Terjebak Cinta Pria Dingin

Terjebak Cinta Pria Dingin
Aku Cemburu


__ADS_3

Bruno kembali masuk ke mobilnya.Dia memacukan mobil dengan kecepatan tinggi tidak peduli ada kendaraan lain dijalanan, Bruno menyalip dan melewati mobil-mobil itu hingga para pengemudi yang terganggu akhirnya harus mengeluarkan umpatan kasar.


Benar saja, tidak sampai satu jam mobil Bruno sudah sampai didepan rumah. Ia menghentikan mobilnya didepan rumah, lalu dia turun dari mobil, berjalan begitu cepat hingga mengabaikan George yang sedang berdiri didepan pintu mengajak dia bicara.


"Bagaimana? Kamu menemukan dia?" tanya George. Namun, pertanyaan George sama sekali tidak dijawab Bruno.


Detektif tua itu melewati koridor menuju lantai tiga, pria itu berpikir mungkin Lea didalam kamar namun pintu sengaja ia kunci dari dalam. Hatinya semakin gelisah ketika ia melirik jam yang melingkar ditangan kirinya, menunjukkan pukul tujuh malam. Bruno tidak merasakan lapar sama sekali karena dua bulan selama Lea tingal dirumah ini. Bruno selalu makan bersama Lea, namun malam ini? Ahh...Bruno tidak tau apakah nafsu makan dia akan tetap ada atau akan menghilang?


Tok..tok...tok...

__ADS_1


"Nona Lea Andrea! Buka pintunya atau aku akan mendobrak pintu ini!" teriaknya dari depan pintu. Hingga para maid yang sedang sibuk di dapur berlari ke lantai tiga. Marie mengintip dari batas tembok dia bisa melihat betapa kwatirnya Bruno. Tuannya itu tidak biasanya kwatir seperti ini kepada tawanannya namun hari ini Bruno sangat mengkwatirkan Lea? Hatinya terenyuh ia merasa bersalah telah membohongi Bruno, akan kah dia terus menutupi keberadaan Lea dari Bruno?


Namun, nama yang Bruno panggil sama sekali tidak menjawab. Pria itu mengusap kasar wajahnya dia mengambil kunci dari kantong mantelnya lalu memasukkan ke dalam lubang kunci.Tangan Bruno gemetaran saat memutar kunci, Ia lalu mendorong pintu itu hingga terbuka lebar, Bruno masuk seraya memanggil, " Lea...Lea...Nona Lea Andrea!" panggilnya seraya mencari keberadaan Lea di setiap sudut kamar. Karena tidak menemukan Lea di setiap sudut kamar Bruno masuk ke kamar mandi disana dia hanya menemukan sebuah bungkusan.


"Ahh...itu roti kenapa di kamar mandi? Apa dia punya kebiasaan makan dikamar mandi?" Bruno mengambil pembalut bekas itu lalu ia mencoba melepas bungkusan pembalut itu.


"Argh, Shif**t. Mengapa dia menyimpan barang bekasnya disini? Dasar sembrono."umpatnya kesal. Lalu, Bruno keluar dari kamar mandi dia mendudukkan tubuhnya diatas ranjang bekas Lea biasa tidur. Bruno mengusap bantal yang masih ada aroma tubuh Lea. Ia menghirupnya beberapa saat lalu meletakkan lagi.


😍😍😍😍

__ADS_1


Sementara di rumah Marie, Lea sedang memikirkan Bruno. Jujur sekarang gadis itu tidak marah lagi namun gengsi jika dia harus kembali ke rumah Bruno dengan sendirinya.


Gadis itu duduk didepan teras rumah Marie. Dia menghirup udara segar malam. Lea, merasakan tubuhnya kembali segar bukan hanya tubuh tetap otaknya juga. Sayangnya, udara itu tidak memiliki efek yang sama pada hati dan kepala.


Apakah dia mencintai Bruno? Lea sunguh- sungguh berharap ia mencintai Bruno. Ia ingin berpikir ia tidak akan pernah bersikap lepas kendali seperti itu kepada seorang pria. Kalau ia tidak merasakan ada getaran aneh yang mengusik hati dan pikirannya.


Lea tersenyum kecut, apa yang harus ia pertimbangkan apakah Bruno peduli terhadap dirinya? Jika iya mengapa Bruno tega mengusir dia? Atau setidaknya mengejar dia dan melarang dia pergi dari rumah itu.


"Ahh...bangun Lea jangan terlalu banyak berharap," batin Lea.

__ADS_1


Akan tetapi, Lea mengingat lagi akhir-akhir ini Bruno sedikit peduli terhadap dirinya. Bruno memperhatikan makannya bahkan mengajak dia ke taman hingga terjadi drama First kiss.


__ADS_2