Terjebak Cinta Pria Dingin

Terjebak Cinta Pria Dingin
First kiss 2.


__ADS_3

Bruno menahan tengkuk belakang Lea, dia mendekatkan bibirnya ditelinga Lea, ''Sebuah ciuman, hm? Hanya sekali. Hanya satu ciuman,'' bisik Bruno. Hembusan napas Bruno membuat Lea terbuai.


Gadis itu tidak menjawab, dia masih memejamkan matanya bibirnya perlahan dibuka seolah setuju dengan bisikan Bruno. Pria itu mengamati wajah Lea, jarinya menyentuh lembut bibir Lea.


''Cantik, menarik,'' Bruno membawa Lea dalam pelukannya. Mendekapnya begitu erat. Bruno mendekatkan bibirnya dengan bibir Lea, dia pun memejamkan matanya. Bruno mulai menutup jarak diantara mereka. Dengan berhati-hati Bruno menyapu lembut bibir Lea.


Lea tidak melawan, dia mulai menikmati ciu**man itu. Suara desa**han mulai keluar dari bibir tipis itu. Bruno memperdalam ciu*mannya, dia menelusuri kulit leher wanita itu dengan lidahnya. Kulit wanita itu terasa manis semakin membuat Bruno terpesona. Hingga Bruno tidak menyadari Lea tidak membalas ciu*mannya. Gadis itu sangat kaku didalam pelu*kan Bruno. Bruno kesal, ia benci perasaan begitu mendamba yang dirasakannya kepada gadis itu. Bruno juga menginginkan Lea merasakan siksaan perasaan mendamba yang sama.


''Balas ciu*manku." Hembusan napasnya terasa panas di dalam mulut Lea, ''Aku tahu kau ingin membalas ciu*manku, aku bisa melihatnya dari matamu.''


Benar Lea ingin membalas, Benar Lea menikmati itu. Tapi, ini baru bagi Lea, ini pertama untuk Lea. Gadis itu diam beberapa detik. Namun, Bruno merasakan tangan lembut Lea bergerak perlahan di sepanjang punggungnya. Lea, menempelkan tubuhnya semakin intens dengan tubuh kekar Bruno. Dan seketika Bruno merasakan panas tubuh gadis itu menekan tubuhnya dengan lembut, Bruno merasakan tubuh bagian bawahnya ingin meledak.

__ADS_1


Lea memang tidak membalas cium*annya dengan berg*airah yang sama, tapi bibir Lea terbuka, dengan malu-malu Lea mendorong Bruno meminta Bruno untuk memperdalam ciu*mannya.


''Da**mn' it,'' bisik Bruno. Dia menarik napas, ''Lea,'' Bruno berusaha mengembalikan kewarasannya tapi tidak bisa.


Lea, menatap Bruno dia ingin melepaskan diri dari dekapan Bruno, ''Jangan dulu,'' Bruno menge**rang. Dia tahu, ia harus menghentikan ciu*man ini tapi tubuhnya menginginkan tubuh Lea. Dia masih ingin merasakan hangatnya tubuh Lea, menyentuh kulit halus gadis itu, untuk mengingatkan dirinya bahwa dia masih bisa melakukan, dia masih hidup, dia masih bisa mencintai. Sepuluh tahun lamanya dia tidak merasakan itu, tidak menyentuh dan dia mati rasa.


Malam ini, ditaman ini, dibawah terang sinar bulan ini dan bintang-bintang dilangit menjadi saksi bisu. Betapa bergai*rahnya pria ini, dia tidak mati dia masih bisa melakukan dengan baik bahkan sangat bergai*rah.


Bruno mengumpat, dia berdiri menatap Lea sembari mengusap kasar wajahnya. Dia menormalkan perasaannya, kegilaan dia tadi. Napasnya masih tidak beraturan Bruno tersenyum dengan membuang tatapannya dari hadapan Lea. Bruno masih belum percaya dengan kejadian barusan.


Lea panik, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


''Apa aku begitu menjijikkan?'' tanya Bruno sembari tertawa mengolok dirinya.


Lea kembali menggelengkan kepalanya, ''Aku tidak bisa,'' gumamnya pelan.


''Baiklah. Aku pun sama.'' Ia belum percaya melakukan ini dengan gadis selain kekasihnya Sandra, '' Apa kau marah aku sudah melakukannya. Jadi, apa artinya itu?'' Bruno mengusap kasar wajahnya.


Lea, menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menjawab, Lea masih tidak percaya dengan kejadian tadi. Jantungnya masih berdebar-debar entah apa artinya Lea tidak mengerti, yang dia tau jantungnya berdetak lebih cepat dari detak normalnya.


''Baiklah. Mari kita pulang. Sepertinya akan turun hujan.'' Bruno menatap keatas langit. Benar ucapannya, sinar bulan mulai redup, gemerlap indah dari bintang tadi perlahan terhalang oleh gulungan awan hitam.


Lea berjalan lebih dulu diikuti Bruno dari belakang. Sesampainya di kamar Lea masuk ke kamar tanpa meninggalkan ucapan apapun. Bruno menutup pintu dengan kasar dia kembali menguncinya.

__ADS_1


Bruno menatap pintu kamar itu, dia mengumpat,'' kenapa kau begitu terpesona dengan dia, pria bodoh!'' umpat Bruno.


__ADS_2