Terjebak Cinta Pria Dingin

Terjebak Cinta Pria Dingin
Wanita misterius.


__ADS_3

Lea juga sudah mencairkan pria dingin itu, dulu Bruno pernah mengatakan setelah dia kehilangan kekasihnya, Sandra. Dia telah mati rasa dan lupa cara tersenyum. Namun, dengan hadirnya Lea dalam hidupnya pria itu sudah tersenyum kembali bahkan pernah tertawa lepas, meski tertawa lepas itu hanya sekali.


Lea mengusap wajahnya dia ingat betul waktu malam berciuman itu dia benar-benar merasakan rasa lapar dan haus dari seorang Bruno, dan secara naluriah ia tahu rasa lapar itu hanya ditujukan Bruno pada dirinya, itu berarti sesuatu.


''Argh, aku berharap dia sedang memikirkan aku seperti aku juga memikirkan dia saat ini.'' gumam Lea. Namun, saat Lea mulai bisa berpikir rasional mengenai seluruh situasi yang dihadapinya, ia mendengar suara tabrakan yang sangat keras diikuti suara jeritan yang jelas suara jeritan itu seperti suara wanita.


Lea menaikkan salah satu alisnya, '' Apa yang terjadi? Bukannya Marie sudah mengatakan kalau daerah yang ia tinggali itu aman?'' batin Lea. Gegas Lea ke dapur mengambil pisau dapur untuk berjaga-jaga kalau ada yang tiba-tiba datang menyerang dia. Dia sudah memiliki senjata untuk membela dirinya.


Lea ingin sekali pergi melihat namun dia berpikir lagi dia saat ini tinggal didaerah orang. Dia juga tengah bersembunyi yang tidak boleh diketahui orang lain. Bisa saja itu kedua pamannya yang masih hidup yang sedang mencari dia, itu bisa menjadi bencana besar untuk dirinya. Atau pria itu yang mencari dia?


''Semoga saja dia. Tapi, bagaimana dia mengetahui aku disini?'' Rasa penasarannya akhirnya menang melawan sikap bijaksana, dan Lea kemudian melangkah menuju suara tabrakan yang tadi dia dengar dengan bermodalkan pisau dapur yang lumayan tajam ditangannya, Lea mengedap-edap begitu ia semakin mendekat dengan tempat tabrakan. Siapa tahu ia berubah pikiran dan ingin tetap mengamati sembari bersembunyi dibalik sebatang pohon. Lea mengintip ke jalanan ternyata benar dugaannya ada sebuah mobil mewah menabrak pohon besar dipinggir jalan. Mobil itu terlihat depannya penyok dan dua roda depan mobil itu terperosok ke dalam saluran got.


Sialnya mobil itu berwarna putih mirip dengan mobil Bruno. Oh...tidak! Terbesit dipikirannya jika itu Bruno. Lea menggelengkan kepalanya berharap semoga mobil putih milik Bruno itu hanya halusinasi dirinya saja karena tadi dia memikirkan Bruno. Dan, itu bukan Bruno jangan Bruno.


Lea masih tetap bersembunyi dibalik pohon itu sembari menunggu ada orang yang keluar dari mobil itu. Dan rasa penasarannya terjawab sudah, orang itu keluar dari mobilnya dengan tangan memegang kepalanya terdapat darah segar mengucur keluar dari keningnya.


Wanita itu tampak modis, dia mengenakan gaun berwarna merah tanpa lengan dengan topi berwarna senada bak seorang ratu dari kerajaan Spanyol. Kakinya beralaskan sepatu high heels berwana merah tingginya kira-kira lima belas centi. Dengan kasar wanita itu menutup kasar pintu mobil.


Plakk...


Membuat Lea kaget. Dia mengusap dadanya karena hampir jantungan.


''Aduh, mobil sialan.'' umpat wanita itu seraya melayangkan satu tendangan diroda mobil belakang. Wanita itu sempoyongan, bisa ditebak wanita itu baru saja dari pesta dan sedang dibawa pengaruh alkohol. Lea belum juga keluar dari persembunyiannya dia masih memastikan apakah masih ada orang keluar dari mobil itu.

__ADS_1


Dan beberapa saat menunggu tidak ada lagi orang selain wanita bertubuh langsing bak gitar spanyol itu. Lea akhirnya memutuskan keluar dari balik pohon itu, dia dengan ragu menemui wanita cantik itu yang sedang kebingungan berdiri dengan menyenderkan tubuh rampingnya di belakang mobil sport putih itu.


