Terpaksa Jadi Simpanan

Terpaksa Jadi Simpanan
Bab 47


__ADS_3

"Kapan kau mau menerima aku Maura? Kau selalu menolaknya, bahkan aku sudah serius untuk menikahi mu." Kevin muncul dengan tiba-tiba, dan berbicara seperti itu saat Maura sedang video call di ponselnya Robby.


"Kevin! bisa kah kau diam?!" ucap Maura sedikit berbisik.


"Kau jangan mengatakan hal itu saat ini, walau kau berkata dan memohon pada ku, aku tetap mengatakan tidak kepada mu." Maura tak menyadari bila ponselnya masih menyala dan Robby mendengarkan semuanya.


"Apa maksud Kevin berbicara seperti itu ke Maura? Dan mengapa Maura mengatakan tidak sampai kapan pun. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka dan aku tidak mengetahuinya?" Robby mulai curiga.


Maura akhirnya menyadari kondisi ponselnya yang masih menyala, dengan cepat Naura mengambil konsumen kembali yang dia tetap di atas meja kecil. jaringan langsung menekan tombol off untuk mengakhiri panggilannya dengan Robby.


setelah itu mau rabun sedikit panik dan terdiam Ia berpikir dalam pikirannya apakah Robby mendengar pembicaraannya dengan Kevin saat itu.


"Bagaimana jika Robin mengetahui apa yang aku bicarakan dengan Kevin tadi? Mungkin saja Robby akan memberitahukannya ke Papa dan aku akan mendapat masalah karena pria itu!" mau nggak sedikit kesal dengan kelakuan Kevin yang seperti anak-anak terus mendesak dirinya untuk menikah.


"Mudah-mudahan suaminya dan tidak memberitahu kepada ayah apa yang telah aku rahasiakan selama ini dari mereka." harapan Maura di dalam hatinya.


Setelah kejadian pertengkaran kecil itu Kevin pun pergi meninggalkan marah di toko milik Livia, Maura sedikit pusing dan memegangi kepalanya ia tak habis pikir melihat Kevin yang terus saja membayangi dirinya di manapun ia berada.


"Aku seperti tidak bisa terlepas dari pria itu ia terus saja mengetahui di mana keberadaan ku meski aku di ujung dunia sekalipun." ujarnya dalam hati.


Kevin pergi karena ada panggilan tugas ketika mereka bertengkar kecil, ponsel Kevin berdering dan menunjukkan sebuah kode untuk ia kembali ke markas dan menjalankan misi yang harus ia selesaikan. Kevin pun segera mengganti pakaiannya dengan seragam yang diberikan oleh persatuan itu dan membaliknya di dalam menggunakan baju anti peluru untuk mengantisipasi apabila dirinya tertembak dalam penugasan.

__ADS_1


Tak banyak yang tahu tentang identitas Kevin selain Alex, Alex pun dulu pernah ikut dalam organisasi yang sekarang Kevin jalani. Bahkan Alex merupakan bos dari mereka semua, namun semenjak istrinya meninggal dalam situasi penembakan Ia pun berhenti dari organisasi mereka sampai sekarang. Alex selalu menutupi kematian ibunya Maura dari dirinya, Dengan mengatakan bahwa mamanya meninggal sebab melahirkan dirinya dan berjuang untuk agar tetap hidup baik yang ada dalam kandungannya.


masih ada lagi yang tidak diketahui oleh Maura yang sesungguhnya ketika ibunya Tengah mengandung dirinya dan memasuki usia 9 bulan ibunya ditembak oleh musuh yang memata-matai rumah mereka selama ini. Dan istrinya tertembak saat hendak akan pergi ke rumah sakit ingin melahirkan Maura saat itu.


Kini Maura sudah besar dan Alex tak ingin kehilangan anaknya, makannya ia berhenti dari organisasi pasukan khusus itu. Hanya Maura yang ia miliki saat itu, dan kini Alex sudah memiliki Livia yang berhati baik sama persis seperti Almh istrinya yang dulu. Alex pun berpikir, bahwa selama ini istrinya masih bersamanya dan Maura tapi ia berada di dalam diri Livia.


