Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Rahasia sebuah ruangan


__ADS_3

Saat Alia tengah melamun ia dikejutkan oleh panggilan dari bik Sarifah.


"Alia ...!" panggil Bik Sarifah.


"Ada apa Bik?" tanya Alia tersentak dari lamunannya.


"Ayo ikut bibik ke dalam, ada yang ingin bibik tunjukan kepada mu," ucap Bik Sarifah.


Alia pun menurut mengikuti Bik Sarifah yang mengajaknya ke dalam Bik duduk di ikuti Alia.


"Sebenarnya ada apa Bik?" tanya Alia.


"Ini ambillah ...!" Bik Sarifah memberi dua foto satu Poto dari orang tua semalam dan satunya lagi di temukan nya di ruangan khusus.


"Apa ini?" Alia melihat foto itu adalah foto ayah dan ibunya dimasa muda dan satunya lagi foto pernikahan.


"Dari mana bibik dapatkan foto ini?" tanya Alia.


"Yang satu itu dari orang tua semalam ia menitipkannya pada bibik untukmu dan yang satunya lagi ..." Bik Sarifah diam sejenak karena merasa tidak enak ia sudah lancang membuka satu buah ruangan yang ia tidak tau ruangan apa.


"Maaf bibik gak sengaja sedang bersih-bersih di ruangan khusus itu Alia, rencananya bibik akan memindahkan lemari tempat buku-buku anak-anak yang sudah tak dipakai lagi. Lalu bibi menemukan itu dan beberapa barang di sebuah kotak mungkin itu barang-barang peninggalan almarhum Mamamu. Karena ada tulisan for Melinda. Tapi bibik tidak berani membukanya."


"Mana kotak nya Bik?" tanya Alia kaget.


"Masih di sana, bibik gak berani buka nya. Lebih baik kamu saja yang bukanya mungkin benar orang tua semalam adalah Ayah kandung mu Alia, muka nya persis kan seperti dalam foto itu."


Alia bergegas menuju ruangan khusus itu, memang ruangan itu jarang sekali di masuki Alia bahkan tidak pernah sampai sekarang karna mama nya selalu melarang Alia untuk memasuki ruangan itu oleh sebab itu ruangan itu di beri nama ruangan khusus tidak boleh di buka dan selalu terkunci.

__ADS_1


Hari itu Bik Sarifah iseng mencoba membuka pintu ruangan itu karna barang kali bisa di tempati dari pada di biarkan kosong menurutnya. Ia pun mencoba membuka nya karna ingin mengecek ruangan apa itu.


Alia kaget melihat isi ruangan itu sangat mewah dan besar. Mungkin ini kamar Papa dan Mama ... gumam Alia. Jadi itu sebabnya aku di larang mama memasuki ruangan ini. Ia melihat ada tempat tidur, sofa mewah dan beberapa lemari tempat barang-barang antik, lemari pakaian, lemari buku-buku dan lemari hias semuanya serba mewah.


Mata Alia terbelalak saat ia melihat sekeliling ruangan itu. Pandangan Alia tertuju pada sebuah foto besar yang terpampang di dinding ia tidak menyangka kalau di situ juga ada lukisan sebesar itu. Lukisan itu adalah lukisan papa dan mamanya.


Pantas saja Mama selama ini melarang aku untuk memasuki ruangan ini. Ternyata ini rahasianya, desah Alia sambil memandangi wajah kedua orang itu. Seorang pria yang tampan gagah dan perkasa memakai baju dinas tentara dan wanita cantik anggun dan mempesona. "Jadi itu ayah ku?" lirih Alia. Ia menangis meraba kedua wajah orang itu yaitu Papa dan Mama nya di masa muda "Mama... Alia rindu ... kenapa mama merahasiakan semua ini pada Alia Ma ...!" lirihnya sambil menagis.


"Bik dari mana Bibik dapatkan kunci ruangan ini? aku sendiri tidak mengetahuinya."


"Maaf sekali lagi Alia, bibik benar-benar minta maaf karena sudah lancang. Bibik menemukan nya di dalam kendi itu," tunjuk Bik Sarifah. Tadinya bibik ingin membersihkannya. Tapi, setelah bibik masukan tangan bibik ke dalam kendi itu, tangan bibik terasa menyentuh sesuatu, lalu bibik lihat ternyata sebuah kunci emas ini Alia," bibik menunjukan kunci itu pada Alia.


