
Malam telah tiba Alia sudah pulang ia menitipkan surat warisan pada Bayu dan secarik kertas berisi tulisannya. Saat itu pula Sinta dan Danu pulang. Sinta menangis saat keluar dari mobil. Danu menenangkan Sinta. "Sudah lah Sinta jangan menangis ayo kita masuk ke dalam," ajak Danu pada istrinya.
"Bayu Mas, aku tidak bisa hidup tanpa Bayu," lirih Sinta.
"Iya aku juga gak akan bisa Sinta, namun kita harus mencoba untuk bersabar," Danu menguatkan.
"Mama...!" panggil Bayu, tiba-tiba membuka pintu.
Sinta menajamkan penglihatannya ia tidak menyangka apa yang dilihatnya itu benar atau cuma hayalannya saja. Ia menggosok-gosok matanya ternyata itu benaran Bayu yang memanggilnya.
Sontak Sinta berlari ke arah Bayu. Ia langsung memeluk Bayu dan Bayu pun memeluknya. Danu jadi terharu melihat anaknya dan istrinya bertemu kembali. Tapi tiba-tiba ia jadi kesal kepikiran Alia yang pasti hatinya terpukul tidak jadi membawa Bayu pergi.
"Apa yang kau lakukan ini Alia, kamu telah menyiksa dirimu sendiri. Maafkan aku... dan terimakasih atas kebesaran hatimu pada kami. Aku kira kamu akan tega mengambil Bayu dari kami. Tapi ternyata kamu rela mengalah. Ya Tuhan berikanlah Alia kebahagiaan yang lain, aku merasa bersalah padanya kasian dia. Alia sekali lagi terimakasih buat kebaikan hatimu," ucap Danu dalam hatinya.
"Mas, kita masih bisa bersama Bayu Mas," ucap Sinta sambil menagis terharu..
"Iya Sinta, ini semua berkat doa kita," ujar Danu ikut bahagia.
"Ma, Tante Alia titipkan ini buat Mama dan Papa," tunjuk Bayu. Ternyata selain menitipkan surat warisan pada Bayu, Alia juga menitipkan dua lembar surat untuk Danu dan Sinta.
Pertama Bayu memberikan surat itu pada Mamanya.
Sinta langsung membuka surat itu dan membacanya.
Sinta maafkan aku yang mungkin membuat mu kecewa, aku berterima kasih padamu karna selama ini sudah merawat dan menyanyangi anakku Bayu. Sebagai ungkapan terimakasih ku aku mengiklaskan dan mengijinkan kamu untuk merawat Bayu selamanya, buat lah ia bahagia selalu dan jangan pernah sakiti hatinya. Untuk saat ini dan selamanya kamu lah ibu Bayu, kamu pantas jadi ibu Bayu Sinta, dan aku titipkan dia padamu. Aku pamit Sinta peluk cium sahabatmu. Alia.
"Alia maafkan aku yang sudah salah menilaimu. Mas aku sudah bersalah pada Alia," lirih Sinta menjadi sedih. Danu juga bersedih saat membaca surat Alia.
Isi suratnya seperti ini.
Danu saat aku kehilangan bayiku adalah hal yang buruk dalam hidupku tapi di saat aku bertemu dirimu maka hal yang buruk itu menjadi indah karna di saat aku kehilangan bayi ku ternyata bayiku di rawat dan di besarkan oleh ayahnya sendiri. Aku tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Bertemu dengan mu dan berpisah dan bertemu kembali saat anakku bersamamu itu adalah hal yang luar biasa bagiku. Saat ini aku pamit untuk yang terakhir kalinya pada mu orang yang pernah jadi pemilik hatiku. Maafkan aku mungkin selama ini pernah melakukan kesalahan-kesalahan pada mu. Aku titipkan anak kita ke padamu rawat dan sayangi dia sepenuh hatimu dan jangan pernah kau sia-siakan.
__ADS_1
Danu memerah saat membaca surat itu ia tidak kuasa menahan kesedihannya ia ingin beranjak pergi ke kamar nya tapi Bayu menahannya.
"Papa, Mama... tunggu! ada kejutan satu lagi buat kalian," ujar Bayu.
"Apa itu?" tanya Sinta penasaran.
"Papa dan Mama silahkan buka pintunya!" pinta Bayu.
