah sangat menyayangi kamu selama dikandungan ayah berusaha ingin ketemu tapi Mamamu selalu melarang ayah sampai kamu lahir mama bilang kalau kamu sudah tidak ada di dunia. Ayah sangat merindukan kamu selama ini Nak," lirih pak Arman mengenang masa lalunya. Ia menumpahkan air matanya saat melihat Alia tidak mau menemuinya lagi bahkan sudah mengusirnya.
Setelah menunggu beberapa saat, Alia tidak kembali
Pak Arman pun pergi dari rumah Alia membawa luka di hatinya karena Alia tidak mau menerima nya lagi.
Hilang harapan di hatinya tapi ia akan selalu menguatkan hatinya semua itu juga salahnya sendiri ia telah berbuat kesalahan dimasa lalunya hingga
Malinda tidak mau memaafkan nya sampai mati bahkan Alia juga di sembunyikan darinya.
__ADS_1
Untuk saat itu tidak banyak yang di lakukan Pak Arman ia hanya bisa berharap suatu saat hati Alia akan luluh ia pun mau memaafkan semua kesalahannya.