Terpaksa Jadi Simpanan

Terpaksa Jadi Simpanan
9. Terkejut


__ADS_3

Tepat di Villa Alex pukul 4 sore, Alex saat itu sedang berenang di kolam renangnya. Dan Livia di minta berganti baju renang oleh Robby dengan pakaian yang sudah di sediakan oleh Alex. Saat itu Alex ingin berenang di temani oleh Livia di kolam, dan Alex dari semalam tak dapat menghilangkan pikirannya dari Livia sampai saat ini.


"Gadis ini sudah membuat tuan Alex gila saat ini, aku harus menemaninya minum semalaman dan mendengar ocehannya tentang gadis yang seharusnya menjadi anaknya, bukan kekasihnya." ucap Robby yang pergi dari Villa itu dan tak ingin mengganggu mereka.


Livia keluar dari kamar ganti, berjalan menghampiri Alex yang sedang berada di dalam kolam. Alex dari tadi asik berenang kesana dan kemari sambil menunggu Livia berganti pakaiannya. Livia pun berdiri di tepian kolong sambil menatap Alex yang sedang berenang menghampiri dirinya.


Alex sangat terpana melihat Livia memakai baju renang itu, namun tidak dengan Livia dia merasa risih karena tidak pernah memakai pakaian seperti itu. Alex keluar dari kolam renang, ia menuju ke kursi yang ada di pinggir kolam renang, mengambil minuman dan juga camilannya. Alex mengajak Livia untuk duduk bersantai di tepian kolam, mereka berdua duduk di tepi kolam sambil menikmati minuman dan makanan yang telah disediakan oleh Robby.


"Livia ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, dan ini sudah ku pikirkan mata-matang dan aku sudah tidak sanggup untuk memahami lagi."


"Aku ingin kau menjadi kekasihku dan selalu bersamaku, dan kau tak perlu membayar hutang operasi ibumu kepadaku." ujar Alex sambil memegang kedua tangan Livia.


"Tetapi tuan Alex, aku tidak dapat menerima pernyataan perasaanmu itu, aku merasa takut untuk menerimanya."

__ADS_1


"Lagi pula aku masih terlalu muda untuk menjadi kekasihmu, bagaimana nanti orang lain melihat dan menilai kita berdua."


"Aku masih ingin kuliah dan meraih cita-citaku untuk membahagiakan ibu ku dan hidup mandiri dengan memiliki sebuah usaha." review menjelaskan bahwa dirinya belum mau terikat dengan siapapun.


"Kau jangan takut akan hal itu, apapun yang kau inginkan, aku akan memberinya kepadamu. Bahkan sekarang juga akan kukabulkan keinginanmu, yang ingin memiliki usaha untuk dapat hidup mandiri." Alex semakin berkeras untuk dapat memiliki Livia.


Sesungguhnya Livia sudah merasa nyaman dengan Alex, Dia pria paruh baya yang dapat memberikan rasa kenyamanan kepada Livia yang dulu tidak pernah ia dapatkan dari ayahnya sendiri. Bahkan Livia lahir tanpa ada ayahnya di samping dirinya, dari semenjak lahir sampai sekarang Livia tidak dapat merasakan kasih sayang dari ayahnya tersebut. Setelah ia berusia 10 tahun, ayahnya sama sekali tidak pernah pulang dan bahkan pergi untuk selamanya, sampai saat ini dirinya tidak pernah melihat keberadaan ayahnya.


Alex memberi waktu kepada Livia untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh Alex, pria itu terus memberi kasih sayang dan juga perhatian kepada Livia. Setelah Nivea menangani Alex berenang di kolam tersebut, Alex mengajak Livia untuk pergi berbelanja setelah mereka berganti pakaian. Mereka juga sempat makan malam berdua di sebuah restoran mewah, Alex juga tak lupa membungkus beberapa makanan di pulang oleh Livia untuk dinikmati oleh ibunya.


