
Danu masih menelpon Alia.
📞"Aku ingin bicarakan hal penting dengan mu Alia. Aku sudah pergi ke alamat yang mau sebutkan itu. Tapi, kenapa kamu tidak mau menemui aku Alia?"
📞"Apa kamu sadar Danu,... kalau di sebrang sana ada sebuah mobil yang sedang mengikuti kamu?" Alia melihat di cctv itu mobil Sinta.
📞"Hah, mana...?" Danu kaget ia memastikan ucapan Alia memang benar ada mobil di sebrang dan ia mengenali mobil itu adalah mobil Sinta.
Br*ngsek kenapa aku tidak sadar kalau sudah di ikuti Sinta. Sinta benar-benar keterlaluan.
📞"Alia, aku tetap mau bicara juga dengan mu aku tidak peduli lagi dengan anggapan Sinta."
📞"Maaf Danu aku bukan wanita bo*oh yang bisa kau atur-atur. Aku tidak mungkin menyakiti Sinta yang sudah baik padaku, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menemui kamu, sebaiknya kamu pulang saja maaf aku saat ini sedang sibuk." Alia menutup ponselnya. Ia masih memperhatikan Danu melalui CCTV-nya.
📞"Alia... Alia...!" seru Danu memanas.
Alia memerintahkan satpam untuk mengusir Danu. Satpam pun menyeret paska Danu di seret keluar pagar dan di suruh pergi secepatnya. Danu memanas ia memukuli satpam itu. "Dasar satpam br*ngsek!" cetus Danu.
Sinta kaget melihat Danu di usir oleh satpam itu.
"Apa sebenarnya yang Mas Danu lakukan? kenapa ia di usir dari rumah itu?" Sinta semakin penasaran ia pun langsung mendekati Danu. "Mas Danu apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya.
Danu kalang-kabut tidak tau mau jawab apa. Ia membohongi Sinta kalau dirinya telah di tipu seseorang. Sinta semakin bingung melihat Danu tampak pucat dan gugup.
"Kamu ngapain mengikuti aku sampai sejauh ini Sinta?" tanya Danu.
"Aku... aku curiga pada mu Mas, aku kira kamu mau ketemuan dengan seseorang," sahut Sinta merasa bersalah.
"Sinta... Sinta... ternyata kamu masih tidak berubah selalu saja curiga padaku harus berapa kali aku katakan padamu Sinta kalau aku gak selingkuh," Danu masuk dalam mobilnya dan mengajak Sinta pulang.
"Sekarang ayo kita pulang, Mama pasti sudah mengkuatirkan kita kasihan Bayu juga dirumah. Lagian kamu ada-ada saja, pake ngikutin aku segala! " omel Danu memarahi Sinta.
__ADS_1
"Uuh...! udah capek-capek pergi sejauh ini gak dapat info apa-apa!" gerutu Sinta membanting pintu mobilnya. Mereka pun pergi meninggal tempat itu.
Lisa di rumah sudah mengkuatirkan Sinta dan Danu saat itu sudah malam, namun mereka belum sampai berkali-kali ia menghubunginya tidak diangkatnya karena mereka masih di perjalanan.
Danu masih berada diperjalanan pulang bernama Sinta merasa cemas rahasianya akan di ketahui Sinta. Sinta terus bertanya pada Danu siapa sebenarnya yang akan ditemui Danu di kota tadi.
Sinta mengajak Danu singgah untuk beristirahat mereka mampir di sebuah restoran.
"Mas, aku penasaran sebenarnya siapa orang yang ingin kau temui itu aku merasakan kalau kamu telah menyembunyikan sesuatu dari ku Mas," ucap Sinta curiga.
"Tidak ada Sinta, kenapa kamu selalu curiga padaku? aku cepek Sinta sekarang lebih baik kamu makan, ini sudah malam kita akan segera melanjutkan perjalanan kita oke! Tolong Sinta jangan banyak tanya, kamu tidak tau aku saat ini sangat pusing," cetus Danu.
"Pusing? pusing kenapa sih Mas? kenapa kamu selalu menutupi masalahmu dariku! aku ingin tau kamu lagi ada masalah apa sebenarnya." Sinta ngotot ingin tau.
