Terpaksa Jadi Simpanan

Terpaksa Jadi Simpanan
11. Mulai Masuk ke kantor


__ADS_3

Tring...


Ponsel Robby berbunyi yang menandakan pesan masuk di ponsel itu. Alex mengirimkannya sebuah pesan di ponselnya. Dengan cepat Robby pun mengerti dan segera pergi untuk melaksanakan tugas yang di berikan kepadanya.


Alex segera ikut bersama Maura dan Livia, mereka pergi ke sebuah mall besar untuk bersenang-senang. Alex juga menyuruh Maura anaknya untuk berbelanja membeli pakaian agar dikenakan oleh Livia besok masuk kerja di kantornya. Alex mempercayakan semua dandanan untuk Livia kenakan saat masuk ke kantornya. Gaya dan fashion Maura termasuk fashion yang kekinian dan dia sangat mengerti akan hal itu sehingga Alex pun percayakan pada Maura.


Maura dan Livia pun berjalan menyusuri tokoh demi tokoh, Maura sangat senang dapat berbelanja bersama Livia. Sedangkan Robby berjalan di belakang mereka, hanya ikut mendampingi dan menjaga mereka berdua. Maura sedikit heran dengan papanya yang memberikan kartu kreditnya kepada Maura, dan menyuruh dirinya dan Livia untuk pergi berbelanja dan bersenang-senang hari ini.


Sedangkan Robby yang sudah mengetahui hubungan Alex dan Livia, tidak merasa heran malah Robby sangat tahu bosnya saat ini sedang senang, karena akan berjumpa dengan Livia setiap hari di kantornya. Robby juga sangat senang, pasti Clara akan semakin kesal karena tidak diperhatikan oleh Alex lagi dirinya.


Robby sangat tidak suka melihat Clara yang selalu menggoda saja kerjaannya. Penampilannya yang terlalu seksi dan bagai wanita tak memiliki harga diri. Daripada Clara Robby lebih suka melihat Livia gadis manis yang begitu sederhana dan polos. Sempat dalam hatinya dulu sangat terpesona dan menyukai Livia, dia sadar diri setelah melihat Alex sangat menyukai gadis itu. Sehingga perasaan yang ia miliki secepat mungkin ditepis dan dibuangnya, agar tidak terus berkembang dan menjadi dilema dalam dirinya nanti.


Livia mengenakan semua pakaian yang dipilihkan untuknya oleh Maura, semua pakaian itu dipilih untuk Livia masuk ke kantor papanya besok. Semua pakaian itu terlihat sangat cocok dikenakan oleh Livia, dia terlihat sangat cantik dan juga anggun, Robby sendiri sebagai pria melihat Livia sangat terpesona dari semua pakaian yang dia kenakan.


Maura sangat senang dapat mendanani Livia, ia gadis yang cantik namun sedikit kurang terurus dia terlalu hidup sederhana. Setelah dari toko baju, Maura mengajak Livia untuk masuk ke salah satu salon yang ada di mall tersebut. Maura ingin mengubah gaya rambut Livia menjadi sedikit lebih modis, dan juga membersihkan wajah Livia agar lebih cerah dan segar.


Livia sangat canggung dan juga merasa tidak enak, untuk menerima semua pemberian dari Maura. Dalam hati Livia merasa bersalah, bila suatu saat nanti sahabatnya itu mengetahui, dirinya ada hubungan terlarang dengan papanya. Livia banyak menolak pemberian dari Maura dia hanya mengambil beberapa pemberian dari Maura untuk menghormati persahabatan mereka.


Hari sudah malam, Maura dan Livia pun segera pulang setelah selesai makan malam di sebuah kafe kecil. Livia diantar oleh Robby dengan mobil Maura, setelah Robby membawa pulang Maura ke rumah Alex. Sedangkan Alex pulang dengan mobilnya dan menyetir sendiri tanpa ada Robby seperti biasa.


Kali ini Maura yang menyetir kendaraannya, sedangkan Robi duduk di samping Maura. Mobil itu dikendarai dengan kecepatan tinggi, Robby sudah mencegah Maura untuk memperlambat laju mobilnya itu, tapi Maura tidak mendengar perkataan Robby. Setelah itu Maura membelokkan setir mobil tersebut ke arah sebuah klub malam yang sering di kunjungi ya bersama Mira.


