Terjebak Cinta Pria Dingin

Terjebak Cinta Pria Dingin
Aroma masakan.


__ADS_3

Lea sedang sibuk didapur. Dia membuat sarapan pagi untuk dirinya dan wanita itu yang Lea sendiri belum tau siapa namanya. Wanita itu mengerjap, aroma masakan itu menusuk masuk Indra penciuman wanita itu hingga dia terbangun dari tidurnya.


"Argh... kepalaku sakit mana seluruh badanku sakit semua." Dia bangun bersender disenderan sofa. Wanita itu mengingat lagi kejadian tadi malam potongan kejadian itu mulai tersusun seperti puzzel.


"Memalukan!" gumamnya mengusap kasar wajahnya. Dia sangat kwatir kakaknya mengetahui jika dia minum dan akhirnya menabrak pohon dia pasti akan dimarahi sang kakak. Rasa penasaran wanita itu dengan aroma masakan ia pun bergegas berdiri berjalan ke dapur.


''Selamat pagi,'' sapa wanita itu.


''Pagi, kau sudah bangun? Apa aku membangunkan kau? Maaf aku pikir kau lapar makanya aku membuat sarapan.'' jelas Lea panjang lebar. Dia menoleh lalu memasang senyum manis dibibir tipisnya itu.


''Tidak apa-apa. Aku bangun karena hidungku mencium aroma sedap teryata dari dapur sini. Dan dugaan mu juga benar perut ku mendadak lapar.'' Wanita itu mendekati Lea yang sedang mengaduk masakannya. Dia tidak bisa berbohong perutnya memang sudah sangat lapar mengingat tadi malam dia mabok berat. Biasanya orang habis mabok perut akan terasa lapar dipagi hari.


''Wow, siapa namamu?'' tanya wanita itu kagum.


''Lea. Siapa namamu?'' jawab Lea.

__ADS_1


''Aku Jenifer.'' sahut wanita itu.


''Wow nama yang indah seperti orangnya yang sangat cantik,'' ujar Lea tersenyum. Dia lalu kembali fokus menata isian sandwich ke dalam piring kemudian ada pasta kerang hijau dengan topping keju mozarela.


''Thanks. Tapi kau lebih cantik, aku sungguh kagum dengan cara kau memasak. Apa kau seorang chef?'' Jenifer mengambil pasta yang masih berada di dalam teflon menggunakan sendok lalu menyuap ke mulutnya. Dia mengunyah sembari menikmati rasa yang luar biasa, matanya terpejam.


''Perfecto!'' Jenifer melingkar jari jempol dan telunjuk menjadi sebuah lingkaran berbentuk 'O' Dia lalu menunjukkan kepada Lea dengan mata berbinar-binar.


Jenifer memang tidak berbohong Lea sungguh pintar memasak. Ibunya Angelina memang seorang Chef.Karena, itu Lea pintar memasaknya turun dari ibunya.


Mendengar pujian Jenifer kepada dirinya membuat Lea membeku. Dirinya membayangan bahagianya hidup bersama kedua orang tuanya. Namun, satu tarikan napas keluar dari mulut Lea.


''Apa aku salah bicara, jika iya maaf, 'kan aku telah melukai mu.'' Setelah mengatakan Jenifer ingin pergi dari dapur. Namun, tiba-tiba tangannya ditarik Lea.


''Maaf jika kau bingung dengan sikap ku tadi. Aku merindukan ibu ku.'' lirihnya.

__ADS_1


''It's okey. Aku memahami itu.'' Jenifer mengusap punggung Lea.


Selesai menghidangkan semua masakan di piring Lea di bantu Jenifer membawa masakan itu ke meja makan, keduanya mulai sarapan pagi bersama. Satu jam berada di meja makan akhirnya sarapan pun selesai. Lea membereskan piring bekas keduanya makan tadi. Sementara Jenifer berjalan ke luar mengecek keadaan mobilnya yang terjebak di saluran got didekat tempat Lea tinggal.


❤️❤️❤️❤️


''Bagaimana mobilmu kamu bisa keluarkan dari dalam saluran?'' tanya Lea saat Jenifer masuk ke dalam rumah.


''Nggak bisa. Sepertinya aku butuh bantuan." jawab Jenifer seraya menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


Lea berpikir sejenak benar juga lebih baik dia membantu wanita itu menghubungi 112. Lea segera meraih gagang telepon rumah dia lalu menelepon 112 tidak menunggu lama mobil bantuan datang mereka segera menarik keluar mobil Jenifer yang terjebak di dalam saluran got. Satu jam usaha para damkar itu akhirnya mobil Jenifer berhasil dikeluarkan dari saluran got.


"Terima kasih, pak. Ini sedikit uang bensin." Jenifer memberikan satu amplop putih kepada salah satu petugas damkar.


"Terima kasih, Bu. Lain kali hati-hati jika berkendara dengan malam hari disini sering terjadi mobil menabrak pohon tanpa sebab. apalagi dimalam hari bisa dibilang tempat ini sedikit angker jika malam hari." ujar petugas Damkar itu.

__ADS_1


"Baik Pak. Saya akan berhati-hati lain kali." jawab Jenifer.


Tapi dalam hati dia berharap tidak akan melewati jalan ini lagi. Ini karena dia ingin mengunjungi kakaknya yang sekarang sudah melupakan rumah dan ibunya yang membuat dia harus mengunjungi saudaranya dan akhirnya terjebak dirumah orang.


__ADS_2