
Alia mengintai dari jauh memperhtikan Sinta bertemu Bayu ternyata hari itu Bayu pulang awal Sinta menunggu Bayu masuk kelas sementara Sinta menunggu di luar.
Tiba-tiba ponsel Sinta berbunyi panggilan dari Jodi untuk memintanya segera ke kantor.
Sinta pun segera pergi ia menyuruh Lisa yang menjemput Bayu.
Sinta sudah menghilang kini saat nya Alia yang menunggu Bayu. Tidak lama kemudian Bayu pun keluar dari kelasnya. Lisa belum datang menjemputnya mungkin masih di jalan.
Alia terseyum ke arah Bayu Bayu membalas senyuman Alia.
"Tante... Mama mana tadi dia ada disini," ucap Bayu.
"Mamanya ada keperluan mendadak. Jadi dia suruh Tante yang jemput Bayu," ucap Alia berbohong.
"Benarkah itu Tante?" Bayu meragu.
"Iya benar Sayang. Mari... kita masuk mobil tante," ajak Alia secepatnya membawa Bayu.
Lisa sudah datang di sekolah Bayu tapi Bayu sudah tidak ada lagi ia bertanya pada Satpam.
"Pak apa anda melihat Bayu cucu saya?" tanya Lisa.
Satpam menjawab, "Saya tidak tau, mungkin ia sudah pulang bersama ibunya. Soalnya tadi aku melihat Bayu naik mobil." Lisa pun merasa lega.
Ia pun meninggalkan sekolah Bayu dan melanjutkan perjalanan nya menuju rumah temannya tidak langsung pulang kerumah Karena ia pikir Bayu sudah bersama Sinta.
Alia mengajak Bayu ke suatu tempat. ia memperkenalkan Bayu pada Arif tidak lama mereka sudah tampak akrab seperti sebuah keluarga. Bayu merasa senang di ajak Alia jalan-jalan pergi ke tempat wahana permainan. Bayu bermain puas dengan Alia dan Arif tidak lupa mereka mengabadikan nya ke sebuah foto.
Hari itu merupakan momen paling indah buat Alia ia merasa bahagia dapat bebas bermain bersama Bayu tanpa ada yang menggangu. Bayu juga tampak senang menikmati kebersamaan mereka saat itu. Mereka pergi hingga sore hari Alia berniat akan membawa Bayu ke rumahnya tapi ia masih ragu.
Lisa telah kembali kerumahnya ia melihat Bayu tidak ada dirumah. Ia pun bertanya pada art nya. Tapi art menjawab Bayu tidak pulang kerumah sejak tadi. Lisa jadi kaget ia menelpon Sinta. Sinta juga bilang Bayu tidak bersamanya Sinta pun jadi panik.
__ADS_1
Lisa mencari Bayu ke seluruh penjuru rumah dan ia melihat Bayu di taman sibuk dengan mainan barunya yang di belikan Alia barusan. Ternyata Alia tidak tega untuk membawa Bayu ia mengantar Bayu sebelum Lisa pulang.
"Bayu...!" teriak Lisa.
Lisa yang masih tengah menelpon Sinta jadi kaget siapa yang mengantar Bayu pulang.
"Sinta, Bayunya sudah ada di rumah," ucap Lisa.
Sinta pun merasa lega ia pun lanjut dengan pekerjaannya.
"Lisa menghampiri Bayu. Bayu... kamu pulang dengan siapa?" tanyanya.
"Bayu pulang dengan Tante Cantik Nek...!" jawabnya masih asyik bermain dengan mainan barunya.
Lisa kembali menelpon Sinta.
"Sinta, wanita itu lagi yang menjemput Bayu. Ternyata dia masih berani menemui Bayu tunggu saja dia akan aku beri pelajaran. Kenapa sih dia selalu muncul dalam kehidupan Bayu!" cetus Lisa bicara dengan Sinta. Sinta kaget kenapa Alia tidak ijin dulu padanya.
"Sabar Ma, mungkin Alia kangen pada anaknya gak apa-apa Ma, yang penting kan sekarang Bayu sudah sampai di rumah dengan selamat," ucap Sinta menenangkan mertuanya.
Alia yang saat itu masih di perjalanan menuju rumah tampak sugukan Arif menghibur Alia.
"Sudahlah Alia jangan menangis terus lain kali kita bisa datangi dia lagi," ucap Arif.
