
Sore telah tiba Alia bergegas akan pergi menemui Danu di tempat yang sudah ditentukannya. Sebenarnya Alia keberatan bertemu dengan Danu karna takut Sinta mengetahuinya. Alia pun memutuskan akan mengajak Arif agar tidak terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Dengan semangat nya Arif menerima tawaran Alia.
"Hari ini aku akan temui seseorang mau kah kamu menemani aku?" tanya Alia pada Arif.
"Dengan senang hati, sudah pasti aku mau. Tumben mau ajak aku ada apaan ini?" Arif balik bertanya hati nya sedang berbunga-bunga saat itu dapat tawaran spesial dari Alia.
"Jangankan menemanimu Alia, menyebrangi lautan pun aku mau asal bersamamu," ucap Arif ngegombal.
Alia membuang muka malasnya itulah yang di benci oleh Alia pada diri Arif dia terlalu lebay membuatnya
kuping Alia kepanasan.
"Oya kita akan pergi sekarang, jika ada yng bertanya kamu siapa ku, kamu jawab aja kamu pacarku."
"Siap!" ucap Arif. Hari ini aku memang hoki tidak biasanya Alia seperti ini padaku mimpi apa ya aku semalam?... batinnya. Arif cengengesan ia jadi salah tingkah.
"Arif kamu jangan senang dulu ini semua hanya pura-pura!" cetus Alia.
"Kenyataan juga gak apa-apa kok aku sudah siap Alia..."
"Siap apaan?"
"Siap melamar mu..." ujar Arif.
Jangan mimpi Rif," Alia memandangi wajah Arif dengan sinis.
"Ayo kita pergi...!" ajak Alia.
Arif dengan semangatnya mengikuti Alia dari belakang mereka masuk dalam mobil mewah yang di miliki Alia.
Selama satu jam perjalanan Alia berhenti di sebuah kafe di situlah Alia akan bertemu Danu.
Ternyata Danu sudah sampai duluan ia melihat Alia di kejauhan ia pun mengirim pesan pada Alia. Sepertinya Danu keberatan Alia datang bersama orang lain.
"Kok Alia bawa-bawa orang segala sih, ini kan sebuah rahasia gimana sih Alia." Danu tampak tidak suka.
Alia mengirim pesan pada Danu. "Danu kemana kamu cepat keluar! aku tidak punya waktu banyak," ucapnya mengirimkan pesan singkat pada Danu.
Danu pun muncul entah dari arah mana, tiba-tiba ia sudah di depan Alia. Alia kaget ia pun memperkenalkan dia pada Arif. Sebelum nya Alia telah sepakat pada Arif kalau mereka seolah-olah pacaran.
__ADS_1
"Ini dia orang nya yang selalu ganggu aku yank...!" ucap Alia pada Arif.
Arif ternganga saat Alia memanggilnya sayang.
"Kenalkan Danu, ini pacar aku Arif," ucap Alia memperkenalkan Arif pada Danu.
"Oh saya Danu kekasih Alia," Danu menyambut tangan Arif dengan memasang wajah sinis.
Alia ternganga, "Danu...!"
"Tapi itu dulu, sekarang sudah jadi kenangan," dan Danu menyambung ucapannya.
"Oh ternyata cuma mantan pacar ya... ada keperluan apa mengajak Alia ketemuan?" tanya Arif memasang wajah sinisnya.
Danu jadi dongkol pada Alia kenapa bawa-bawa pacar saat ketemuan dengannya. Tapi ia menutupi perasaannya agar Alia tidak baper. Danu berusaha untuk tenang seolah ia tidak merasa apa-apa.
Sikap Danu biasa aja, kenapa ia tidak cemburu melihatku membawa Arif. batin Alia sambil memperhatikan gerak-gerik Danu.
Danu menahan dirinya untuk tidak emosi ia menarik napas panjang. Alia kamu sungguh keterlaluan kenapa kamu selalu bikin aku naik darah. ujar nya memanas.
Danu menarik tangan Alia dan membawanya ke tempat sepi ia ingin bicara empat mata saja dengannya, tentu Arif tidak membiarkan mereka Arif juga menarik tangan Alia. "Arif tolong lepasin!" bentak Alia. Arif pun segera melepaskan tangan Alia Danu pun membawanya pergi.
Mereka membicarakan masalah mereka berdua Danu juga memperlihatkan surat hasil tes DNA itu pada Alia. Sontak Alia merobek kertas itu. "Maaf aku tidak butuh ini!" ucap Alia marah karena tidak suka Danu telah diam-diam melakukan tes itu tanpa ijin dari nya.