''Permisi. Selamat malam, Nyonya.'' sapa Lea.


Wanita itu menoleh mencari suara yang menyapa dia, '' Selamat malam.'' sahutnya sembari mengamati wajah Lea.


''Maaf, sepertinya anda terluka? Luka anda harus segera diobati.'' ujar Lea dengan sopan.


Wanita itu mengernyit, aneh saja tiba-tiba ada malaikat berwujud manusia menawarkan bantuan? Tanpa berpikir panjang wanita itu langsung menganguk setuju. Karena, kepalanya semakin berputar seperti dia sedang naik rollscoaster dengan kecepatan tertinggi.


"Terima kasih. Anda sangat baik, semoga Tuhan melindungi anda Nona." sahut Wanita itu.


''Biar aku mapah saja. Sepertinya anda kesakitan.'' timpal Lea.


''Terima kasih atas bantuan anda. Maaf aku sudah menggangu waktu istirahat anda. Ini karena aku kehilangan kendali hingga menyebabkan aku menabrak pohon.'' cerita wanita itu sembari tangannya terus memijit keningnya menahan sakit dan pusing dikepalanya.


"Tidak menggangu sama sekali. Tadi aku juga sementara duduk di teras depan mencari angin malam." timpal Lea.


Lea, tersenyum. Akhirnya mereka pun tiba dirumah Marie. Lea segera membuka pintu lalu menuntun wanita itu masuk ke dalam rumah Marie.


''Sikakan duduk, aku akan ambilkan kotak p3k sebentar dibelakang,'' ujar Lea.


''Terima kasih.'' Kemudian dengan tidak tau malu dan tanpa permisi wanita itu langsung tidur disofa.

__ADS_1


Lea datang ia tersenyum melihat wanita itu sudah tertidur. Dia lalu meletakkan kotak p3k diatas meja kemudian dengan telaten Lea membersihkan luka wanita itu dengan alkohol lalu mengoleskan salep diluka wanita itu.


Selesai mengobati Lea mengembalikan kotak p3k. Kemudian dia datang duduk disofa berhadapan dengan wanita itu yang tertidur pulas. Dan tidak lama Lea pun ikut tidur di sofa.


❤️❤️❤️❤️❤️


Sementara Bruno kaget dari tidurnya, dia mengerjap matanya memandang disekitar kamar, "Kamar Lea? kenapa aku tidur di sini?" tanyanya bingung.


Setelah beberapa menit nyawanya terkumpul barulah Bruno ingat, ia menepuk keningnya. " Argh, dasar bodoh!" umpatnya sembari terkekeh.


Kemudian, dia berjalan keluar dari kamar Lea. Pria itu berjalan ke taman matanya kembali terang susah untuk tidur lagi. Bruno memilih duduk ditaman mengenang lagi waktu dia dan Lea di taman menunggu pagi menjemput entah mengapa hatinya tiba-tiba gelisah. Matanya memandang banyak bintang bertebaran dilangit biru, ia kemudian tersenyum.


''Kau baik-baik sajakan? Aku akan menemukan kau lagi aku bersumpah dibawah bintang dan bulan. Jika aku menemukan kau, aku berjanji tidak akan pernah melepaskan kau seperti ini lagi. Aku menderita, Lea." batin Bruno.


Kemudian, dia menyenderkan tubuhnya disenderan kursi seraya mengusap kasar wajahnya. Tanpa ia sadari George datang dan duduk disampingnya.


''Bruno, ngapain kau disini? Mau bunuh diri? Kau nggak sadar udara begitu dingin? Ayo, masuk ke dalam rumah. Kenakan mantelmu, jangan sampai Lea datang kau sudah sekarat karena kedinginan,'' kekeh George seraya menyerahkan mantel milik Bruno diatas pangkuan Bruno.


''Terima kasih. Aku merasa bersalah telah mengusir dia.'' ucap Bruno. Wajahnya menunduk sedih ia benar-benar menyesali sikapnya yang cerobo.


''Sama-sama. Sudah, aku janji besok aku akan membantu kau mencari keberadaan Lea. Kita akan menemukan dia bersama-sama.'' sahut George. Kemudian, dia memapah Bruno masuk ke dalam rumah karena udara yang sangat dingin.


"Lepaskan aku. Aku bisa jalan sendiri." tolak Bruno.

__ADS_1


__ADS_2