Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Alia membohongi Jodi


__ADS_3

Malam itu merupakan malam teristimewa buat Danu tapi tidak dengan Alia ia sangat gelisah dan merasa kuatir saat mengetahui kalau Danu masih mencintainya ia takut kalau Danu akan berbuat nekat. Alia berusaha untuk melarang Danu tapi sepertinya Danu tidak mau peduli dengan keadaan.


Aku jadi serba-salah kenapa Danu selalu buat aku pusing batin Alia semakin tidak karuan.


Malam itu setelah di perjalanan pulang Sinta meminta Alia untuk menginap dirumahnya namun Alia menolak karna ia tau mama Danu tidak menyukai nya walaupun sebenarnya ia sangat ingin menginap dirumah Sinta karena ia ingin bertemu Bayu tapi ia kuatir Lisa akan berbuat kasar lagi padanya. Alia mutuskan untuk kembali ke hotel karena besok pagi ia akan segera pulang ke kotanya.


Sinta meminta Danu untuk mengantarkan Alia pulang besok pagi. Dengan semangat Danu Ng ucapan Sinta. Tapi tidak dengan Alia ia menolak karena dengan alasan sudah ada yang menjemputnya. Danu pun menjadi kesal.


"Alia kita berpisah di sini ya," ucap Sinta mereka sudah sampai rumah.


"Iya Sin, sampaikan salam ku pada Bayu."


"Baik lah. Jodi kamu antar Alia ke hotel ya!" ucap Sinta.


"Iya Sin."


" Hati-hati ya kalian. Jodi antar langsung Alia ya ya ... jangan di ajak sana-sini lho.


"Iya Sin, kuatir amat sih kamu! sudah pasti aku antar pulang kok," ucap Jodi menyakinkan.


Sinta pun mengajak Danu turun dari mobil mereka telah sampai didepan rumah mereka. Alia dan Jodi melanjutkan perjalanan mereka. Selama dalam mobil Jodi merasa gugup di hadapan Alia ia tidak berbicara satu patah kata pun.


Akhirnya Alia mengajaknya mengobrol untuk mencairkan suasana.


"Jodi maaf, kalau boleh tau Sinta itu siapa mu keluarga atau sekedar rekan kerja saja?" tanya Alia kepo karena melihat kedekatan mereka.


Jodi terdiam saat mendengar pertanyaan Alia.


"Jodi kenapa diam?" Alia menyadarkannya.


"Aku sama Sinta temanan sudah lama sejak SMA."


"Oh pantas saja kalian sangat akrab." Alia tidak mau membuat Jodi tersinggung sebenarnya Alia mengetahui kalau Jodi sepertinya suka sama Sinta.


"Alia kamu kapan balik ke kotamu kalau kamu mau aku bersedia kok mengantarmu pulang," tawar Jodi.

__ADS_1


"Makasih, tapi aku bisa pulang sendiri kok."


"Beneran Alia, aku mau antar kamu aku serius," ucap Jodi.


"Gak usah deh Jod, aku gak mau ngerepotin kamu.


Hotel aku di depan sana aku turun sini saja."


Alia tidak mau jodi tau hotelnya. Karena ia takut Jodi akan mendatanginya.


"Kenapa gak sampai ke hotel itu saja Alia, kok turun di tengah jalan sih!"


"Gak apa-apa kok, aku mau singgah dulu ke supermarket itu, takut kamu kelamaan menunggu." ucap Alia beralasan.


"Padahal beneran gak apa-apa lho Alia."


Alia pun segra turun dan mengucap terimakasih pada Jodi karena sudah mengantarnya.


Jodi pun memutar mobilnya dan berlalu.


Danu malam itu tampak gusar ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena pikirannya selalu tertuju pada Alia. Hal itu di ketahui Sinta. Sinta juga tidak bisa tidur melihat perubahan Danu akhir-akhir ini barusan di party tadi Danu susah bersikap romantis pada Sinta. Namun, ketika sampai di rumah ia kembali diam lagi dan bersiap cuek.


Sinta selalu mencari tau apa sebabnya tapi ia belum dapat titik terang sebenarnya Danu sedang punya masalah apa selama ini.