Alex yakin akan hal itu, makanya ia sangat sedih saat Livia pergi meninggalkannya kembali. Maura juga sangat senang saat berteman dengan Livia, ia begitu dewasa dan juga selalu bisa membuat bahagia Maura ketika Maura sedang sedih.


****


Pernikahan sudah selesai di laksanakan, semua orang menikmati pesta itu, tiba-tiba abangnya Kevin datang dan menghampiri Alex yang sedang bersama Livia.


"Alex kau sungguh beruntung seluruh gadis cantik mendekati mu dan kau gadis yang begitu beruntung, karena Alex memilih mu untuk menikah dengannya. Selamat untuk kalian berdua." Ray menjabat tangan Alex dan memamerkan kekasihnya yang baru kepada Alex saat itu.


"Apa yang membuat mu kemari saat ini? bukan kah kau tak suka acara pesta dan membawa wanita bersama mu?" tanya Alex dengan sambil tersenyum.


"Ya kau sangat mengenali ku, hanya saja aku mendapat kabar bila Kevin sedang bergerak dan merencanakan sesuatu. Tetapi ia tak mau memberi tahu ku saat ini, malah menyuruh ku untuk berhenti saja dari organisasi itu." Ray juga tersenyum sambil membalas senyum.


Mereka berdua sedang di perhatikan oleh Kedua wanita yang mereka punya, dan mau tak mau harus seperti orang gila dari tadi tersenyum selalu.


"Ya apa yang di katakan olehnya itu adalah benar, seharusnya kau berhenti saja dari sana. Cintai keluarga mu dan juga orang-orang yang sekarang sedang bersama mu, menikahlah dan hidup berbahagia." Alex mengajarinya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mendengarkan apa perkataan mu itu, tapi yang aku heran kan Kevin berencana akan berhenti juga dari organisasi itu. Aku pun..., Hem entahlah apakah itu benar atau tidak." Ray mengangkat kedua bahunya.


"Benar kah itu?!" Alex merasa terkejut.


Karena Kevin masih muda dan ikut dalam organisasi itu saja adalah keinginannya sampai ia menembak papanya sendiri yang melarang untuk masuk ke sana. Alex tak habis pikir kalau memang benar akan seperti itu. Kevin sudah masuk ke dalam organisasi dari usianya 15 tahun dan saat ini ia sudah berusia 28 tahun. Selama 13 tahun hidupnya dipenuhi dengan kematian dan kekuatannya sudah sangat luar biasa.


Kedua pria itu pun sama-sama sedang berpikir dan kembali ke tempat mereka masing-masing. Livia tersenyum dari kejauhan saat melihat Alex berjalan menghampirinya di atas. Alex pun membalas senyuman itu, dan ternyata disana sudah ada Kenzo yang berlari langsung memeluk dirinya.


"Papa...?!" Kenzo sangat senang sekali.


"Kenzo kamu jadi anak yang baik bersama Robby?" Alex mengusap kepala anaknya.


"Ya, Kenzo menuruti semua perkataan Robby dengan baik pa. Karena Robby juga sangat baik, dan Kenzo menyukainya." Kenzo menatap Robby yang ada di sampingnya.


"Robby sangat tampan ya pa? Kenapa mama lebih memilih papa dari pada Robby?" Kenzo memberi pertanyaan yang sangat membingungkan Alex.


"Papa juga tidak tahu kenapa, apa Robby lebih tampan dari pada papa?" pertanyaan Alex membuat Robby yang tadinya tersenyum langsung ketakutan.


"Gak sih, papa paling tampan di mata Kenzo. Karena itu mama lebih memilih papa dari pada Robby. Sekarang Kenzo mengerti pa!" ucapan Kenzo membuat Alex tak jadi emosi lagi.


"Syukurlah, hampir saja aku akan di cincang oleh tuan Alex. Kenzo anak yang manis tapi sangat mengerikan sekali ucapan dan pertanyaannya. Papa dan anak sama-sama mengerikan kedua-duanya." Robby pun bernafas lega dan pergi untuk mengambil minuman.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2