"Ini benaran kunci emas Bik ...." Alia melihat-lihat permukaan kunci itu Memang terbuat dari emas.


"Maaf ya Alia bibik sudah lancang tapi bibik gak bermaksud menggeledah rumah ini, bibik cuma mau bersih-bersih tadi niat nya," ujar Bik Sarifah sungkan.


"Gak apa-apa Bik justru Alia senang mendapatkan kunci ini dan akhirnya bisa masuk ruangan ini."


"Kenapa Mama membiarkan ruangan ini masih utuh seperti ini?" ucap Alia heran. Kelambunya juga di biarkan terbuka seakan ada orang yang tidur di kasur itu. Bantalnya di susun rapi ada dua buah bantal dan guling, ada selimut juga. Alia tertegun melihat semuanya sepertinya mamanya sengaja membiarkan barang-barang itu tetap pada tempatnya seperti semula. Mungkin itu adalah kenangan bersama suaminya maka ia tidak mau kehilangan kenangan itu, ia tidak merubah atau membuang semua barang-barang di situ, masih utuh dan masih tersusun rapi pada tempatnya.


"Mama ... maafkan Alia sudah melanggar perintahmu, saat ini Alia memasuki ruangan ini untuk yang pertama kali nya." Alia menagis melihat sekeliling ruangan itu ia ingin mamanya hadir di situ. Agar ia bisa menjelaskan semua rahasia kamar itu pada Alia.


Bik Sarifah mendekati Alia. "Alia jangan bersedih, maaf bibik yang sudah membuatmu sedih."


Alia mengambil sebuah kotak yang di katakan Bik Sarifah padanya itu. Ia membuka kotak itu. Alia ternganga melihat benda-benda itu. Sekotak perhiasan lengkap yang mungkin hadiah kawin mama dan papanya. Alia membaca tulisan di atasnya happy Anniversary istriku tercinta yang ke 1tahun begitu tulisannya dan hadian lain nya yang masih terbungkus menyerupai kado, satu persatu Alia buka dan ia baca. Ada juga sebuah diary dan foto-foto masa muda Mama dan papanya. Album itu bertuliskan dua buah nama Arman Maulana dan Melinda. Jadi itu nama Ayah, batin Alia.


Alia membuka album itu ia terseyum melihat semua foto itu mereka tampak mesra dari masa ke masa. Saat mereka memakai seragam sekolah, sampai sarjana dan sampai ayahnya memakai baju seragam dinas tentara. Dari masa pacaran dan sampai menikah tapi di lembar akhir album itu Alia melihat Poto terkoyak dan hancur. Alia memperlihat semuanya pada Bik Sarifah, Bik Sarifah ikut bersedih.

__ADS_1


"Ternyata ayah seorang tentara Bik," ujar Alia.


"Iya Alia. Patas saja ia tampak gagah sampai tua. Walaupun wajah nya sudah menua, tapi tubuhnya masih tetep kekar dan gagah tidak berubah," sahut Bik Sarifah.


Alia membawa kotak barang-barang itu ke kamarnya. Ia belum puas melihat semua foto-foto itu.


Arif memanggil Alia karna ia akan segera pulang.


"Alia kamu dimana sih...!" cetusnya ia sudah berkeliling seluruh ruangan namun tidak menjumpai Alia.


"Ada apa Rif...!" tiba-tiba Alia menjawab. Arif kaget bukan main Alia nongol begitu saja sambil membawa sebuah kotak besar.


"Alia, itu kotak apaan?" tanya Arif.


"Kotak rahasia." jawab Alia.


"Kotak rahasia? kotak nya bagus banget, aku gak pernah lihat kotak sebagus itu," ujar Arif.


"Ini kotak antik," ucap Alia sambil menuju kamarnya.


"Sini, biar aku yang membawanya," Arif menawarkan diri.


"Tidak perlu...! aku bisa membawanya sendiri," Alia berlalu di hadapan Arif.


Arif pun pasrah karna Alia melototi nya.


"Alia cepetan turun ya! aku tunggu di depan," seru Arif.

__ADS_1


"Pergi saja Rif, kalau mau pulang, pulang aja kenapa juga harus pake tunggu aku segala!" teriak Alia sambil menaiki tangga kamarnya.


"Aku tidak akan pulang, sebelum kamu turun Alia!" ucap Arif ikut teriak. Alia menoleh sambil geleng-geleng kepala tidak habis pikir kenapa Arif bertindak begitu.


__ADS_2