"Tolong jangan paksa aku Sinta! ini masalah pekerjaanku tidak ada hubungannya dengan kamu. Kamu tenang aja semuanya akan baik-baik saja, aku tidak mau kamu ikut dalam masalahku Sinta tolong ya kamu diam dan jangan pikirkan masalahku mengertilah Sinta...," lirih Danu memohon.
"Tapi Mas aku harus tau, aku ini istrimu Mas. Tidak. pantas kamu menutupi masalahmu dariku.
Sinta pun menurut, ia juga sudah capek bicara dengan Danu yang selalu berkilah. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Danu melaju Sinta pun menyusul.
"Aku yakin pasti ada sesuatu yang Mas Danu sembunyikan dariku," ucap Sinta sambil menyetir.
Danu merasa serba salah ia tidak tau akan berbuat apa dan mengatakan apa, Sinta merasa curiga padanya. "Bagaimana mungkin aku katakan masalahku pada Sinta. Padahal tadinya aku ingin memberikan hasil tes DNA ini, pada Alia tapi Sinta telah merusak semunya. argh... Danu mengerang merasa kesal. "sebenarnya rumah yang ku datangi tadi rumah siapa? mungkin kah itu rumah Alia?" Danu bertanya-tanya.
Tiba-tiba ponsel Danu berdering panggilan itu dari Alia secepatnya ia mengangkat telpon itu.
📞"Halo Alia...!" ucap Danu menyapa.
📞"Danu aku mohon padamu, tolong! jaga rahasia kita pada Sinta aku tidak mau Sinta terluka Danu." ucap Alia melirih.
__ADS_1
📞"Aku tau Alia, sukurlah tadi kamu cepat ambil tindakan hingga Sinta tidak tau kalau aku akan menemui kamu. Tapi, aku sangat kecewa padamu hari ini Alia... kenapa kamu beri aku alamat palsu?" Danu merasa kesal sudah di bohongi Alia.
📞"Maaf Danu, aku melakukannya karna aku tidak mau rahasia kita terbongkar. Biarlah yang terjadi di antaranya kita hanya kita dan Tuhan yang tau." ucap Alia.
📞"Kenapa kamu merahasiakannya padaku Alia...? Aku sangat kecewa padamu!"
"Apa maksudmu Danu?"
📞"Tentang Bayu Alia, dia anakku kan? kenapa tidak dari awal kamu katakan padaku Alia...!" Danu sudah tidak sabar ia pun mengatakan semuanya pada Alia karena sudah tidak ada waktu lagi untuk nya menemui Alia. Sinta selalu mencurigainya.
Alia kaget mulutnya ternganga Dari mana Danu mengetahui semua itu... batinnya.
"Danu jaga mulutmu! aku tidak pernah mengatakan kalau Bayu adalah anakmu dia bukan anakmu Danu...!" Alia terus berkilah.
"Kamu mau katakan seribu kali pun, aku tetap tidak percaya ucapanmu Alia. Tau kah kamu bahwa tadi aku akan menunjukkan sesuatu padamu."
"Sesuatu?" Alia kebingungan.
"Iya aku akan menunjukkan surat hasil tes DNA antara aku dan kamu dan juga Bayu. Di surat ini menunjukkan kalau Bayu adalah anak ku dan kamu.
Kamu pembohong Alia kamu penipu... Bayu 100 % darah daging ku!" Danu mengatakan semuanya pada Alia ia tidak bisa menutupinya lagi.
Alia menutup ponselnya ia tidak sanggup mendengar ucapan Danu.
"Ya Tuhan, Danu sudah mengetahui semuanya kenapa aku tidak tau kalau Danu akan melakukan tes itu aku sudah lalai...!" Alia menyalahkan dirinya sendiri. Alia jadi kuatir ia merasa serba salah.
"Apa yang harus aku lakukan agar Sinta tidak merasa curiga kalau aku dan Danu pernah ada hubungan di masa lalu? Ya Tuhan tolonglah aku," ucap Alia sendirinya.
Akankah Sinta mengetahui rahasia Alia dan Danu? Bagaimana sikap Sinta selanjutnya? tetap ikuti ceritanya ya Besty...
Bersambung di bab selanjutnya...
__ADS_1