Danu ternganga melihat reaksi Alia yang sudah dengan lancangnya merobek kertas itu yang sama sekali tidak berguna buat Alia. Namun sangat berarti bagi Danu.
"Alia kenapa kamu lakukan ini? bagaimana dengan Mamaku?" ujar Danu emosi.
"Kamu gila Danu! benar-benar sudah tidak waras lagi, bagaimana mungkin kamu melakukan tes itu tanpa sepengetahuanku!" cetus Alia memanas. Bagaimana kalau Mamamu dan Sinta mengetahuinya. Kamu telah teledor Danu!" cetus Alia marah.
"Maaf saat itu aku di desak Mama, Alia...," sahut Danu.
"Sekarang kamu puas kan? kerena sudah tau semua kebenarannya. Sesuai janji mu Danu kamu akan menyerahkan Bayu kepadaku saat kau mengetahui semuanya. apa kamu ingat janji itu?" ujar Alia.
"Alia plis jangan lakukan itu! kasian Sinta...," ucap Danu panik.
"Kamu harus tepati janjimu Danu, kalau tidak aku akan menuntutmu dipengadilan dengan tuduhan penipuan!" Alia mengancam.
"Jangan gila Alia, jangan lakukan itu aku mohon...," pinta Danu.
__ADS_1
Alia pergi meninggalkan Danu. sedangkan Danu melirih seorang diri penuh kebingungan karena sudah tidak ada uang lagi buat melakukan tes ulang
"Alia tunggu!" Danu menghentikan langkah Alia.
"Ada apa lagi Danu?" ujar Alia masih berbelas kasihan pada Danu. Ia meminta bantuan pada Alia.
Untuk membayar dokter agar bisa memalsukan dokumen itu. Danu melihat kertas yang sudah di robek-robek Alia ia bersedih kenapa Alia tega merobeknya.
"Itu bukan masalah bagiku Danu, asal kamu tepati janjimu aku siap membayar dokter kirimkan nomor rekening kamu saat ini juga aku transfer untuk biayanya," ucap Alia dengan sombongnya.
"Licik kamu Alia! memang benar ucapan Mama kamu adalah wanita penipu. Dengan mencari kesalahanku kau menjerat aku dengan permintaan konyol mu itu!" ucap Danu kesal.
"Konyol bagaimana bukankah itu wajar aku ibu kandung dari Bayu maka akulah yang berhak bagi Bayu." tanpa banyak bicara lagi Alia pergi bersama Arif meninggalkan Danu yang masih mematung.
Alia mendatangi kota yang di tinggali Bayu dan keluarganya. Saat itu Bayu masih berada di sekolah. Di jam istirahatnya Alia menemui anaknya dengan membawa oleh-oleh untuk nya. Bayu melihat Alia dari kejauhan ia berlari ke arah Alia.
"Tante cantik... hore Tante datang...!" Bayu langsung memeluk Alia. Alia pun membalas pelukannya dan menciumi anaknya itu. Arif terdiam melihat pertunjukan itu sibuk dengan pikiran sendiri.
"Bayu tante sangat rindukan kamu," ucap Alia sambil merangkul anaknya.
"Bayu juga rindu Tante... kenapa gak main ke rumah Bayu lagi Tante?"
"Maaf ya Sayang tante sibuk banget." Alia menyerka air matanya yang mengalir.
"Tante kenapa menangis?" tanya Bayu.
"Tante menagis karna bahagia bisa melihat mu lagi Bayu...," ujar Alia.
Alia melirik sebuah mobil yang jelas ia mengenalinya itu mobil Sinta ia pun pamit pergi pada Bayu. "Bayu...maaf yah Tante gak bisa lama-lama disini, Tante cuma mampir sebentar aja. Tante janji akan ke sini lagi nanti. Bay, sampai jumpa Bayu." Alia mengecup kening Bayu ia pun bergegas mengajak Arif pergi.
"Kita mau kemana lagi Alia?" tanya Arif.
"Kita di sini dulu, aku akan temui anakku lagi saat Mamanya sudah pergi."
" Oh,wanita yang turun dari mobil itu ibu anakmu?" tunjuk Arif ke arah Sinta.
"Iya namanya Sinta," ucap Alia.
"Oh, ternyata dia cantik juga ya...?" puji Arif.
__ADS_1
Alia diam tidak mendengarkan kata-kata Arif ia sibuk memperhatikan Bayu dari jauh seolah berat meninggalkannya.