Robby sangat kesal dengan Maura malam itu, karena membawa dirinya ke klub tersebut. Robby sudah menduga pasti ada Mira di sana dan mereka akan minum serta bersenang-senang.


"Maura Aku tak mau kau bawa ke sini, Tuan Alex bilang setelah pulang dari mengantar Livia harus segara pulang." Robby berkata kepada Maura di dalam mobil.

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau ke sini, ya kau pulang saja. Tapi jangan pakai mobilku, kau pulang saja sendiri."


"Bukan aku yang meminta mu untuk menemani ku dan Livia tadi." Maura pun keluar dari mobilnya dan ingin segera masuk ke klub tersebut.


"Maura!"


"Aku hanya mengikuti perintah dari papamu, walaupun aku pengawal papamu, bukan berarti kau semena-mena kepadaku." Robby mulai tegas padanya.


"Sudahlah kau jangan terlalu menuruti perintah bosmu itu, bersenang-senanglah dengan ku malam ini."


"Setelah dari sini kita juga akan pulang kok, yuk kita masuk!"


"Akan aku ajari kau cara menikmati hidup, biar tidak stres dengan semua pekerjaanmu itu." ujar Maura yang menarik tangan Robby.


Robby sesungguhnya tidak ingin masuk ke dalam, tapi dia harus tetap menjaga Maura sampai pulang ke rumah dengan selamat. Mereka pun masuk ke dalam klub tersebut, dari kejauhan sayup-sayup terdengar musik yang begitu keras. Lama-kelamaan musik itu terdengar lebih jelas dan juga sangat kencang di telinga Robby.


"Hai Tante Mira." Maura menyapa Mira.


"Oh kau sudah datang Maura, Tante pikir kamu nggak jadi ke sini."


"Mengapa dia ada bersamamu?"


"Apa sekarang dia sudah bisa menikmati hidup seperti kita?!"


"Hahahaha...." Mira dan Maura tertawa melihat Robby.

__ADS_1


Robby hanya diam saja duduk di bar kecil tersebut, Robby tidak suka dengan Mira, wanita paruh baya itu terlihat licik baginya. Mira dan Maura pun menikmati alunan musik keras dengan menggoyangkan tubuh mereka dan meminum minuman di sana. Robby mencoba mencegah Maura untuk tidak minum minuman beralkohol, Maura menjadi kesal karena dilarang oleh Robby.


Maura dan Mira pun sudah mabuk berat dan mereka tidak dapat berdiri serta berjalan dengan seimbang. tubuhnya bergerak ke sana ke mari ketika melangkahkan kakinya untuk segera pulang dari tempat itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, Robi dengan terpaksa membawa mereka berdua masuk ke dalam mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil, Maura sempat mual dan muntah di parkiran.


" Hoek!


"Hoek!


"Maura, Maura kau terlalu banyak minum!" bercak merah yang berkata tak beraturan.


"Hoek!


"Hoek!


"Kau jangan bilang begitu tante, kau sendiri juga terlalu banyak minum, hehehe..." Maura pun menertawakan Mira.


"Hah..., mereka berdua merepotkan ku saja."


"Baiklah Robby saatnya sekarang kau harus membawa kedua wanita ini pulang!" gumam Robby dalam hatinya.


Robby pun membawa mereka berdua masuk ke dalam mobil kembali, dia menyalakan mesinnya lalu mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke rumah Alex.


Sementara Alex yang sudah sampai di rumahnya lebih dulu, dari tadi menanti kepulangan Maura dan Robby. terlihat di wajahnya tidak senang saat menatap Maura Robby dan Mira, Robby pun menjelaskan situasi dan keadaan yang terjadi pada mereka.

__ADS_1


Alex pun menyuruh Robby untuk mengantar Mira ke kamar tamu yang ada di lantai bawah, sementara Alex mengantar Maura ke kamarnya untuk segera beristirahat. Alex pun menyuruh Robby untuk segera beristirahat dan pulang ke rumahnya, Alex memberikan kunci mobilnya untuk dibawa oleh Robby ke rumah. saat itu suasana hati Alex sedikit kesal dengan Maura dan Mira, tapi dia tak berkata apa pun pada Mira dan Maura anaknya. Segera dia masuk ke kamar untuk beristirahat karena besok dia akan ke kantor lagi dan bertemu dengan Livia pujaan hatinya.


__ADS_2