Keesokan harinya Alia sudah siap berangkat ke kotanya. Ia berjalan menuju halaman hotel hendak keluar, ternyata di pintu gerbang hotel itu ia di kejutkan dengan kehadiran Jodi. "Hay selamat pagi?" sapa nya.


Alia kaget kenapa Jodi tiba-tiba ada di situ.


Jodi kok bisa tau sini sih padahal kan semalam dia nganterin cuma sampai tengah jalan aja. Alia jadi bingung sendiri. Ternyata semalam Jodi membututi Alia sampai ke hotelnya makanya dia jadi tau letaknya.


"Kamu kok ada di sini jodi." Alia merasa kesal ingin menghindar tapi sudah terlanjur ketemu.


"Iya aku sengaja ke sini buat jemput kamu."


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Aku mau anterin kamu pulang hari ini. Boleh ya aku ingin tau dimana tempat tinggalmu aku juga ingin berkenalan dengan keluargamu plis beri aku kesempatan?" pinta Jodi.


"Sebaiknya tidak usah Jodi, nanti kamu akan menyesal."


"Menyesal kenapa memang nya?" tanya Jodi merasa bingung.


"Tempatnya sangat jauh, kamu pasti kecepean dan akan rugi juga."


"Aku sudah perhitungan hal itu kok bagiku gak masalah aku gak pa-pa capek, rugi sekali-kali itu biasa kan asalkan aku tau tempat tinggal mu."


"Baiklah kalau kamu memaksa, tapi jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa balik lagi ke sini," jelas Alia.


"Maksud kamu apa sih?"


"Apa kamu tau tempat tinggal aku sebenarnya dimana?"


"Tidak tau, memang dimana tempatnya?"


"Di Kalimantan barat," jawab Alia.


"Ya ampun, jauh banget sih. Harus naik pesawat kalau gitu. Jadi, kamu orang Kalimantan barat yang kata orang nya terkenal seram dan sadis itu?" Jodi jadi segan.


"Yah bagitulah! bagaimana masih mau ikut juga?"


"Kalau naik pesawat aku masih sanggup tapi ... kalau akan mendatangi tempat itu, aku sedikit ngeri. Gak jadi deh aku antar kamu. Aku antar sampe bandara aja ya."


"Ya sudah ayo ...!" ajak Alia.


Jodi pun mengantar Alia hanya sampai bandara tapi sebenarnya Alia membohongi Jodi padahal jarak kotanya dan tempat itu cuma 5 jam perjalanan tidak perlu naik pesawat. Alia tertawa dalam hati karena berhasil membuat Jodi takut. Ternyata Jodi sudah termakan rumor yang beredar selama ini. Ia menganggap Kalimantan barat tempat yang seram dan sadis itu padahal itu cuma mitos. Kalimantan sesungguhnya bukan tempat seperti itu di sana masyarakatnya sangat ramah dan bersahabat beranekaragam suku dan budaya di sana semuanya masyarakat hidup rukun dan damai.


Sejak saat itu Jodi jadi segan pada Alia bahkan ia takut mendekati Alia lagi. Ia pun membatalkan niatnya untuk mendapatkan Alia. Padahal sejak pertama kali bertemu Alia ia sudah suka dengannya tapi ia merasa keberatan jika harus berhadapan dengan orang Kalimantan. Sebelumya Jodi pernah punya teman yang merantau di Kalimantan ia bercerita pada Jodi tentang mistik ada keris terbang yang mencari mangsa itu sebabnya Jodi jadi takut.


Setelah sampai di bandara Jodi langsung pamitan dengan Alia. Alia terseyum memandangi kepergian Jodi. "Emang enak di kerjain," ucap Alia tertawa.


Tenyata Jodi orang nya mudah aja di bohongi tidak seperti Danu. Alia jadi gregetan mengingat Danu. Berapa kali ia harus katakan kalau Alia tidak punya rasa lagi padanya tapi tetap saja ia ngotot ingin balikan seperti dulu dengan Alia. Bahkan Alia sudah melakukan bermacam cara untuk menghindari Danu tapi ia tetap mencuri-curi kesempatan buat dekati dia.

__ADS_1


__ADS_2