"Kau tenang saja, biarkan saja mereka memandang seperti apa, ada aku selalu disisimu Jadi kau jangan takut." Alex berbisik ke telinga Livia.


Livia hanya diam saja namun dirinya telah merasa lega karena bisikan dari Alex tersebut. Mulai saat itu mereka lebih sering bertemu dan berjalan berdua, sampai pada akhirnya hubungan terlarang itu pun terjadi. Tanpa mereka sadari, mereka sudah melangkah lebih jauh, bukan seperti sepasang kekasih lagi melainkan seperti suami dan istri.

__ADS_1


Malam itu Alex mengajak Livia ke sebuah klub malam untuk merayakan ulang tahunnya Livia, namun klubnya saat ini berbeda mereka menaiki kapal pribadi Alex yang sangat lengkap fasilitasnya di dalam sana. Livia berkata ke ibunya bahwa dia akan pergi dinas ke luar kota untuk perjalanan bisnis. Sedangkan kuliahnya Livia meminta kepada Riska untuk mengirimkan pelajaran lewat ponsel nya ke Livia.


Perjalanan mereka akan dilakukan hanya seminggu saja, yang ada di kapal itu hanya Alex Livia pengemudi dan beberapa anak buahnya saja serta koki untuk menyediakan makanan mereka. Kapal itu benar-benar pribadi dan hanya ada Alex dan Livia yang menguasai area kapal tersebut. di malam ulang tahun Livia Alex begitu memanjakan dirinya mereka berdua menonton sambil minum dan makan santai di sofa yang begitu mewah.


Tanpa menyadari karena pengaruh dari alkohol yang mereka minum, malam itu pun mereka melakukan tanpa sadar hubungan terlarang. Keduanya begitu menikmati sampai mereka tertidur begitu panjang, ketika paginya terbangun Livia terkejut melihat dirinya tidak mengenakan apa pun di dalam selimut bersama Alex.


Livia menangis di samping berada paruh baya itu yang masih tertidur, Livia menjadi sangat bingung dan ketakutan yang muncul dalam dirinya. Alex terbangun karena mendengar suara tangisan dari Livia yang ada disampingnya. Alex segera duduk dan memeluk Livia, tapi gadis itu malah menjauh dan tidak mau dekat dengan Alex saat itu.


Livia menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya dari Alex, Namun Alex dengan cepat menarik pergelangan tangan Livia dan memeluknya. Alex mencoba menenangkan Livia dan meyakinkan gadis itu, bahwa semua akan baik-baik saja dan Alex akan bertanggung jawab apa pun yang terjadi.


Livia pun mulai tenang beberapa menit telah puas menangis di pelukan Alex. Pria itu pun mendaratkan kecupannya di dahi Livia, dia sangat mencintai gadis itu. Kali ini Alex sangat serius kepada Livia, dan berencana akan menikahinya. Tapi Alex masih bingung bagaimana caranya untuk memberi tahukan kepada Maura anaknya nanti.


****

__ADS_1


Hari itu Maura pergi ke rumah Mira, dia bermaksud untuk mengajak merah tidur bermalam di rumah Maura. Karena di rumah tidak ada Alex maukah sama kesepian dan dia merasa hanya seorang diri di sana, Maura berinisiatif akan membawa kembali Mira ke rumah itu lagi dan bersenang-senang bersama.


Awalnya Mira tidak ingin ke rumah itu ia berpura-pura menolak dan akan menyerah tidak lagi ingin bersama dengan Alex. Namun karena desakan dari Maura, akhirnya Mira pun ikut bersama Maura kembali ke rumah Alex, di saat itu Mira akan menjalankan rencananya untuk mendapatkan Alex seutuhnya. Wanita itu tersenyum licik, dalam hatinya kali ini pasti akan berhasil dapat memiliki Alex seutuhnya. Dengan bantuan Maura yang mengajak dirinya kembali, untuk tinggal bersamanya di rumah Alex.


__ADS_2