Takdir Hidupku

Takdir Hidupku
Pernikahan Alia dan Arif


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Arman bersiap-siap akan menghadiri acara pernikahan Alia walau ia tidak di undang tapi besar hasratnya ingin menghadiri hari bahagia anaknya itu.


"Anakku akan menikah, aku sebagai ayah ikut bahagia semoga anak ku berbahagia bersama pasangan di hari bahagianya ini aku akan memberi sedikit hadiah semoga saja ia mau menerimanya," ucap Pak Arman mempersiapkan kado untuk anaknya.


Sinta memperhtikan ayahnya. "Ayah akan pergi juga hari ini?"


"Iya Sinta Ayah harus pergi ke acara bahagianya Alia,"


"Apa Ayah tidak takut dimarahin Mama...?" tanya Sinta.


"Ayah tidak peduli dengan ucapan Mamamu lagi, apapun yang dikatakan dia Ayah tetap akan pergi juga," ujar Pak Arman.


"Yah sudah, kalau begitu mari kita pergi sama-sama Ayah aku juga penasaran ingin tau dimana rumah Alia." ujar Sinta sudah siap.


Sinta juga menyiapkan bingkisan untuk Alia sebagai tanda terimakasihnya juga sudah memberikan segalanya untuk Bayu.


"Kamu yakin mau ikut Sinta?" tanya Danu.


"Yakinlah, emang kenapa kamu mau ikut juga?" tanyanya pada Danu.


"Tentu saja aku juga ikut," sahut Danu.


"Mama, Bayu juga ikut ya," sambung Bayu yang tengah mempersiapkan dirinya juga.


"Iya Sayang, kalau gitu mari kita pamitan sama nenek barang kali Nenek juga mau ikut."


Semua sudah siap. Saatnya Arman akan pamitan dengan istrinya. Saat berpamitan Sasmita tidak menghiraukan ucapan suaminya malah ia mendorong Arman agar secepatnya pergi. Sinta tidak tega melihat ayahnya di perlakukan seperti itu. "Mama kalau tidak mau ikut diam saja, kenapa kasar sama Ayah!" cetus Sinta memarahi mamanya.


"Ayah tidak apa-apa?" tanya Sinta mendekati ayahnya.


"Tidak Sin, mari kita pergi saja," ajak Pak Arman.


Semuanya sudah siap mereka pun berangkat. Selama di perjalanan mereka mengobrol.


"Apa Ayah tau rumahnya Alia?" tanya Sinta.


"Tentu saja Ayah tau disanakan rumah Ayah dulu," ujar Pak Arman menjawab.


"Apa Alia tau, kalau Ayah adalah Ayahnya?" tanya Sinta lagi.


"Sebenarnya Ayah juga baru mengetahui kalau Alia masih hidup. Selama puluhan tahun almarhum Mamanya yang telah menyembunyikan Alia dari Ayah."


"Jadi Ayah juga baru tau kalau Alia anak Ayah?" tanya Sinta benar-benar kepo.

__ADS_1


"Iya Sinta. Baru-baru ini Ayah mengetahui kalau anak Melinda mantan istri Ayah itu sudah meninggal. Maka dari itulah Ayah pulang ke rumah itu dan baru saja memasuki kompleks itu Ayah bertemu orang-orang yang masih mengenali Ayah. Lalu mereka pun menceritakan Alia. Ternyata anak Ayah itu masih hidup dan selama ini ia mengalami banyak musibah. Kasian dia harus berpisah dengan anaknya," Pak Arman menceritakan semuanya pada Sinta.


"Ayah taukah Ayah, kalau anak Alia itu siapa?" raut Sinta berubah sedih.


"Siapa?" Pak Arman menatap Sinta.


"Bayu Ayah," sahut Sinta.


"Bayu?" Pak Arman shok.


"Apa Ayah tidak salah dengar?"


"Iya Ayah, sudah lama Sinta ingin menceritakannya pada Ayah. Tapi, Sinta selalu berat untuk bercerita."


"Ya Tuhan apa ini kebetulan atau sudah takdir?selama ini Ayah kira Bayu cuma anak adopsi. Tapi ternyata dia cucu kandung, darah daging Ayah sendiri?" lirih Pak Arman memerah.


"Iya Ayah... dan lebih menyedihkannya lagi Danu yang sudah membuat Alia menderita selama ini," Sinta memasang wajah kesal dan kecewa.


Danu menunduk ia tidak berani bersuara dari tadi.


"Danu?" Pak Arman menatap Danu dengan tajam.


"Maafkan Danu Ayah, ini ke khilafan kami berdua. Sebenarnya Danu juga tidak tau kalau Alia mengandung anakku Ayah," ujar Danu mengakui semua kesalahannya. Danu menceritakan semuanya pada Ayah Sinta tanpa ditutupi lagi.


"Ayah kita harus minta maaf sama Kak Alia. Selama ini kita banyak melakukan kesalahan pada Kak Alia. "Ya Tuhan apa yang sudah keluargaku perbuat pada Alia. semoga saja Alia mau memaafkan kita Ayah," Sinta melirih sampai menitiskan air mata.