"Kamu tidak tau bagaimana dipolisikan aku Rif, aku sangat tersiksa selama ini karena berjauhan dengan anakku. Kenapa aku selalu mengalah? kenapa aku tidak tega pada Sinta? kenapa aku sangat peduli dengan perasaan Sinta sedangkan aku lebih tersiksa. Setiap ingat Sinta aku merasa tidak tega ingin mengambil Bayu darinya," lirih Alia mengadu pada Arif.
"Itu artinya kamu adalah seorang yang baik hati Alia, kamu seorang yang istimewa yang selalu memikirkan penderitaan orang lain dibandingkan dengan perasaanmu. Aku bangga padamu Alia kamu memiliki jiwa yang besar seorang gadis yang sungguh mulia hatinya. Tapi..." Arif tidak melanjutkan kata-katanya.
"Tapi apa Rif...!" Alia melirik pada Arif
"Tapi orang nya rada-rada jutek," ucap Arif meledek. Sontak Alia memukuli Arif.
__ADS_1
"Sakit Alia," teriak Arif.
"Siapa suruh bilang aku jutek! Alia memandangi dengan sinis
"Iya gak kok, kamu Alia yang baik hati dan berhenti lembut. Aku kagum padamu Alia,.. dan aku sangat mencintaimu," ucap Arif kecoplosan.
Alia memukuli Arif lagi. Arif meringis kesakitan.
"Makasih yah sudah menghibur aku Rif...," ucap Alia
"Iya..!" Arif terseyum ke arah Alia. Hatinya begitu bahagia saat itu karna akhirnya Alia luluh di hadapannya tidak lagi seperti kemarin-kemarin.
"Alia," panggil Arif.
"Apa!" Alia menjawab.
"Hari ini kita singgah dulu ke panti tempat ku bekerja ya aku rindukan anak-anak. Setelah itu baru aku mengantarkan kamu pulang."
"Boleh lah Rif, aku juga mau tau panti tempat mu bekerja seperti apa," sahut Alia.
"Iya tapi, sebelum itu kita makan dulu ya... aku lapar nih," pinta Arif.
"Terserah kamu saja, aku ikut aja..." ujar Alia.
mereka pun mencari tempat makan. Arif mengajak Alia ke lestoran terkenal di kota itu. Alia merasa senang makanannya enak-enak.
Mereka makan dengan lahap. Setelah mereka makan mereka langsung pergi ke panti asuhan tempat Arif berkerja.
Setelah sampai di panti Arif di panggil seseorang mungkin rekannya. Arif pun ijin pada Alia, ia memanggil rekannya yang lain lagi untuk menemani Alia. Alia telah temani oleh penjaga panti bernama Sukma. Sukma mengajak Alia keliling panti untuk melihat-lihat. Mereka berjalan sambil bercerita tentang Arif. Alia menayakan siapa pemilik panti itu pada Sukma karna Alia penasaran melihat ada panti sebesar itu di lengkapi dengan sekolah dan beberapa kursus lagi. Alia tertarik ingin membangun seperti itu juga di pantinya suatu saat nanti. Sukma pun menceritakan semuanya pada Alia tentang panti itu.
Alia baru tau kalau panti itu milik Arif ternyata jiwa Arif sama seperti jiwanya yang sangat menyukai anak-anak. Akhirnya ia membuat panti itu. Panti itu sudah menampung banyak anak-anak. Jumlah anak-anak di pantinya berjumlah lebih dari 100 orang anak bayi dan balita ada juga anak-anak yang sudah sekolah. Banyak anak yang sudah sukses di didik oleh Arif dari anak-anak itulah ia mendapat bantuan mereka sudah mendapat pekerjaan, tapi ada juga anak-anak yang tidak tau balas budi setelah keluar dari panti mereka lupa. Tapi, hal itu tidak masalah buat karena Arif hanya berniat menolong tanpa pamrih.
__ADS_1
Ada beberapa rekan nya tempat itu bekerja membantu Arif di tempat itu. Di tempat itu bukan cuma tempat panti saja tapi ada sekolah dan beberapa kursus di segala bidang untuk anak-anak yang kurang mampu dan anak-anak yatim piatu. Semua di gratiskan oleh Arif ternyata Arif adalah seorang bisnisman yang sukses ia memiliki banyak usaha dan perusahaan juga selain panti itu. Namun Arif tidak pernah menyombongkan dirinya ia tampak biasa saja dan sederhana.
Alia mengetahui banyak hal itu pada Sukma wanita yang bekerja di panti itu. Arif bukan orang sembarangan ia orang paling baik dan dermawan. Alia jadi segan pada Arif ia pun jadi tidak enak selama ini sudah menyepelekan Arif.