Sinta pun membuka pintu dan langsung terpukau melihat ruangan rumahnya sudah tampak cantik dan gemerlapan di hiasi balon-balon dan bunga-bunga.
"Siapa yang berulang tahun Sayang...?" tanya nya pada Bayu.
"Kata Tante Alia, hari ini adalah ulang tahun bayu yang sebenarnya Ma. Tante menitipkan ini pada Bayu," Bayu memberikan sebuah Map besar. Sinta mengambil Map itu dari Bayu ia membuka dan ia kaget melihat isi Map itu. Disitu tertulis harta dan warisan untuk Bayu dan sebuah hotel bintang lima yang ada di kotanya itu ternyata Alia pemiliknya semuanya itu Alia serahkan pada Bayu.
"Mas Danu... lihatlah!" pinta Sinta.
Danu juga kaget saat membaca surat itu ia tidak menyangka kalau Alia sekaya itu. Ia memberikan harta warisannya buat Bayu dengan nilai yang fantastis sampai milyaran rupiah.
Danu dan Sinta terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing memikirkan tentang pemberian Alia yang tidak tanggung-tanggung.
"Ma, Pa... kenapa kalian bengong?" tanya Bayu tiba-tiba. Sinta dan Danu tersentak mereka sama-sama menoleh ke arah Bayu.
"Mama...!" panggil Bayu.
"Iya Sayang ada apa?" jawab Sinta.
"Kapan tiup lilinnya?" Bayu merengek.
"Oh iya, maaf. Papa dan mama lupa Sayang," ucap Sinta baru sadar kalau ternyata Bayu telah menunggu dari tadi untuk meniup lilin dan memotong kuenya.
"Mas ayo kita nyayi buat Bayu," ajak Sinta.
__ADS_1
"Iya," Danu pun mulai bertepuk tangan dan mereka pun bernyanyi bersama menyanyikan lagu ulang tahun pada Bayu. Bayu tampak bahagia di malam itu Bayu meniup lilinnya dengan sempurna setelah itu Bayu memotong kue dibantu Sinta. Bayu memberikan potongan kue pertama untuk mamanya dan kedua untuk papanya. Sinta dan Danu mencium Bayu secara bersamaan Bayu pun merasa sangat bahagia bisa merayakan ulang tahunnya bersama orang yang paling ia sayangi.
"Makasih Tante Alia sudah menyiapkan acara ulang tahun Bayu," Bayu bicara pada foto Alia yang sengaja Alia berikan untuknya sebagai pengobat rindunya jika sewaktu-waktu Bayu kangen dia.
Sinta jadi heran melihat Bayu bicara dengan foto sambil menciumnya lagi.
"Bayu itu Poto siapa yang kau cium itu?" Tanya Sinta.
"Ini foto Tante Alia yang cantik Mama, kata Tante kalau bayu kangen bayu boleh cium foto ini sebagai obatnya," ujar Bayu.
"Oh begitu ya...?" Sinta terseyum ia melihat foto Alia memang tampak cantik dan natural. Ia pun ikut mencium foto tersebut.
"Mama juga kangen pada Tante?" tanya Bayu.
"Enggak mama gak kangen kok, mama cuma mau cium aja," ucap Sinta malu pada anaknya.
Bayu jadi tertawa. "Kalau mama kangen Mama tinggal bilang aja ke foto itu, pasti akan terasa lega," ujar Bayu.
"Bilangnya bagaimana?" tanya Sinta.
"Bilang aja apa yang Mama ingin sampaikan pasti Tante juga ikut merasakan kalau kita sedang bicara dengan dia."
"Wah benarkah itu?"
"Iya benar Ma, percaya deh sama Bayu," ucap Bayu menyakinkan mamanya.
"Baiklah. Mama percaya, pada anak mama yang tampan ini." ucap Sinta sambil mencium Bayu.
Danu ikut tersenyum melihat kebersamaan Bayu dan Sinta, ia memeluk anak dan istrinya dengan penuh kasih sayang.
Makasih Alia kamu sudah memberikan aku kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu berkumpul dengan anak dan istriku. Bagiku kamu adalah malaikat tanpa sayap Alia... Semoga kehidupanmu berbahagia selamanya. batin Danu.
__ADS_1