"Iya Sinta Ayah tau kok Ayah sudah berkali-kali meminta maaf dan menjelaskan semuanya padanya. Tapi sepertinya ia masih belum bisa memaafkan Ayah," lirih Pak Arman bersedih.


Setelah beberapa jam kemudian mereka pun sudah sampai di gerbang rumah Alia.


Sinta melihat sekeliling tempat itu, karena ia pernah mendatanginya. Sinta menoleh ke arah Danu. Danu pun menyembunyikan wajahnya seakan ia tidak tau apa-apa.


"Mas Danu, bukannya kamu pernah kesini?" tanya Sinta sambil melihat-lihat. Ternyata memang benar tempat itu adalah tempat yang mereka datangi dulu saat ia mengikuti Danu diam-diam.


"Jadi ini rumah Alia?" tanyanya pada Ayahnya.


"Mas berarti orang yang ingin kau temui dulu Alia?" tanya Sinta curiga.


Danu panik ia tidak dapat berkata-kata setelah lama membungkam ia pun berkata.


"Sebenarnya bukan Sinta. Tapi orang yang salah memberikan aku alamatnya. Ayo kita turun sepertinya acaranya sudah di mulai," ucap Danu mengalihkan. Sinta pun terdiam, ia pun turun mengikuti Danu dan Ayahnya.


Bayu sudah keluar bernama Kakeknya ia tampak bersemangat sekali. Tamu-tamu yang lain juga berdatangan mereka juga masing-masing membawa bingkisan kado untuk pengantin.

__ADS_1


Sinta kagum melihat rumah Alia yang begitu megahnya Danu ikut terpukau baru kali itu memasukinya.


Pak Arman merasa kuatir, takut-takut ia di usir dari tempat itu ia melangkah dengan ragu-ragu.


Pelayan segera menjemput rombongan mereka untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan tapi mereka enggan pergi. Pandangan mereka tertuju pada pasangan pengantin yang bak seperti Raja dan Ratu yang ada di pelaminan di depan mereka.


Alia cantik sekali. Aku bahagia bisa melihatmu bersanding Alia, semoga pernikahan mu langgeng sampai Kakek Nenek, batin Danu menitiskan air mata bahagia.


Sinta juga terpukau melihat Alia begitu cantik. Pengantin prianya juga sangat tampan. Sinta pun tidak sabar ingin segera menemui mereka.


Bayu yang tidak sabar dari tadi menarik-narik tangan Kakeknya untuk segera pergi ke depan ia merengek-rengek ingin menemui Alia. Tapi Arman merasa ragu ia tidak berani untuk pergi langsung. Akhirnya Bayu berteriak memanggil Alia.


"Tante Cantik...!" teriak Bayu.


Semua mata memandang ke arah Bayu. Alia juga menoleh. Sontak ia kaget melihat Bayu ternyata firasatnya benar rasa-rasanya ia tadi merasakan kehadiran Bayu, ternyata benar Bayu ada di situ. Alia turun dan menemui Bayu. Semua orang memandangi Alia yang turun di pelaminan menemui Bayu yang berdiri diantara orang-orang.


"Bayu...!" Alia berjalan cepat mendekati Bayu.


Setelah mendekati Bayu. Alia kaget melihat Sinta Danu dan Pak Arman Ayahnya ada diantara tamu-tamu undangan.


"Kalian?" Alia langsung menangis terharu.


"Kakak," ucap Sinta langsung memeluk Alia. Alia menjadi kaget.


"Kakak? apa maksudmu Sinta?" Alia menoleh ke arah Pak Arman dan Pak Arman mengangguk mengiyakan ucapan Sinta kalau Sinta adalah adik Alia.


"Jadi Sinta anak Ayah?" tanyanya.


Seketika hati pak Arman jadi lega ternyata Putrinya sudah tidak marah lagi padanya ia pun mendekati Putrinya.


"Iya Sayang, Sinta anak Ayah juga. Ayah minta maaf padamu," Pak Arman memohon kepada putrinya.


Alia shok seakan ia tidak percaya ia menatap Sinta, Bayu dan Danu secara bergantian. Ia pun memutuskan untuk memaafkan semua kesalahan Ayahnya.


Danu yang dari tadi diam mencoba menenangkan hatinya karna gugup dan serba salah. Ia pun bersalaman dengan Alia.


"Selamat menempuh hidup yang baru Alia, semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah dan warahmah," ucap Danu sambil bersalaman. Alia pun mengaminkan ucapan selamat Danu. Pak Arman juga ikut bersalaman dan Sinta memeluk Alia kembali. Mereka pun bermaaf-maafan.


Arif yang memandang dari jauh ikut turun, semua bersalaman dengan Arif dan saling berkenalan.


Sekian ceritanya sudah tamat ya, teman-teman reader sekalian🤗. Maaf mungkin ceritanya tidak menarik author hanya berusaha untuk menghibur.


Sekian dan terimakasih sudah menemani menulis selama ini.

__ADS_1


__ADS_2