
Setelah urusannya selesai Arif pergi menemui Alia.
Alia melihat Arif di kejauhan, "Sedikitpun aku tidak menyangka kalau Arif seorang yang hebat tapi kenapa sikap lebay nya sangat keterlaluan itu membuat ku jijik."
"Bagaimana Alia, apa sudah jalan-jalan di sekitar sini?" tanya Arif.
"Iya sudah Rif, aku puas dan merasa senang bisa pergi kesini. Sukma telah mengajak ku keliling panti ini dan makasih banyak." Alia juga berterimakasih pada Sukma. Sukma pamit akan melanjutkan tugasnya yang lain, Arif pun menginjinkan nya pergi.
"Rif aku minta maaf ya, mungkin selama ini aku ada kesalahan dengan mu. Sudah berbuat kasar padamu, aku tau itu tidak pantas ku lakukan padamu," ucap Alia tampak sungkan setelah mengetahui siapa Arif.
"Lho kenapa jadi kalem begini? pake acara maaf-maaf lagi ... " Arif jadi tertawa, kaget mendengar ucapan maaf Alia karna tidak biasanya ia begitu.
"Hem, aku kan sudah banyak salah padamu jadi, wajar dong aku minta maaf gimana sih kamu Rif. Kok malah gitu!" Alia jadi ngambek karna Arif malah menertawainya.
"Iya iya, aku senang lihat kamu terseyum Alia rasanya aku ingin terbang ke langit ketujuh bersamamu dan meraih bintang-bintang di sana ... Arif berkata-kata seolah membaca puisi. Alia membuang nafas kasar. Mulai kumat cepek deh ... Alia memukul jidatnya dan meninggalkan Arif menuju mobilnya.
"Alia ... tunggu ...! aku belum selesai bicara Alia ...."
"Rif bisa gak sehari saja, kamu tidak lebay seperti itu aku mual Rif pengin muntah," teriak Alia.
"Ya ampun Alia, aneh banget biasanya kan para cewek suka puisi kok Alia tidak sih!" gerutu Arif.
"Maaf Alia, aku cuma bisanya merangkai kata-kata manis untuk mu. Itu saja yang dapat aku lakukan Alia. Kalau ngegombal aku tidak bisa maafkan aku ...," lirih Arif.
Alia makin dongkol "Kok ada ya seorang pengusaha seperti Arif pantas saja sampai sekarang dia jomblo siapa juga yang mau sama dia kalau seperti itu walaupun dia kaya raya," cibir Alia.
"Lagian siapa juga sih yang mau denger kamu ngegombal Rif! gak jelas gitu bukannya menghibur malah bikin kuping kepanasan aja," cetus Alia dari jauh.
"Alia ... Alia ... tunggu ...!" seru Arif.
Arif ngos-ngosan mengejar Alia yang sudah sampai di mobil. "Kamu tega banget Alia aku kecapean ...!"
"Rasain kamu emang enak ...!" cibir Alia.
"Sekarang kita mau kemana lagi?" ucap Arif terengah-engah habis berlari.
__ADS_1
"Pulang...!" Alia menggas mobilnya mulai melaju menyusuri jalanan yang sepi saat itu hampir malam.
Sejenak hilang beban pikiran Alia karna jalan bersama Arif yang selalu bertingkah konyol namun menyenangi hati. Alia terseyum melirik Arif masih manyun karna Alia cuekin.
Di tempat lain Sinta dan Danu sudah pulang ke rumah mereka pulang bersamaan.
Bayu tengah asyik bermain dengan Lisa mereka memainkan mainan yang barusan Alia belikan untuknya tapi Lisa tidak mengetahui mainan itu dari Alia.
Danu memanggil Bayu. Bayu segera pergi ke arah Papanya. "Papa sudah pulang?" teriaknya.
"Iya Sayang, wah ... ada mainan baru ya ...?
"Iya nih Pa ... bagus tidak?" ucap Bayu meminta komentar.
"Bagus banget Bayu, siapa yang membelinya?" tanya Danu.
"Ada deh ...!" Bayu tidak mau memberitahu papanya.
"Sudah berani rahasia-rahasiaan ya, sama papa ..."
Sinta tertawa melihat tingkah lucu anak dan bapak itu. "Danu selalu bisa buatku terseyum. Makasih Mas, kamu selalu ada buat kami. Walaupun kamu dalam keadaan capek, kamu selalu menyempatkan diri untuk bermain dengan Bayu ..., kamu adalah Ayah terbaik," lirih Sinta sambil memandangi anak dan suaminya yang berkejaran.
"Ma ... Bayu udah mandi belum?" tanya Sinta pada Lisa.
"Sudah Sin ... kamu sini dulu, mama mau bicara," ajak Lisa.
Sinta pun mendekati mama mertuanya yang mengajarnya duduk di kursi.
"Bagaimana bisa Alia menemui Bayu lagi? kenapa kamu tidak mencegahnya padahal kan kamu ada di sekolah Bayu tadi," ujar Lisa.
"Maaf Ma, tadi itu aku ada kerjaan di kantor. Jodi menelpon ku makanya aku suruh mama pergi jemput Bayu." ucap Sinta.
"Kamu tau tidak, setelah mama datang ke sana Bayu nya sudah tidak ada kata satpam sudah pulang sama kamu. Mama pun pergi ke rumah teman mama tidak langsung pulang kerumah. Ternyata Bayu bersama wanita tidak tau diri itu," ucap Lisa.
"Sinta juga tidak tau Ma kalau Bayu ada bersama Alia. Harusnya kita berterimakasih pada Alia Ma karena ia sudah mengantarkan Bayu di rumah."
__ADS_1
'Entah jampi-jampi apa yang di pakai wanita itu sehingga kamu selalu membela dia," cetus Lisa emosi ia tidak suka Sinta terus membela Alia.
Sinta merasa bersalah telah lalai menjaga Bayu. ia lupa tadi Bayu pulang lebih awal. Untung ada Alia yang menjemputnya kalau tidak Bayu pulang sama siapa. "Maaf Ma, tadi aku lupa bilang kalau Bayu pulang lebih cepat dari biasanya."
Lisa pun memarahi Sinta karna sudah lalai sehingga Alia berkesempatan buat menemuinya lagi. Lisa semakin dongkol pada Alia ia akan memberikan Alia pelajaran lagi agar ia tidak menemui Bayu lagi.
Lihat saja Alia apa yang akan aku lakukan padamu jika kau masih berani menemui Bayu lagi. Lisa membatin.
"Sudah berapa kali aku katakan padamu Sinta! utamakan Bayu dari pekerjaan. Lain kali kamu lebih hati-hati lagi mama harap jangan seperti ini lagi, Alia terus mengincar Bayu bagaimana kalau Alia membawa Bayu pergi apa kamu mau kehilangan Bayu!" Lisa berbicara dengan ketusnya.
"Iya Ma maaf, tolong jangan beritahu Danu Ma Plis ...," pinta Sinta.
"Sayangnya Danu sudah mengetahui nya Sinta. Danu marah besar padamu," sahut Lisa.
"Aduh mama kok bilang sih!" Sinta merasa kesal.
Ia semakin merasa kalau dirinya bukan ibu yang baik buat Bayu, ia pun pergi ke kamarnya dan menangis.
Lisa membiarkan Sinta pergi.
"Kenapa aku selalu lalai, aku memang bukan ibu yang baik ...!" Sinta menyalahkan dirinya sendiri.
Ia merasa bersalah telah mengutamakan pekerjaan dari pada Bayu.
"Maafin mama Bayu, mungkin bulan depan aku akan risain aku mau pokus pada Bayu saja," tekad Alia.
Danu pun masuk ke kamar mau membersihkan dirinya ia melihat Sinta sugukan. "Sinta, kamu kenapa menangis?" tanyanya.
Sontak Santi tersentak ia langsung memeluk Danu.
"Mas Danu maafin aku ya Mas, aku bukan istri yang baik buat mu, aku juga bukan ibu yang baik buat Bayu," ucapnya sambil menagis.
Danu jadi tidak tega mau memarahi Sinta ia mengurungkan niatnya dan menghibur Sinta.
"Kamu tenang saja, aku akan mencari cara buat menyelesaikan masalah ini. Sekarang berhenti menangis, aku akan ajak kalian makan malam di luar. Lebih baik kamu siap-siap untuk makan malam." ujar Danu.
__ADS_1
Sinta pun bergegas membersihkan dirinya.